
Di kamar ayah yuni narendra melamun, sampai larut malam tanpa menyalakan lampu. bahkan makan siang sampai malam hanya dikamar saja tidak mau bergabung makan di ruang makan. sungguh berat dia harus melepaskan putrinya baru beberapa tahun mereka bersama dan harus berpisah lagi meskipun hanya sementara. karena willi memutuskan untuk menetap di L.A tempat ayah yuni karena ayah yuni kondisinya sudah tua karena sakitnya, willi tidak ingin meninggalkan ayah yuni sendirian dan dia juga akan membawa ibu nya untuk tinggal di New York bersama kakak nya.
Tapi saat ini ayah yuni tidak ingin berbicara dan ingin sendiri. dan akhirnya Willi datang menjumpai ayah yuni ketika yuni, dan paman yuni istirahat. Willi mencoba mengetuk pintu kamar ayah yuni, tapi tidak di buka.
tok tok
"dady aku willi, apa dady sudah tidur? ucap willi
tapi tidak ada jawaban sampai willi berada didepan pintu selama 1 menit tapi tak kunjung di buka akhir nya willi memutuskan turun ke bawah menuju kamar ruang tamu, baru tiga langkah dia berjalan dia mendengar suara pintu terbuka, dia menoleh ke belakang dan melihat ayah yuni yang dimana penampilan rambutnya agak berantakan. "dad are you oke?" tanya willi penasaran.
"masuklah" jawab narendra dengan suara seraknya.
__ADS_1
willi masuk kedalam kamar ayah yuni yang dimana lampu padam, hanya ada pantulan cahaya lampu sedikit dari arah balkon kamar ayah mertuanya. mereka menuju balkon kamar, dan duduk disana, willi mengambil selimut dan meletakkannya di atas kedua paha ayah yuni karena cuaca nya sudah mulai dingin dan tak bagus untuk kesehatan ayah yuni.
Narendra yang melihat tindakan calon menantu nya tersenyum tipis, "makasih" ucap ayah yuni. Willi langsung duduk di samping ayah yuni, "dad, dady mau ke indonesia?" tanya willi
ayah yuni hanya memandang calon mantu nya, "kita akan berkunjung di wisata yang ada disana, dan supaya dady tau dimana dulunya yuni kuliah dan dady tau putri anda memiliki usaha yang banyak" ucap willi sambil tersenyum bangga.
"kamu serius?? usaha apa yang dibangunnya" tanya ayah yuni yang penasaran. willi yang melihat ayah yuni yang penasaran menjadi semangat untuk mengajaknya ke indonesia bersama-sama. kapan lagi mertuanya bisa menginjakkan kakinya ke negara nya bersama mereka, willi hanya ingin membahagiakan mama dan dady nya. masalah kerja dan materi jika di gabungkan semuanya baik dari willi dan yuni mereka sudah memilikinya bahkan lebih dari cukup sampai tujuh keturunan pun tak akan habis.
"jika dady ingin tau aku bisa menunjukkannya, betapa kaya dan berhasil putri dady saat dia bersama sahabatnya berjuang mendapatkan itu semua. aku harap dady mau ikut bersama kami sampai ingatan yuni pulih dad, setelah itu kami akan menikah disini. aku melakukan ini karena perusahaan ku dan usaha yuni harus ku persiapkan dulu sebelum kami menetap disini begitu juga dengan mama ku, aku berharap besar dady mengerti dan merestui kami." ucap Willi pelan.
"cuaca mulai dingin sebaiknya kita istirahat," ucap ayah yuni sambil bangkit berdiri dengan pelan dan dibantu oleh willi. Willi membantu merebahkan ayah yuni ke tempat tidur dan menyelimutinya dan menyalakan lampu tidurnya.
__ADS_1
"mimpi indah dad, Tuhan memberkati mu" ucap willi dan melangkah keluar kamar. Tapi Sesampai di pintu kamar langkahnya terhenti karena Ayah yuni memanggilnya.
"Nak...Besok kamu persiapkan semuanya minta bantuan sama paman mu martin termasuk pakaian ku" ucap ayah yuni sambil menutup matanya, willi yang mendengar perkataan ayah mertuanya langsung senang dan bahagia. Willi berlari ke arah ayah yuni yang sedang tidur dan willi langsung memeluk ayah yuni, dan mencium pipi ayah yuni. ayah yuni langsung kaget karena di cium Calon menantunya.
"kenapa kau mencium ku anak muda"? tanya ayah yuni sambil menghapus bekas ciuman willi yang ada di pipinya
"aku senang banget dady mau ikut, aku sudah lama tidak mempunyai dady karena itu aku begini. ini karena aku terlalu bahagia dad. Makasih dad, aku bahagia dady merestui kami" ucap Willi sambil memeluk erat ayah yuni.
"sudah.. sudah lepaskan" ucap ayah yuni sambil memukul pelan lengan willi, willi hanya terkekeh melihat tingkah mertuanya itu.
"aku masih normal anak muda, aku tak selera dengan mu karena kau pria yang jelek" ucap ayah yuni sambil mengubah posisi tidur nya sambil membelakangi willi.
__ADS_1
"malam dady ku, have a nice dream
jangan lupa like komen vote dan favorit ❣️