STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Bertemu Vina


__ADS_3

Saat ini yuni sedang berada di mall membeli perlengkapan gavrael dan perlengkapan pernikahan mereka. yuni sedang asyik pusat perbelanjaan pakaian anak, yuni sibuk melihat-lihat sementara sepasang mata sedang menatap tajam kearahnya dari jauh. yuni memilih pergi sendirian, sementara gavrael di rumah bersama mertuanya, willi, paman yuni dan mertua nya sedang di perusahaannya willi ingin menunjukkan bagaimana caranya agar dia bisa memimpin perusahaan tanpa ada dirinya di perusahaan dalam jangka yang lama. akhir Nahendra memilih mengajaknya ke perusahaan, selain mengajarinya dia juga ingin melihat seberapa besar perusahaan menantumya.


yuni yang tengah asyik memilih pakaian, dikejutkan oleh sahabat lamanya yaitu Vina kakak seniornya.


"yun kamu ngapain disini?


yuni menoleh kearah suara yang menyapanya. yuni melihat wanita yang lebih tua dari nya dengan berpenampilan mewah tapi makeup yang berlebihan.


"yuni, kamu ngapain disini? belanja baju anak untuk siapa? untuk anakmu?" tanya vina lagi yang penasaran dengan penampilan yuni sekarang, yuni sekarang lebih ke ibuan tapi penampilannya sudah berbeda, semua yang dipakai yuni barang branded, meskipun makeup tipis tapi tak menutupi kecantikannya beda dari pada yuni yang dulu yang dia kenal.


"maaf kamu siapa? tanya yuni yang masih belum mengenal wanita yang ada didepannya saat ini.


vina terkejut mendengar pertanyaan yuni, "apa dia amnesia" gumam vina dalam hati.


"kamu tak mengenalku? ucap vina sambil menatap wajah yuni mencari kebohongan di manik mata yuni tapi vina tidak menemukannya fix dia lupa ingatan gumam vina dalam hati.


"maaf mungkin kamu mengenal ku tapi aku lupa ingatan, karena aku sempat kecelakaan dulunya" jawab yuni jujur.

__ADS_1


"kita minum kopi yuk disana?" ajak vina lembut sambil memegang tangan yuni. Yuni hanya mengikuti wanita yang bernama vina, yuni ingin menanyakan siapa dia dan siapa dirinya sendiri.


saat ini mereka sampai di cafe yang tak jauh dari tempat perlengkapan anak, mereka duduk berdua memesan kopi latte. yuni menerima kopi tersebut sambil mengulas senyum.


"apa kamu mengenal ku? berapa lama kita saling mengenal?" tanya yuni dengan lembut.


"kamu itu junior ku, kita sahabat lama dan sudah saling mengenal sejak lama bahkan kita sudah menjadi keluarga karena kita dulunya sangat dekat dan saling berbagi." jawab vina tapi itu tidak semua nya benar yang di ucapkan vina karena vina tau yuni lupa ingatan jadi dia memanfaatkannya.


"benarkah kita sedekat itu?!" ucap yuni dengan senyuman yang lebar, "aku seneng banget kak bisa jumpa sama kamu" lirih yuni lembut sambil menggemgam tangan vina.


"kamu tinggal dimana sekarang?!" tanya vina


"oia paman mu yang mana setau aku kamu tidak memiliki paman dan keluarga mu asli orang taput kan ?! ucap vina penasaran


"ya mungkin kakak juga terkejut, sama hal nya dengan ku, aku dulu berpisah dari keluarga kandung ku dan yang disini ternyata orangtua yang mengasuh ku itu adalah pengasuh yang bekerja dirumah kami di New York dulu, aku asli orang sana bukan orang sini" jawab yuni sambil tersenyum.


vina terkejut mendengarnya, pantesan dia mirip orang luar negeri dari paras wajahnya saja kelihatan gumam vina dalam hati.

__ADS_1


"terus calon suami kamu siapa?" tanya vina penasaran.


belum sempat yuni menjawab hp yuni berdering, yuni mengambil hp dari tas branded nya. vina yang melihat hp yuni harga ratusan juta terkejut. "siapa yuni sebenarnya, sekaya apa dia" pikir vina tak diucapkannya dan hanya dikatakannya di dalam hatinya saja.


"bentar ya kak" ucap yuni


vina hanya menganggukkan kepalanya tandanya dia setuju.


"ya papa, ini lagi di cafe minum kopi. aku ketemu teman lama pa disini bentar lagi pulang" ucap yuni


vina tak tau yuni bicara dengan siapa, dari obrolannya mungkin itu papa kandung yuni pikir vina. akhirnya yuni mematikan panggilan dari hp nya.


"maaf menunggu" ucap yuni


"oia yun kamu kenal Willi" tanya vina penasaran karena vina ingin melihat ekspresi yuni.


"willi mana kak" tanya yuni yang tak mau berasumsi bahwa namanya willi pasti banyak pikir yuni.

__ADS_1


"willi junior kita, pacar kakak" ucap vina bohong dengan mengatakan bahwa willi pacarnya. yuni saat ini hanya diam saja, yang yuni tau bahwa willi ayah dari anaknya adalah juniornya dulu dikampus, apakah ini hanya kebetulan nama yang sama atau orang yang sama pikir yuni sambil menatap lekat kearah vina.


Jangan lupa like komen vote dan favorit


__ADS_2