STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Kejujuran


__ADS_3

saat ini yuni terbaring diruang kesehatan yang ada dikampus mereka, willi terus berpegangan dengan tangan yuni sampai yuni sadar. karena dia yakin bahwa yuni ingat kenangan kelamnya selama kuliah.


"wake up baby" lirih willi dengan wajah sendu


"kamu tenang saja, dia wanita kuat!!" ucap dosen pembimbing yuni sewaktu kuliah


"Yes Mrs, i Know"


"tetap semangat, saya lanjut mengajar dulu"


selang dua jam yuni akhirnya bangun dari pingsannya. yuni melihat willi yang tertidur di sisi ranjangnya sambil menggenggam tangannya. yuni tersenyum melihatnya dan merapikan ujung rambut yang jatuh di pelipis wajah willi. Willi terganggu karena sentuhan yuni dan dengan berat dia membuka kedua kelopak matanya, dan terkejut melihat yuni sudah bangun dan tidak pucat seperti awal dia pingsan. "sayang, kamu tak apa-apa?!" tanya willi kuatir.


"hemm, aku tidak apa-apa sayang" balas yuni


"kita pulang yuk," ucap yuni lagi


"ya kita pulang" balas willi sambil menggendong yuni keluar dari ruangan kesehatan menuju mobil mereka, yuni agak malu dilihatin para junior nya dan yuni menutup wajahnya kedalam dada bidang willi. dengan hati-hati willi merebahkan tubuh yuni di kursi mobilnya dan memakaikan seltbetnya dan langsung menuju pulang kerumah.

__ADS_1


"sayang apa kamu rasakan" tanya willi sambil menyetir dan sesekali dia melihat kearah yuni


"aku merasakan sesuatu kekecewaan, luka, dan kehilangan" lirih yuni memandang lurus kejalan


willi terbungkam mendengar penuturan yuni, cukup lama willi terdiam akhirnya dia mengalihkan omongannya. "sayang kamu nanti acara resepsi pernikahan kita seperti apa konsepnya" ucap willi sambil tersenyum


"terserah kamu saja" jawab yuni dengan sikap dinginnya.


willi yang merasa bersalah akan kesalahannya dulu sewaktu kuliah, akhirnya dia tidak tahan jika yuni selalu bersikap dingin dengannya willi merasa bahwa yuni sudah mengingat dirinya dan kejadian yang dia alami. willi meminggirkan mobilnya dan berhenti. willi mencoba memgatur pernapasannya dan merileks kan pikirannya. "sayang apa kamu ingat sesuatu" ucap willi yang masih penasaran


"Aku ingat WILL..!! KAMU JAHAT WIL!!


willi terkejut mendengar intonasi panggilan namanya sama dengan masa lalu yang yuni ucapkan terakhir kalinya sebelum mereka berpisah. "dia mengingat kesalahan ku saja, huuf''


"Sorry, You're right all it's all cause of me" lirih Willi sambil menunduk.


yuni langsung menatap wajah willi dengan lekat tanpa berkedip sedikit pun. "Why" satu pertanyaan yang dapat menghantam jantung willi saat ini, bahkan mau merangkai kata-kata saja tidak sanggup dan willi akhirnya memilih memeluk yuni. willi menjadi pria yang lemah karena yuni, willi menjadi pria yang cengeng karena yuni, willi menjadi pria yang kuat karena yuni semua karena yuni, yuni yang menghancurkan benteng sifat kecuekannya dan sifat dinginnya dan sifat cuek yuni yang membuatnya marah, kesal, dan kepergian yuni yang membuatnya hancur dan willi sadar bahwa sedalam itu besar cintanya pada yuni.

__ADS_1


"i love you, dont leave me baby" lirih willi dengan suara serak karna menahan air matanya agar tak jatuh. yuni mengendorkan pelukan willi, tapi willi makin memeluknya dengan erat bahkan kuat sampai yuni sesak.


"sayang aku sesak" ucap yuni pelan


"berjanjilah tidak meninggalkan ku sampai kapan pun, berjanjilah pada ku sayang"


"kamu adalah ayah dari anakku, selamanya ku rasa tanpa ku bilang kamu tau artinya apa" ucap yuni..


"tidak sayang, aku mau kamu mengucapkannya"


"apa Gavrael tidak cukup membuktikan besar rasa cintaku sama mu will???? tanya yuni


willi mendengar itu semua menjadi senang dan menghujani ciuman bertubi-tubi diwajah yuni.


"**i love you baby"


"ilove you too"

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote**


__ADS_2