
"Shiiiit..... teriak Willi" yang sudah sampai dikamar kos yang dia kontrak selama dia cuti. dia bisa saja nyewa hotel namun karena hotel jauh dari kos yuni akhirnya dia menyewa kos kebetulan ada kamar yang kosong dan yuni tidak tau kalau willi sekarang berada disebrang kontrakannya hanya beda 1 rumah saja jadi kapan saja willi bisa datang kekosannya yuni.
Kriiing......
Hendra is Calling
"ya, oke aku kesana share location ucap Willi. dan willi langsung mandi dan siap siap keluar dari kos sementaranya itu menjumpai teman satu kampusnya yang kerja dikota batam juga."
sementara didalam kamar yuni, yuni termenung dan memikir Willi sekarang ada dimana dan apa dia uda makan karena yang yuni tau bahwa dompet willi hilang dan tak uang. "Will Call me ujar yuni sambil memandangi Hpnya dan berharap willi meneleponnya."
saat taksi sudah datang willi langsung masuk dan menyuruh supir ke arah lokasi yang dikirim oleh hendra, tapi ditengah perjalanan dia baru sadar kalau dompetnya ketinggalan dikamar yuni. "Ohh Shiit... Teriak Willi . pak putar balik ya pinta Willi sambil memandang keluar jendela kaca mobil taksi yang ditumpanginya.
Sementara yuni, yang dapat telpon dari temannya menyuruh kumpul karena ada alumni yang datang main ke batam, tapi dia tidak tau siapa yang dimaksud oleh Hendra. yuni berjalan menuju lemari tak sengaja dia memandang Meja Tv nya ada dompet Hitam kulit Merk Lacoste dan yuni membuka ada kode seri yang sama dengan yang yuni kirim ke wahyu untuk kado ultah willi tapi dengan syarat agar dirahasiakan kalau itu darinya.
"kamu pembohong Will ujar yuni sambil tersenyum ternyata dompet yang willi bilang hilang ternyata masih ada dan selama 8 tahun willi masih memakainya"
__ADS_1
yuni mau bergegas dan membuka pintu kamarnya bersamaan dengan willi yang ingin mengetok kamar yuni, sesaat mereka dua sama2 terkejut. sama sama tenggelam dalam pikirannya masing masing.
"dia mau kemana, kencan?? ungkap willi dalam hatinya"
"kamu datang willi, ucap yuni sambil tersenyum yang hampir tak terlihat"
"yah aku datang mau ambil dompetku yang ketinggalan di atas meja tv mu balas willi dengan ekspresi datarnya"
"tunggu aku ambil ujar yuni sambil berjalan membuka lemari dan willi berjalan masuk kedalam kamar yuni tanpa membuka sepatunya dan langsung duduk disisi ranjang tempat tidur yuni.
"makasih jawab Willi dan langsung berdiri dan ingin beranjak tapi ditahan yuni"
"kamu mau kemana?? sudag makan? tanya yuni dengan kekwatirannya"
"Gak usah perhatian kalau perhatian aku itu ga kamu anggep nie Tegas Willi tanpa memandang kearah yuni"
__ADS_1
Deg...
bagai ditikam pisau sakitnya dada yuni mendengar perkataan willi sekarang, apa aku terlalu kasar padanya sampai dia begini dalam benak yuni yang masih memandang willi dengan sendu.
"sorry, aku janji ga akan perhatikan kamu lagi Balas yuni dengan dada yang terasa nyerii.. "
willi juga merasakan hal yang sama hatinya hancur mendengar balasan yuni. dan willi memilih keluar dari kamar yuni dan masuk ke taksi yang sudah menunggunya dibawah dan meninggalkan yuni sendiri yang masih berdiri bagaikan patung. tanpa disadari yuni air matanya lolos begitu saja dan langsung di usapnya. yah ini mau ku , semangat yuni ucap yuni dalam hati."
taksi yuni datang berselisih dengan taksi willi yang pergi meninggalkan kos yuni. yuni bergegas turun kebawah menuju Cafe yang ada di Bengkong batam.
didalam taksi mereka Galau dan larut dalam kesedihan masing masing tanpa mereka sadari jika nanti mereka akan bertemu kembali.
Hallo readers semua terima kasih sudah menyempatkan waktunya membaca karya ku jangan lupa like komen dan Votenya biar aku semangat menulisnya.
sehat selalu ❣️❣️ sarangee. 😘😍
__ADS_1