
Tiga bulan berlalu saat ini yuni sedang berada di Gereja Yang ada diBatam Kota, dia beribadah sendiri seperti hari harinya selalu sendiri. teman sekantornya heran kenapa yuni seakan menutup dirinya dan seperti menunggu seseorang. saat ini dia sedang beribadah dan berdoa dan memohon kepada Tuhan.
"***Tuhan aku tau bahwa aku manusia berdosa tapi disini aku datang kerumah mu memohon pengampunan atas segala dosa dosa ku agar aku bisa kembali seperti dulunya. 😔
Tuhan bahagiakanlah semua orang yang ku sayangi dan cintai terutama kedua orangtua dan saudara ku. dan untuk dia berikan dia kebahagian ya Tuhan dan buat dia amnesia terhadap ku dan melupakan aku Tuhan karena aku tidak sanggup karena aku dia diomongin orang orang.
aku tau Tuhan aku tidak layak bahagia tapi aku bahagia ketika orang yang ku cintai mendapatkan kebahagian meski kami tidak jodoh. aku ikhlas apa yang sudah terjadi pada hidup ku, apa yang ku perbuat sudah ku tanggung saat ini Tuhan. 😭
terimakasih Tuhan atas segalanya, atas nama mu dengan segala kerendahan hati ku ucapkan mohon maaf dan rasa syukurku kepada Mu Tuhan Amin 🙏***
selesai beribadah yuni pergi ke salah satu mall yang dimana orang orang bilang tempat itu yaitu Jodoh, "Namanya Jodoh siapa tau nemu jodoh gumam yuni dalam hatinya sambil berjalan jalan melihat isi Mall tersebut.
Selesai dari Mall ketika menunggu taksi dan hendak pulang kerumah tangan yuni ditarik dan tubuh yuni menabrak dada bidang yang kuat dan wangi. yuni terdiam, seakan tenang dipelukannya tapi sesaat kemudian yuni tersadar dia sedang dipeluk seseorang dan yuni langsung memberontak ingin melepaskan pelukkan dan menoleh keatas kepalanya ingin melihat siapa yang memeluknya.
Deg
sekita itu juga yuni membeku tak bergerak seakan menjadi Patung Versi Manusia Asli, tak terpikirkan olehnya 2009 terakhir jumpa dan sekarang 2018 sudah 10 tahun tak berjumpa banyak perubahan dari Gaya, postur tubuh, dan semakin cakep itu lah yang ada dibenak yuni sekarang tapi langsung ditepiskannya rasa kagumnya kepada Willi.
Willi yang berangkat kekota Batam pada kamis Siang dia menyewa Kos didekat kosan Yuni hanya ingin melihatnya sebelum menjumpainya, karena Yuni tak mengenalnya jadi yuni tak terlalu memperhatikannya. Saat hari Minggu Willi ingin beribadah ke taksi dan ternyata yuni juga beribadah terpaksa Willi mengikuti Taksi yuni kemana dia pergi.
dan sampai saat ini, 3 menit mereka berpelukan seakan melepas rindu nya, tapi yuni langsung tersadar dan mendorong dada bidang Willi.
__ADS_1
"kamu ngapain disini tanya yuni sambil menatap tajam kemanik mata Willi"
dengan senyuman yang tulus dan sambil mengelus kepala Yuni Willi Menjawab, "aku rindu kamu nie, makanya aku nyusul kamu kemari".
"Untuk Apa?? tanya Yuni tapi dalam hati yuni sebenarnya aku juga rindu kamu will tapi aku takut."
"kenapa nanyaknya gitu sih nie, kamu berubah sekarang. 10 tahun kamu tak ada kabar tapi nanyaknya kok gitu sih. ku pikir gitu kamu lihat aku langsung meluk aku goda Willi"
"Maaf tapi aku harus pergi.... perkatan Yuni terpotong karna willi tak menggubris perkataan Yuni dan langsung menarik yuni masuk kedalam Mall tersebut kembali, "Kita Makan Siang ya ajak Willi sambil melirik wajah Yuni yang kesal dan Willi hanya tersenyum dan senang."
Wanita yang dulunya menjadi musuh sekarang menjadi Wanita Spesialnya. itu berubah semenjak Juli 2008 di Lantai 3 Gedung Baru salah satu universitas di Medan.
saat itu Willi sedang tiduran di lantai gedung baru di pojok ujung gedung lantai 3 disitu tempat istirahat willi jika ingin sendiri karena tempat itu jarang dikunjungi mahasiswa lainnya. ketika dia sedang rebahan suara kaki berjalan kearahnya, tapi willi tak beranjak sedikitpun bahkan dia ingin tau siapa yang sudah datang ketempat istirahatnya.
saat kemudian hp wanita tersebut berbunyi,
"bang bapak sakit katanya bapak koma di rumah sakit ucap yuni sambil menangis dengan kencang dan willi memilih diam untuk menjadi pendengar yang baik.
willi menduga bahwa yuni sedang berkomunikasi dengan abang nya dan tidak tau apa persoalannya dan apa yang di ucapkan oleh abang nya dan tiba tiba yuni langsung terduduk dan menangis dengan sangat keras
tangisannya pun makin keras, dan wanita tersebut terduduk masih diposisi semula dengan membelakangi willi.
__ADS_1
"Apa salah ku Tuhan, semua karena aku. kenapa tidak ada yang percaya dan kenapa jadi kayak gini Tuhan, Teriak Yuni sambil menangis histeris sambil memukul dadanya sendiri. Willi yang sudah tak sabar langsung menjumpai Yuni dan memberikan sapu tangannya. Willi langsung memeluk Yuni begitu melihat keadaan yuni yang Kacau Balau saat itu. "puaskan tangismu ungkap Willi sambil mengelus punggung Yuni dengan perasaan.
entahlah aku ga tau kenapa aku bisa berbuat sejauh ini kepada Yuni, ketika wanita tersebut menyebut dion dan aku melihat Gelang yang biasa digunakan yuni aku langsung menebak wanita yang dipojokkan tersebut adalah Yuni yang sedang bertengkar dengan abangnya atau ada masalah lainnya aku pun tak tau kenapa tapi aku tak berani menanyakannya, karena aku membatasi rasa suka ku karena aku takut kecewa, apalagi gosip tentang nya kerja di Club pun aku tidak berani bertanya kenapa dia kerja dan apakah yang di gosip itu semua benar aku bahkan tidak punya nyali untuk mempertanyakannya kepadanya semua itu ku lakukan karena aku takut jawabannya bisa membuat ku kecewa jadi aku memilih untuk diam dan dari jauh memperhatikannya.
tapi semakin lama aku menghindarinya semakin dalam perasaan ini timbul, ketika Yuni selalu bersama juni dan geo dan membuat hari hari ku kembali tak berwarna disaat yuni tidak lagi kuliah. mungkin sejak itu aku kehilangan sosok penghibur ku, sosok yang membuat hidupku lebih berwarna. Yuni yang sifat cuek tomboi nya terhadap ku tapi pada yang lain dia ramah sekali dan Peduli.
padahal aku hanya ingin dia memperhatikan ku seperti dia memperhatikan yang lainnya tapi aku malah selalu ribut dengannya. bahkan aku sempat menghinanya dan mengolok olok yuni agar kami berdua tetap komunikasi.
yahh itu semua keegoisanku memilih menjadi Rival nya dari pada Sabahat baiknya tapi aku tak menyesal sekarang, karena dia sekarang berada didepan ku sambil menikmati makan siang nya bersama ku dan kali ini aku tidak akan melepaskannya sampai kapan pun.
"Cantikk.. Ungkap ku jujur
"Haahh apa tanya Yuni balik"
"kamu makin Cantik nie, ungkap ku lagi sambil menikmati ciptaan Tuhan yang sempurna ini."
"itu riasan aja Will balas yuni sambil menikmati makan siangnya"
"Siap makan kita kekos mu ya Ajak Willi sambil tersenyum"
"untuk apa tanya yuni sambil memplototin kearah willi."
__ADS_1
"aku mau kamuu........
"Haaaahh, teriak Yuni dan melihat kearah willi dengan tatapan tajamnya