
Setalah kejadian tadi kami bubar dari kampus menuju ruang aula untuk memberikan arahan kepada cama cami dan membubarkan kegiatan MOS, saat itu aku datang terlambat bersama bg marbun angkatan 02 aku menggandeng tangannya masuk ke ruangan kami duduk bagian depan bisa dikatakan semua mata ke arah kami. arahan alumni disampaikan oleh alumni angkatan 95 dan 83. selesai arahan kami pergi makan malam ke cafe yang ada di daerah pasar merah.
"Jadi tadi kamu dek yang di cium cama cami itu? tanya salah satu alumni yang bersama kami." aku hanya melirik sebentar dan tak menjawab tapi langsung di jawab sama bang manik "iya bang, ciuman pertama nya di ambil sama junior tadi ucap bang manik" sambil ketawa yang ada di disitu pun tertawa.
aku hanya cengengesan sambil melihat semua yang ada disitu "brengsek kamu cebong karna mu aku jadi bulian alumni ucap ku dalam hati".
selesai makan kami minum kopi bersama dan saat aku kembali dari toilet aku melihat kak vina ada disana bersama kecebong "apa mereka pacaran gumam ku pelan" aku langsung berjalan menuju kemeja tempat ku bersama alumni ngumpul.
"kapan datang kak tanya ku"
"baru aja nie balas nya, kamu makan apa dek tanya kak vina" dan melihat ke arah cebong yang duduk dihadapan ku.
dia tersenyum kepada ku, aku mengerutkan kening ku dengan wajah kesal ku, "Hei jangan tersenyum karena senyum mu malapetaka bagi ku teriak ku" yang lainnya pada tertawa .
"apaan sih dek? tanya kak vina dan Willi mendekatkan wajahnya dengan wajah ku,
"Jodoh ku kamu sudah makan tanya willi" sambil tersenyum dan bisa di buktikan semua yang ada di meja itu akhirnya tertawa kencang melihat ku yang sudah di kerjain sama seorang junior. aku terkejut dia memanggilku Kata JODOH KU. "Kamu ya jangan panggil aku Jodoh ku ucap ku sambil mengarahkan sendok makan ke arah wajah nya. vina yang melihat kami hanya diam dengan tatapan sinis
"uda gak usah cemburu vin ucap kak Lia alumni 03 yang sedari tadi menatap ke arah kak vina" dan kami semua langsung melihat ke arah kak vina, dan membuat nya jadi salah tingkah.
"gak ah, aku mana cemburu ucapnya"
tanpa sadar aku mengucapkan kata yang seharusnya tidak ku ucapkan "baguslah kalau kakak gak cemburu ucap ku dengan polos" tanpa maksud apa apa.
Keesokkan harinya aku merapikan pakaian ku yang akan ku bawa pulang, karena aku akan berlibur ke kampung halaman ku. "mau pulang tanya kak vina yang sedang duduk di pinggir ranjang nya sambil memperhatikan ku "iya kak, mau bantu mama bapak ke sawah ucap ku".
selesai prepare aku melihat hp ku dan masuk sms dari nomor baru yang tidak ku kenal.
"sibuk?"
aku tidak membalas karena nomor nya tidak ku kenal dan masuk lagi sms baru dengan nomor yang sama.
"aku Willi," aku langsung kaget membaca pesannya
"kenapa tanya kak vina yang heran melihat ekspresi ku saat membaca sms.
"dari mana kecebong ini tau nomor ku ucap ku dengan polos"
"kecebong?? tanya kak vina lagi"
__ADS_1
"ah bukan siapa siapa kak balas ku berbohong"
tiba tiba masuk panggilan dari nya spontan hp ku melayang ke lantai karna aku kaget, dan langsung ku jawab.
"kenapa sih tanya ku dengan suara emosi"
"kamu di mana?"
"di kos jawab ku"
"kita main timezone ya aku jemput sekarang ucap nya" dan langsung mematikan panggilan secara sepihak.
"Willi brengsek teriak ku dengan kesal sambil mengacak acak rambut ku.
"apa kata willi dek? tanya kak vina penasaran"
*Willi ajak aku main timezone kak ucap ku jujur."
dan raut wajah nya langsung berubah menjadi kesal. "kakak suka sama willi tanya ku penuh hati hati"
"enggak lah ucap nya sambil berjalan keluar kamar dan menyenggol bahu ku."
aku langsung mandi setidaknya aku langsung pulang dari sana saja itu lah niat ku dan setengah jam willi nyampai di kos ku, dan menunggu diluar aku langsung keluar memakai ransel ku.
"kamu mau kemana tanya willi dengan heran"
"ayo buruan tapi kita ke loket dulu ya ucap ku"
kami langsung pergi meninggalkan rumah kos ku karena aku malas melihat kak vina hanya marah marah gak jelas menurut ku.
aku langsung menyuruh willi menuju loket simpati untuk memesan tiket pulang.
"entar malam aku pulang kampung, aku mau bantu mama bapak ku ke sawah selama libur" ucap ku pada nya dan dia hanya diam saja. setelah itu kami pergi ke mall hanya untuk main timezone, aku heran melihat nya umur sudah masuk dewasa kok mainnya kemari sih dalam hati ku karena aku takut bertanya takut dia tersinggung. selesai main timezone dia mengajak ku ke pusat perbelanjaan dan dia menyuruh ku mencoba jaket yang dia pilih dan membayar nya.
"itu pakai kalau kamu mau kemana mana, biar kamu ingat jodoh mu selalu ada dimana kamu pergi agar kamu gak bisa kecentilan melihat yang ganteng ucap nya"
"enak aja, aku kan masih sendiri wajar dong aku mau dekat sama siapa aja tanpa larangan dari mana pun ucap ku"
"ingat nie kamu yang bilang kalau aku jodoh mu" tegas nya menatap ku tanpa ekspresi, aku langsung diam aja.
__ADS_1
hari sudah sore kami memutuskan untuk makan, sambil makan aku memperhatikannya.
"kenapa tanya willi yang sadar kalau sedari tadi aku memperhatikan nya".
"kamu kaya ya? tanya ku, dan pertanyaan ku itu membuat dia langsung tersendat dan langsung minum minumannya"
"apa tidak ada pertanyaan lain apa? tanya nya sambil tertawa pelan.
"emang aku mau bertanya apa lagi ucap ku," dan aku melanjutkan makan ku dengan tenang.
"kamu tau bulanan ku hanya 500ribu, uang kos 200 perbulan 300 makan ku dan itu ku buat catring agar aku bisa makan tepat waktu karena ku punya maag ucap ku sambil menikmati makan ku, tapi aku melihat mu dengan mengajak ku makan diluar yang bayaran nya mahal dan membelikan aku jaket harga 200 san pasti orangtua mu kaya atau jangan jangan kamu bohong sama orangtua mu minta uang lebih untuk kuliah tapi uang nya kamu buat untuk kayak ginian lanjut ku sambil menatap nya.
"gak loh nie, ini uang jajan ku bukan hasil tipuan kok balasnya"
"kapan kamu balik lagi? tanya willi
"sehari sebelum masuk kampus ucap ku"
"jangan lama lama nanti aku diambil orang ucap nya" dengan kepedean, aku yang mendengar itu hanya geleng kepala. tingkat percaya diri nya terlalu tinggi gumam ku dalam hati.
kami akhirnya menuju loket selama diperjalanan dia menyuruh ku memeluknya dari belakang alasannya agar aku tidak jatuh kebelakang, tapi itu hanya alasan aku sangat meyakini itu. dan sampai di loket kami masih menunggu selama 1 jam , dia memberikan aku 1 kantong plastik dari minimarket yang isinya cemilan sama minuman mineral dan obat pusing. selama di loket dia selalu menggemgam tangan ku dan membuat ku risi karena di perhatikan orang yang ada di sekitar kami.
"will tangan mu ucap ku" berusaha melepaskan genggamannya.
"ga usah pedulikan orang lain nie, balasnya"
mobil ku akhirnya mau berangkat, dan aku menyuruhnya pulang karena aku mau masuk ke mobil. "kamu pulang yah bus nya mau berangkat ucap ku"
"aku pulang pas bus nya berangkat nie jangan usir aku ucapnya sambil memegang tangan ku.
"gimana aku mau masuk kalau tangan ku masih kamu pegang will ucap ku kesal".
dia hanya cengengesan
Cup
dia mencium pipi ku "hati hati ya dan ingat Jodoh mu ucap nya, aku hanya bengong melihatnya dan aku ingin bertanya tentang status kami tapi dia langsung menyuruhku masuk ke dalam mobil.
Hallo readers Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya
__ADS_1
Sarangee ❣️❣️😍