
"dady kenapa dady sendirian disini, uncle martin dimana?" tanya Willi sambil mengedarkan pandangannya dikamar mertuanya.
"dia lagi menyelam sambil mengAsah" Jawab Nahendra sambil tertawa
Willi mengerutkan dahinya karena bingung dengan ucapan mertuanya. Nahendra melihat menantunya yang kebingungan membuatnya semakin ketawa kencang, dia merasa lucu melihat mimik wajah calon mantunya saat ini.
"dad"
"sudah sudah tak perlu kau pikirkan, doakan saja dia berhasil mengasah tongkat nya agar tidak karatan lagi" ucap narendra sambil merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
"oia gimana dengan pria yang memeluk putri ku itu, kenapa kamu memecatnya? dia mengatakan dia hanya menenangkan yuni karena keadaan yuni yang mendadak gelisah, gemetar dan pucat. apa tidak keterlaluan kau memecatnya bahkan membuatnya tidak dapat bekerja di perusahaan mana pun." lanjut Nahendra ayah yuni.
willi menghampiri mertuanya dan memegang tangan mertuanya yang keriput, "dad yang ku lakukan itu demi kebaikan yuni, bukan karena aku cemburu atau bagaimana. tapi dia pria yang berbahaya karena dulu di Medan dia hampir memperkosa yuni dad" ucap willi sambil menunduk dan masih memegang tangan mertuanya.
Nahendra yang mendengar itu kaget,
"Apaaa, kenapa tidak kau bunuh saja" teriak nahendra
"aku tidak bisa dad," ungkap willi
"Why..." ucap nahendra
"karena putri mu tidak mau anaknya memiliki seorang ayah pembunuh." lirih willi dengan wajah sendu
"baiklah yang kau lakukan sudah benar, tapi sekali lagi dia menyentuh putri ku dia tidak akan selamat ditangan ku" ucap nahendra.
"sudahlah dad, aku mau dady sehat jangan pikirkan yang lain" ucap willi
"dimana putriku sama cucuku?" tanya nahendra
"mereka di kamarnya dad, cucu dady tidur" jawab willi.
"dady istirahat ya" lanjut willi sambil menyelimuti mertua nya dan menyetel AC kamar mertuanya.
__ADS_1
❣️❣️❣️
Sementara Martin saat ini sedang di lobi hotel duduk termenung memandangi pengunjung dan para pegawai hotel. setelah puas di lobi martin menuju restoran yang ada di hotel tersebut. dia memesan menu makan siangnya, "Nasib seorang jomblo ya begini, semua sendiri" ungkap Martin.
drrrrttt drtttttt
Hp Nahendra berbunyi, nahendra bangun dan melihat ke layar benda pipih tersebut, nomor yang tidak di kenal muncul.
"Hallo" Nahendra
"Hendra apa kabar, aku tidak menyangka ternyata kau masih kuat sampai di Asia Tenggara" ucap seseorang disebrang sana
"Siapa kau" tanya Nahendra
"Kau ingat, kau sudah merebut Yuki dari ku dan membuatnya mati karena keluarga mu dan sekarang aku akan merebut Yuni putri mu akan ku bunuh dia Hahahaa" ucap seseorang dengan suara tegas
"Heii hei siapa kau bangsat" teriak nahendra.
nahendra berusaha bangun, tangannya gemetar dan tongkatnya jatuh sekuat mungkin dia menggeser badannya untuk meraih hp nya yang terjatuh dari tangannya. karena hp nya terjatuh kelantai akhirnya dia menggunakan telepon hotel yang ada di kamarnya dan menelepon petugas agar datang ke kamarnya.
Selang 10 menit petugas hotel datang, dan nahendra menyuruh mereka mengambil hp nya dan mendekatkan tongkatnya. sekalian nahendra meminta petugas hotel agar membawa makanan dan minuman air mineral untuknya.
"trimakasih, maaf merepotkan" ucap nahendra jujur kepada pelayan hotel.
"sama-sama pak jika perlu bantuan hubungi kami" balas pelayan hotel
akhirnya Nahendra meraih hp nya dan mengscroll seseorang,.
"Hallo kau lacak nomor ini dan cari tau siapa dia, aku mau itu kau dapat sebelum hal buruk terjadi. besok harus sudah ada kau kirim berkasnya untuk ku, Mengerti..!! Tegas Nahendra.
Nahendra emosi dan kesal dia berusaha mengatur nafasnya dan dia tidak boleh lengah akan hal ini, dia sangat tau Pria Misterius yang meneleponnya kali ini, dan dia tidak ingin hal buruk terjadi kepada keluarganya dan semuanya. karena pikiran nahendra saat ini sedang kacau dia akhirnya menghubungi martin.
"hei apa kau sudah selesai bercocok tanam?" teriak nahendra
__ADS_1
"kakak ipar, jangan meledek ku. ada apa?!"
"cepat kemari, dada ku sesak" bohong nahendra.
"seriusss?! iya aku kesana sekarang" ucap martin langsung menghentikan makannya dan langsung meletakkan bill dan uang pembayarannya.
dia jalan tergesa-gesa tanpa memandang ke kanan dan ke kiri sampai dia menabrak seseorang dan membuat nampan yang dipegang wanita tersebut jatuh beserta isinya dan hal itu membuat semua pengunjung melihag kearah keributan tersebut.
"Shiit" maki martin
"Heii pake mata kalau jalannn..." teriak Dea, ya mereka berjumpa kembali karena dea menjumpai temannya yang menginap di hotel yang sama dengan martin.
"sorry, aku buru-buru, ini uang beli lagi makanan mu" ucap martin sambil memberi beberapa lembar uang seratus ribu indonesia. dan Martin langsung berlari kencang meninggalkan Dea yang masih emosi melihat perbuatannya.
sesampai dikamar dia melihat nahendra dan makanan yang ada di meja. "kakak ipar kau mau makan" tanya martin
"hemm" balas nahendra
martin menyiapkan makan siang nahendra, selama makan nahendra hanya diam dan martin heran melihatnya. karena sepeninggalannya kakak iparnya masih tertawa dan bahagia.
"Martin, aku menitip yuni jaga dia beserta cucu ku begitu juga perusahaan" ungkap nahendra sambil memandangi sisa makanan yang tidak habis dimakannya tanpa melihat kearah adik iparnya.
"kakak ipar apa maksud mu? selama ini itulah tujuanku karena aku sudah berjanji dengan kakak yuki aku akan setia bersama mu." ungkap martin yang bingung melihat wajah lesu kakak iparnya.
"dan besok kita berangkat ke medan, ingat atau tidak ingat yuni dia harus menikah karena aku ingin mendampinginya" tegas Nahendra sambil memandang hp nya yang ada di nakas tempat tidurnya. martin melihat kearah mana manik mata kakak iparnya, dan melihat benda pipih yang ada di nakas "apa ada sesuatu yang terlewatiku" gumam martin dalam hati.
"Baiklah aku akan mengurus semuanya," ucap Martin sambil bangkit berdiri dan berjalan kearah pintu, belum sampai ke pintu nahendra memanggilnya kembali.
"Martin, perketat penjagaan untuk Putri Cucu dan mantu dan keluarga kita" ucap nahendra dengan tatapan tajamnya, martin melihat mimik wajah kakak iparnya, dan menyimpulkan bahwa seseorang meneleponnya dan mengancamnya.
"don't worry, I'll take care of everything" tegas Martin
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT SEBAGAI PENYEMANGAT OUTHOR 🥰😘 THANK YOU ALL 😘❣️
__ADS_1