
Malam hari tepat nya pukul 21.04WIB terjadinya kecelakaan taksi dan kontainer di jalan Nongsa Batam Supir Kontainer hilang kendali karena mengantuk dan Supir Taksi BB juga hilang kendali karena kelelahan dan mengantuk. yuni yang saat ini sedang di periksa dan masuk ruang operasi di salah satu rumah sakit kota batam. Yuni mengalami luka serius dan tipis kemungkinan untuk selamat. Aparat dari kepolisian sedang menyelidiki akibat kecelakaan yang mengakibatkan supir taksi tewas dan Yuni kritis. dirumah sakit seorang polisi menunggu di luar ruang operasi dengan cemas.
Dddrrt.. hp pak polisi tersebut berdering.
"bagaimana apa sudah dapat identitas korban?" tanya pak polisi kepada bawahannya yang saat ini sedang berkomunikasi dengannya.
"tasnya sudah ketemu komandan, hp nya hancur dan di dompetnya ada KTP korban tapi KTP Batam, Sepertinya korban mengurus perpindahan Domisili ke kota ini komandan" tegas bawahannya.
"Hemm... baiklah selidiki lebih lanjut, langsung ke berangkat ke Alamat yang ada di KTP nya, mungkin dari sana kita dapat petunjuk identitas Korban kecelakaan ini. Segeraa...!!! Teriak Komandan Polisi.
"SIAP KOMANDAN" teriak bawahannya.
"Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana" gumam komandan polisi tersebut.
Di kota Medan sekitar pukul 10 lewat malam yang sama dengan yuni, Willi sampai di Bandara Polonia Medan. Willi mengambil barangnya dan menuju taksi yang sudah parkir di depan pintu keluar bandara. di dalam taksi willi sibuk menghubungi yuni, tapi tidak aktif. Willi membuang semua perasaan yang tidak enak jauh-jauh dan berusaha berpikir positif.
"semoga bukan petunjuk buruk" cemas willi sambil mengusap wajahnya dan membuang nafas nya dengan kasar.
willi mencoba kembali menghubungi nomor yuni tak kunjung aktif.
"mungkin sudah tidur"gumam willi pelan.
akhirnya willi mengirim pesan kepada yuni jika dia sudah sampai di bandara menuju rumah. dan willi juga menanyakan yuni dimana dan lagi ngapain. akhirnya taksi yang di tumpangi nya sampai di kediamannya. Willi langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri, selesai mandi willi mengcek hp nya dan menghubungi yuni lagi tapi jawaban masih sama tidak aktif. karena lelahnya willi pun langsung tertidur dengan pulas.
pagi harinya Willi sedang sarapan bersama mamanya, dan siap untuk berangkat kerja.
"gimana liburannya? tanya Dona mama willi
"menyenangkan ma, aku ketemu dia ma" ucap willi sambil menikmati sarapan paginya
"ketemu dimana, kenapa ga kamu bawa dia kemari. pantesan kamu seneng banget pagi ini" ucap mama dona
"aku menjumpainya di batam ma, dia kerja disana dan kami akan menikah tahun depan", jawab willi.
mama dona yang dengar berita tersebut langsung senyum bahagia karena anaknya yang bontot ini susah membuka hati dan hanya yuni yang mampu membuka hatinya. mama dona yakin wanita yang dipilih anaknya adalah yang terbaik.
"mama akan melamarnya secepatnya, kamu tentuin aja kapan kita datang untuk menjumpai keluarganya" jawab mama dona.
__ADS_1
"oia tadi malam mama nonton tv ada kecelakaan di sana taksi sama kontainer kalo ga salah ucap mama dona
Deg
ada perasaan yang aneh dirasakan willi saat mendengar ucapan mamanya. Willi memandang mamanya dengan lekat, berusaha berpikir positif untuk yuni karena sampai pagi ini nomor yuni tidak bisa dihubungi.
"jam berapa mama nonton beritanya" tanya willi
"sekitar jam 10 malam" jawab mama dona
Willi yang mendengar jawaban mama nya langsung mengambil hp nya dan menghubungi yuni kembali tapi tetap tidak aktif.
"apa dia masih tidur?", gumam willi pelan tapi masih bisa didengar mama dona
"siapa yang masih tidur will?" tanya mama nya yang heran melihat wajah cemas willi.
"yuni ma dari aku sampai sekarang nomornya tidak aktif" jawab willi cemas
"mungkin lupa menghidupkan will, kamu tenang ya" jawab mama dona yang sedang berusaha menenangkan anaknya.
Willi membuka kontak di hpnya mencari nama Hendra, dan menghubunginya.
"ada apa bro?" jawab hendra
"aku minta tolong, bisa kamu nanti jumpai yuni karena dari semalam aku hubungi nomornya tidak aktif." jawab willi dengan paniknya.
"kau lagi dimana rupanya? sudah di medan?" jawab hendra.
"semalam aku pulang sekitar pukul 9 malam dari aku sampai medan sampai sekarang nomornya tidak bisa di hubungi, aku minta tolong banget ya sama kamu" jawab Willi.
"oke pulang kerja langsung kesana menjumpainya" ucap Hendra.
"makasi ndra aku mengandalkan mu" Balas willi sambil mengacak rambutnya.
"santai aja bro, kalian sahabat ku" tegas Hendra.
"ma aku berangkat kerja ya, ada pertemuan sama klien" ucap willi sambil menuju pintu.
__ADS_1
"hati-hati dijalan sayang" teriak mama dona sambil melihat ke arah willi yang berjalan cepat menuju garasi.
Willi membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, dari semalam dia merasa resah dan gelisah dan dadanya seakan sakit ditusuk tusuk. Tapi willi berusaha menenangkan perasaannya, inilah yang di takutkan Willi berhubungan jarak jauh, jika sesuatu terjadi pada yuni dia tidak bisa langsung menjumpainya dengan cepat. sambil menyetir willi mencoba menghubungi yuni tapi tetap sama.
"Shiit.." maki willi sambil memukul stir mobilnya.
sampai di kantor willi langsung menjumpai sekretarisnya dan membahas tentang proyek barunya sebelum meeting bersama kliennya. sedari tadi dia tidak fokus, dan sudah kedua kalinya sekretarisnya menjelaskan tetap willi tidak fokus sampai sekretarisnya jengah menghadapi bos muda nya ini.
"Aku sedikit pusing, ada yang mengganggu pikiran ku karena itu aku tidak fokus." ucap willi yang paham dengan tatapan sekretarisnya.
"boleh aku istirahat setengah jam?", pinta willi
"baik pak, nanti saya jelaskan lagi " ucap Nani Sekretaris nya willi.
"thank you" balas willi.
dirumah sakit Yuni selesai operasi, ada jahitan di bagian dada nya dan di kepala belakang akibat benturan jendela taksi yang ditumpanginya. banyak darah dan yuni mendapatkan donor darah, sampai siang hari belum ada tanda saudara atau kerabat yuni yang tiba di rumah sakit. tapi pihak rumah sakit sudah menganjurkan agar dibawa ke rumah sakit yang lebih bagus yaitu rumah sakit yang ada di Singapore. Reyhan komandan inteligen kepolisian yang menangani kasus ini, berusaha membujuk dokter agar tetap memberikan yang terbaik untuk yuni sampai keluarga nya tiba. dan dokter pun menyetujuinya hanya sampai besok dan harus di pindahkan agar korban dapat perobatan dan perawatan yang bagus.
Reyhan menghubungi anak buahnya untuk mengetahui kelanjutan penyelidikannya,
"hallo sudah bagiamana? apa sudah ketemu dengan keluarga atau kerabatnya? tanya reyhan cemas karena dia sudah semalaman disana dan tidak pulang.
"sudah pak, korban bekerja di perusahaan xxxxx di batam centre kami sedang melaju kesana" jawab Tigor yang merupakan bawahannya.
"oke kabari selanjutnya dengan cepat karena besok korban harus sudah dipindahkan ke luar negeri" tegas Reyhan.
reyhan menghampiri yuni yang masih terbaring macam mayat hidup dan alat ditubuhnya.
"siapa orangtua mu nak" gumam Reyhan pelan.
"kamu harus kuat, kamu harus sehat dan melawan sakitnya, banyak yang ingin aku tanyakan pada mu jika kamu sudah sadar" ucap reyhan lembut sambil meng gemgam tangan yuni dengan erat.
dua jam kemudian bawahan reyhan datang menjumpai komandannya ke rumah sakit dan menceritakan identitas korban. bahwa korban berasal dari pulau sumatera utara di kabupaten tapanuli utara. dan ngekos di kawasan perumahan Mediterania batam centre.
"Manager bagian korban bekerja menjelaskan bahwa korban cuti selama 1 minggu karena ada urusannya dan kami meng cek ternyata korban menjumpai kekasihnya dan menginap di hotel Harris selama 1 minggu" Ucap Tigor dengan menjelaskan sedetail mungkin.
"ini nama kekasih korban "Willi Maxiwilliam Panggabean" ucap tigor sambil menyerahkan poto yang terekam di CCTV pihak hotel dan ini nomor hp kekasihnya yang dia dapat dari pihak hotel.
__ADS_1
**JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT ❣️
~ERNI NIELS COUPLE B**~