
Hari ini mereka akan meninggalkan jakarta, Willi sangat sibuk bukan hanya mengurus keberangkatan mereka tapi dia juga menyempatkan ke perusahaan ayah nya yang ada dijakarta walau pun hanya sebentar tapi apa yang di inginkanya sudah di siapkan oleh orang - orang kepercayaan papa nya.
ayah yuni yang sedari tadi uring-uringan dia tidak sabar ingin melihat pramugari indonesia yang cantik dan seksi seperti permintaan Willi. tapi siapa tau apa yang akan terjadi jika ayah yuni akan melihat pramugari di indonesia menggunakan rok panjang bukan rok mini.
"ayo semua sudah siap?" tanya willi kepada yuni.
"sudah, papa dan paman sudah di mobil belakang. ayo kita berangkat sekarang" ucap yuni sambil menggendong gavrael. mobil mereka melaju meninggalkan hotel tempat mereka menginap menuju bandara.
hampir satu jam mereka sampai di bandara karena macet untung mereka tidak terlambat masih banyak waktu yang tersisa, mereka check in dan menuju ruang tunggu. Willi membeli beberapa makanan untuk mama nya dan makanan dan air mineral untuk para bodyguard.
"kamu sibuk amat sayang" ucap yuni yang melihat willi bolak balik.
"aku ingin melakukannya sendiri sayang, agar lemak ku terbakar" ucap willi sambil tersenyum.
"dady cemberut terus, kamu tau kenapa?" tanya willi. yuni membalas hanya dengan gelengan kepalanya.
"karna pramugari yang ada di bandara ini tidak ada yang seksi" jawab willi dengan pelan.
"Haa.. papa ini bikin malu aja, di Negara nya banyak yang seksi tapi ga segini nya si papa. ini kenapa kemari dia jadi uring - uringan karena ga seksi alasan saja" balas yuni sambil menatap ayah nya yang sedari tadi wajahnya ditekuk.
❣️❣️❣️
"saat ini mereka sudah sampai di bandara batam kotanya Teh Obeng atau Teh Manis Dingin bahasa Slogan dari kota tersebut. ayah yuni selalu memandang tanpa berkedip melihat suasana kota dimana putri nya bekerja dan kecelakaan. tiba-tiba ayah yuni bertanya dimana tempat kejadian yuni kecelakaan dan willi menyuruh untuk menunggu sekitar 2 km lagi mereka akan melewatinya.
"didepan nanti pinggir ya pak, dan supir pun memberi tanda untuk meminggirkan mobil dan di ikuti mobil lainnya yang tak lain paman dan ayah yuni didalam mobil dibelakang mereka.
__ADS_1
"dady disini tempatnya, dan di sini mobil taksi itu tergletak dalam posisi terbalik." ucap willi. yuni masih bingung kenapa mobilnya berhenti dan melihat keluar ternyata ayah dan paman yuni juga ada di luar.
"mbak gendongin gavrael ya saya mau lihat keluar" ucap yuni kepada nani nya anaknya.
"iya mbak" ucap pengasuh anaknya.
yuni berjalan menghampiri mereka, tepat disaat willi mengatakan model posisi mobil tersebut pasca kecelakaan.
"mobil siapa yang kecelakaan pa?" tanya yuni penasaran
"ini kecelakaan kamu kemaren baby, dady pengen tau dimana tempatnya" ucap willi jujur.
"jadi disini aku kecelakaannya" ucap yuni sambil memandangi sekitar jalan raya dan memejamkan matanya berharap dia ingat sesuatu tapi sayang dia hanya melihat Gelap.
"darling jangan dipaksa oke" balas ayah yuni yang paham kondisi putrinya saat ini.
"ya sudah kita lanjut lagi perjalanannya" ucap ayah yuni sambil melangkah dengan tongkatnya dan di bantu oleh paman yuni masuk kedalam mobilnya.
mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah yuni yang dibangunnya dulunya. tapi saat mobil mereka hendak membelok kekanan tiba-tiba bunyi klakson yang kuat dari belakang dan yuni spontan melihat ke arah belakang dan membulatkan bola matanya dan menjerit sekuat mungkin. padahal mobil mereka tidak bergerak sama sekali dan mobilnya belum di belokkan karena bus kontainer ingin mendahului mereka.
willi yang melihat yuni berteriak kaget dan sangat kaget, dia langsung memeluk yuni dengan erat. willi yakin yuni pasti melihat kejadian dia kecelakaan dulunya dan membuatnya histeris sampai menangis dan berteriak. "kita kerumah sakit ini sekarang" teriak Willi memberitahukan kepada supir kealamat rumah sakit yuni di rawat, Willi masih panik dan berusaha menenangkan yuni yang masih dalam keadaan berteriak meminta tolong.
"baby tenanglah" ucap willi sambil mengelus pundak yuni.
paman yuni yang melihat mobil yang didepan melaju lurus dan dengan kecepatan yang agak cepat membuatnya cemas dan langsung menghubungi willi.
__ADS_1
"kenapa dengan yuni?" teriak martin yang yakin yuni dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"maksudmu apa martin, yuni kenapa??!! bentak Nahendra ayah yuni yang mulai panik.
"kita menuju rumah sakit, yuni histeris ketika melihat kontainer. memang dia kecelakaan dengan kontainer mungkin dia mengingat pasca kecelakaannya kakak ipar" ucap martin berusaha dengan tenang menjelaskan kepada sang kakak ipar.
"apa dia baik-baik saja disana?"tanya Narendra
"ya dia sekarang sedang ditenangin oleh menantumu kakak ipar.
akhirnya mobil mereka berhenti dirumah sakit tempat yuni dirawat dulunya dan yuni masuk ke dalam pemeriksaan dan melakukan segala pemeriksaan rutin agar ayah yuni tau bagaimana sekarang kondisi putrinya. selama setengah jam akhirnya Dokter keluar dari ruangan yuni dirawat.
"dia hanya syok nanti juga bisa pulang" ucap dokter.
"baguslah, kapan dia sadar?? tanya ayah yuni yang panik melihat keadaan putrinya
"sekitar setengah jam lagi, pasien sudah bisa di jenguk tapi jangan terlalu lama mengajak pasien untuk berbicara atau pun mengingat sesuatu kejadian yang sangat berat." ucap dokter
"baiklah dokter, trimakasih banyak" ucap martin.
Willi menyuruh Ayah yuni dan Nani yang menjaga gavrael menuju kediaman mereka terlebih dahulu dan di dampingi oleh bodyguard tentunya. karena willi tidak mau terjadi apa-apa pada anaknya.
selang setengah jam yuni sadar, dan paman yuni langsung menuju tempat tidur putrinya dan memeluknya dan mencium kening yuni.
"kamu tidak apa-apa sweety?" tanya paman yuni
__ADS_1
Jangan Lupa LIke Komen Vote dan Favorit