
Semenjak pertanyaan Geo aku jadi mulai kwatir, takut masalah ini sampai ke telinga abang ku. ya aku sangat menghargai dan menyayangi abang ku karena itu aku membantunya dengan kuliah sambil kerja walau pun abang ku sendiri tidak mengijinkan aku untuk bekerja tapi keadaan lah yang membuat aku harus bekerja dan membohongi nya.
Dua bulan aku menjalani hidup ku yang baru bekerja dan kuliah, sampai membuat mata ku berubah seakan menjadi zombie hidup karna kurang istirahat. aku bekerja sampai terkumpul biaya kuliah ku sampai wisuda aku pun hemat dan tidak memikirkan pakaian ku dan hanya keperluan untuk yang terpenting baru uang dari gaji ku yang terima selama ku gunakan.
saat ini aku sedang ada kelas lab dan aku melihat willi di marahi dan di keluarkan dari kelas lab nya ga tau entah apa yang dilakukan anak itu sampai dosen mengusirnya. dia keluar tanpa memperhatikan siapa disekelilingnya, aku memandang nya sampai punggung nya menghilang dari jangkauan ku.
aku mengikuti jam kuliah ku sampai selesai, masih ada tersisa waktu 4 jam lagi untuk berangkat kerja, aku pulang kekos ku untuk mandi dan membawa baju kerja ku karena aku sudah janji akan berangkat kerja sama dengan juni. aku menolak juni menjemput ku dan mengatakan aku akan kekos nya nanti malam.
sampai di kos aku melihat dion sedang duduk sambil menonton tv, "apa dia akan tinggal disini selamanya gumam ku dalam hati" aku merasa kos ku sudah nyaman seperti dulu seakan mereka semua mendiami ku yang aku tidak tau salah ku dimana tapi aku cuek saja. di kampus juga sudah mulai gosip yang tak benar menyebar aku tidak tau dari mana geo dapat berita itu tapi aku belum ada niat untuk menanyakan itu padanya, aku hanya menunggu waktu yang pas untuk menceritakan semuanya kepada teman teman ku dan sahabat ku termasuk Geo si gemulai tampan ku.
"dek kamu mau kemana tanya dion"
"mau keluar jawab ku ketus"
aku masuk ke kamar ku ingin berganti pakaian, tapi aku lupa mengunci pintu kamar ku. saat aku masih memakai bra dan ****** ***** ku dion masuk ke kamar ku.
aku spontan menutup tubuh ku dengan baju yang mau ku pakai karena aku tidak sempat mengambil selimut karena dion langsung menyerang ku begitu saja. aku melawan nya dan menggigit pundaknya dengan keras, aku ditamparnya dengan kuat sampai aku terjatuh kelantai dan bibir ku terluka.
__ADS_1
"bajingan keluar kau teriak ku keras"
"diam, kau menjual dirimu kan diluar sana biar ada uang mu jadi aku akan membayar mu dan puaskan aku teriak dion" dengan nafsu nya sudah menggebu. aku langsung merangkak dan ingin berlari tapi dia menarik pinggangku dan membuat aku sudah berada di bawah tubuh nya. tanpa terasa air mata ku jatuh dan sekuat tenaga ku untuk melawan dia. aku menendang aset dengan keras membuat pelukan nya menjadi longgar dan dia menarik bra ku dari belakang dan membuat bra ku terputus dan aku menendang tubuh nya dan berlari menuju pintu dan di saat aku membuka dan di saat itu juga vina membuka pintu kamar dan melihat kami berdua. "Yuniiii kalian ngapain teriaknya"
"kak aku mau diperkosa dia kak ucap ku sambil menangis" vina menoleh ke arah dion.
"dia bohong vin, aku di ajak nya ke kamarnya. dan aku ga tau dia sedang tidak berpakaian dan aku laki laki normal vin wajar kalau aku tidak tergoda dengan hal beginian ucap dion
aku langsung bungkam mendengar penjelasan dion, tidak kak itu tidak benar dia bohong kak. ucap ku.
"kamu jual diri yuni ?? tanya vina
"kalau gak jual diri apa namanya coba kamu selalu pulang pagi baju mu bau rokok dan alkohol tegas yuni yang sedang memandang ku rendah. dalam hati ku percuma aku jelasin sama kalian, kenapa membahas pekerjaan ku dalam hati ku.
"kamu keluar teriak ku pada dion dan dion pun keluar dari kamar ku. aku langsung memakai pakaian ku dan perlengkapan ku besok kekampus dan beberapa pakaian ku.
aku keluar kos dengan menangis segugukan. aku korban di sini tapi tidak ada yang menanggapi nya dan menolongnya, apa aku sehina itu kerja di klub dan pulang pagi?? padahal aku hanya sebagai housekeeping saja.
__ADS_1
Mimpi apa aku semalam, kenapa semua jadi kayak gini. gumam ku pelan. aku terduduk dipinggir jalan sambil menangis, ingin berteriak dan meluapkan semuanya. tapi ku urungkan. aku pergi dari kos menuju area perbelanjaan yang tidak jauh dari tempat ku bekerja aku habiskan waktu ku di sana dengan bermain timezone, tapi semua yang ku lakukan tidak membuat sedih ku hilang tapi membuat aku menangis. aku keluar dari area timezone dari jauh aku melihat willi berjalan ke arah ku tapi aku menghindari nya dan bersembunyi.
dia berjalan menuju kasir membeli koin untuk bermain timezone, "apa kamu rindu aku will? gumam ku pelan. lima menit aku memperhatikannya dari jauh dan aku pergi meninggalkan area timezone menuju tempat kerja ku. aku sudah mengabari juni bahwa aku sudah ditempat kerja, karena belum waktu ku bekerja jadi aku membantu yang lainnya untuk mengisi waktu ku agar tidak larut dalam sedih ku. aku duduk di closet yang sudah ku bersihkan, ku hapus air mata ku yang lolos mengalir membasahi pipi ku. aku keluar dari toilet wanita, menuju ke bagian VIP membersihkan ruangan tersebut. tanpa sengaja aku menabrak lengan seseorang "Maaf pak ucap ku" sambil menunduk.
"tidak apa apa lain kali lihat kedepan jika berjalan ucapnya" kepada ku dan "baik pak, makasih banyak pak balas ku" tanpa memandang ke arah nya. aku takut seakan aku trauma akan kejadian tadi, tapi aku berusaha untuk tetap kuat melewati semuanya.
selesai pulang kerja aku menceritakan semuanya kepada juni tentang kejadian ku di kos dan dia menyuruh ku pindah dari sana dan kami berjanji akan jumpa sepulang kuliah untuk mencari kos yang baru untuk ku.
Jam makan siang aku sudah selesai dengan kelas ku, aku menuju kantin karena ingin berjumpa dengan geo sahabat gemulai tampan ku, aku rindu cerewetnya dan tingkah konyolnya. tapi nasib buruk di pihak ku, aku jadi buli bulian teman ku dan senior ku karena aku kerja di dunia malam. aku diam saja disana tepat nya di meja ku tanpa bergerak sedikit pun. aku ingin berteriak dan marah tapi aku tidak kuat. ingin menangis tapi aku malu untuk menangis didepan mereka semua.
Juni datang ketempat ku dengan nafas yang ngos ngosan ku pikir dia berlari kencang untuk menjumpai ku, ku pikir mungkin dia sudah tau aku di buli dikantin. aku mengangkat wajah ku, dan melihat ke arah mereka dan ku lihat ada teman 1 kos ku disana mereka ada di sana semuanya termasuk si brengsek itu.
aku memandang sinis ke arah mereka, dan berjalan ke arah meja teman ku dan mengambil gelas yang berisi minuman yang ada di sana dan mendekati si brengsek itu. aku menyiram wajah nya dan ku lempar gelas tersebut ke atas kepalanya tapi gelas tersebut di tangkap oleh Geo yang aku tidak tau kapan dia datang, Geo langsung menarik ku keluar dari kampus. Aku melihat wajah Geo, sifatnya berubah menjadi pria yang sesungguhnya tidak dengan sifat sebelum nya yang masih Gemulai. aku diam saja sampai keluar gerbang kampus, aku juni dan geo menuju kos juni. Disana mereka memberi ku semangat dan motivasi. dan aku baru tau kalau willi kecelakaan tadi malam sekitar pukul sembilan malam tepat saat aku baru sampai di tempat kerja ku.
kami bertiga menuju rumah sakit tapi aku tidak masuk kedalam aku menunggu mereka di warung depan rumah sakit willi di rawat, aku masih malu ketemu sama nya dalam benak ku mungkin dia sudah mendengar gosip murahan itu. jadi aku memutuskan untuk tidak pernah bertemu dengan nya lagi, biarlah rasa suka ku ini ku simpan jauh dalam lubuk hati ku karena aku tidak mau dia malu karena aku.
sore harinya juni dan Geo mengambil semua pakaian ku dan barang ku dari kos lama, menuju kos ku yang baru dan Juni juga menyuruh ku melamar pekerjaan yang ada ditawarkan oleh bos tempat kami bekerja ke perusahaan cabang yang ada di Brayan. jadi aku memutuskan akan melamar disana setelah selesai ujian saja.
__ADS_1
hallo semuanya jangan lupa LIKE KOMEN VOTE FAVORIT YA.. 😘😘🤩
Sarangee ❤️❤️