STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Holiday


__ADS_3

Saat ini mereka sedang berlibur diBay Bintan di Kepulauan Riau-Bintan bersebelahan dengan Pulau Batam. mereka menikmati panorama dan tempat wisata yang ada di kepulauan riau.


"indah sekali, apakah aku pernah kemari" tanya yuni kepada willi.


"aku rasa belum sayang" jawab willi sambil memakai kacamata hitam nya.





"ini kolam renang terbesar di Asia Tenggara sayang, kita akan menginap disini 2 malam saja. baru kita kembali ke mansion dan pulang ke medan bertemu mama supaya kita diskusikan pernikahan kita" ucap willi sambil memeluknya


sementara Narendra selalu senang, senyumnya tidak pernah pudar begitu melihat keindahan alam yang sangat indah dan limited edition. 😜


"Martin cari lah disini, pilih salah satu. willi bilang disini banyak yang Limited Edition, kamu pilihlah supaya tongkatmu tidak karatan" ucap narendra sambil memandang wanita seksi dari manca negara yang sedang liburan disana.


"kakak ipar ku pikir kau perlu makan obat, bukan aku tak mau menikah hanya belum dapat yang tepat saja. nanti aku akan menikah siapkan kado termahal untuk ku" balas martin.


"Ck.. kau mau apa? Saham?" tanya narendra.


"tidak, saham ku lebih banyak dari mu kakak ipar" ledek martin


"Dasar kau," ucap Narendra kesal.


Gavrael saat ini sedang bersama Yuni dan Willi mereka berenang bertiga, sedangkan bodyguard nya berjaga-jaga disekitaran tempat mereka saat ini. Narendra lebih memilih duduk santai sambil melihat yang blink blink 🤩 sementara martin berenang sendirian, tanpa sengaja dia nebrak seorang wanita yang berkisar umur dua puluhan.

__ADS_1


"Auuuhhgk..."teriak wanita tersebut sambil meringis kesakitan karena tanpa sengaja tangan martin terkena bahu wanita itu.


"sorry, aku tidak sengaja. mari ku bantu" ucap martin sambil melihat bahu wanita yang tanpa dia sengaja tersenggol oleh tangannya.


"kalau berenang hati-hati dong, pakai mata bukan pakai otot" teriak wanita itu sambil berenang pelan menuju pinggir kolam. martin yang melihat wanita itu kesusahan berenang, tanpa izin martin langsung menggendong nya dan membawanya ke pinggir kolam dan mendudukkan nya tepat disamping kakak iparnya.


"kau dapat asah mudah ternyata" ucap narendra sambil tertawa


"kakak bisakah kau memanggil dokter, sepertinya tangannya terkilir oleh ku suruh dia datang ke hotel" ucap martin dan kembali mengangkat wanita tersebut dan berjalan menuju hotel tempat mereka menginap. "hei aku mau kau bawa kemana haaa??" teriak wanita itu.


"aku akan mengobatimu, tapi kalau kau ingin plusnya tidak apa aku akan melayanimu sebagai permintaan maafku" ucap martin dengan tatapan dingin.


Glek


Dea menelan saliva nya mendengar ucapan pria yang ada dihadapannya.


"kita ngapain ke hotel, disini banyak tempat tuan tidak perlu dikamar mengobati ku" ucap dea yang sudah ketakutan.


"pakai itu, mata ku sakit melihat tubuh ratamu" ucap martin sambil melangkah kearah kamar mandi.


"Cihh... sudah salah, sombong lagi. untung tampan kalau tidak ku kubur kau hidup-hidup" teriak Dea kesal


martin yang mendengar teriakan wanita yang ada dikamarnya saat ini dia tersenyum smirk, ternyata ide willi berlibur kemari membawa kenangan untuknya.


selesai mandi martin melihat wanita tersebut berada di balkon, martin langsung memakai kaos putih dan celana pendeknya dengan rambut yang basah. dia berjalan mendekati wanita tersebut sambil menyodorkan minum kaleng yang dia ambil dari kulkas yang ada dikamar nya.


"ni minumlah" ucap martin sambil menyodorkan minuman kepada dea.

__ADS_1


"thanks" balas dea cuek


"nama kamu?" tanya martin


"Dea, Dea Watson" tegas Dea


"Blaster...." ucap willi


Belum sempat Dea menjawab bel kamar hotel mereka berbunyi


Ting Nong.... Ting Nong...


Martin langsung menuju kearah pintu, dan membukanya ternyata dokter telah tiba tapi bukan sendiri melainkan bersama kakak iparnya. "Masuk" ucap martin. Dea langsung menuju tempat tidur king Size milik martin dan membiarkan dokter tersebut memeriksanya.


"ini hanya terbentur, dan tidak ada yang serius. saya sudah olehkan obat dan ini harus dipakai setiap hari sampai obatnya habis". ucap dokter


"trimakasih dokter" jawab martin.


"baiklah aku ke hotel ku, aku akan beristirahat disana. tidak mungkin kita threesome kan?" ucap Dea yang ceplas ceplos membuat mulut narendra menganga..


"apa kedatanganku mengganggu mereka? apa mereka mau melakukannya? cepat sekali padahal baru hitungan menit, cih dasar anak muda zaman sekarang gak sabaran" gumam narendra dalam hati.


"aku antar" tegas martin sambil mendahului Dea dan membuka pintu untuk dea. Narendra yang melihat interaksi adik iparnya dia hanya tersenyum, "Martin mulai Nakal" ucap narendra sambil terkekeh.



#Dea Watson

__ADS_1



#Martin Dimitri


__ADS_2