
"kamu punya uang, tanya yuni"
"What, aku terkejut oleh pertanyaan yang sama sekali tidak ada kaitan nya dengan persoalan yang barusan kami bahas. untuk apa lanjut ku".
"aku ingin minum malam ini bersama mu, aku ingin mengenang waktu dulu kita sedang minum di lantai 3 gedung baru kampus kita ucap nya sambil tersenyum, Boleh kan ? lanjutnya lagi sambil memandangi ku dengan senyuman nya.
"oke, mau minum apa?"
"Wisky dan Vodka ucap nya sambil memeluk ku dengan erat. aku ingin menceritakan semuanya kepada mu, termasuk tentang vina ucap nya"
aku langsung mengendorkan pelukan nya, dan melihat nya "tunggu ya aku pesan dulu balas ku"
aku langsung menghubungi pihak hotel memesan minuman dan makanan ringan karena kami akan melewati malam yang kelam dan aku yakin pasti ada air mata gumam ku dalam hati.
"sayang, kamu kenapa tidak kerja di jakarta"
aku bukannya menjawab tapi malah memeluknya kembali dan mencium bibir nya, "aku betah di medan untuk mu, aku menunggu mu datang di acara reuni akbar kampus kita agar kita bisa ketemu balas ku.
"tapi aku tidak ikut reuni, karna aku tidak suka hal begituan ucap nya".
aku menuntun nya ke ranjang, "sayang aku mau kamu bisik ku" sambil mengecup kuping dan leher nya.
Hem sayang erang nya..
aku memeras kedua dada nya, dan langsung ku angkat ke atas kemeja yang dikenakan nya dan ******* dan mengeksplor lidah ku di ****** nya dan kami sama sama sudah di puncak gairah dan ingin menuntas kan hasrat yang membara ini tapi tiba tiba bel kamar dan ketukan kamar membuat kami berdua sadar bahwa pelayan hotel datang membawa pesanan kami.
"nanti kita lanjut ya ucap nya sambil melahap bibir ku dengan lembut"
aku membuka pintu dan menyuruh pelayan membawa masuk pesanan kami dan memberi nya tips. setelah pelayan pergi aku langsung mengunci pintu dan membuka pakaian ku.
"aku mau kita bertarung duluan sebelum cerita menyakitkan itu di mulai ucap ku sambil tertawa senang dan membuka kancing kemeja yuni"
yuni hanya terkekeh pelan, dia langsung mengalungkan tangan nya ke leher ku dan mencium bibir ku "i love you willi, ini lah yang selama ini ku pendam dan ingin memberi tahu mu sayang sebelum aku pergi dulu tapi Tuhan menyuruh aku menunda sampai 10 tahun ucap nya sambil tersenyum."
"cinta ku lebih besar sayang, aku mencari mu tapi diri mu pergi jauh dan tidak mencari ku" ucap ku disela kami berciuman. aku langsung membuka celana ku dan pembungkus aset ku, dan mengarah kan jari ku ke biji pink nya.
"Ah Ah sayang Hem, "
"panggil nama ku sayang, ucap ku dengan melakukan ritme yang agak kasar karna hampir sampai puncak *******"
"Will.... Willi sayang... Ah
__ADS_1
erangan kami menggema di ruangan yang kedap suara ini, kami sudah sama sama sampai puncak kepuasan. aset ku masih di dalam dan masih bisa ku rasakan kedutan dari kawah surga yang menjepit berkedut seolah menjepit aset ku dengan rasa hangat dan nikmat.
"makasih sayang ucap ku dengan memeluk dan menciumi wajah nya."
"sayang aku pengen minum, ucap yuni sambil berjalan dengan tubuh polosnya ke arah botol Vodka dan membuka nya dengan gigi nya"
"Heii..jangan lakukan itu teriak ku"
hahaha .. ini bukan apa apa sayang, aku bisa membuat aset mu patah dengan gigi ku ucap nya sambil tertawa renyah dan aku langsung reflek memegang aset ku dengan kedua tangan ku.
yuni datang dengan membawa 2 gelas dan vodka ke ranjang kami duduk sambil bersandar dan berpelukan. aku melihat nya minum dengan satu tegukan , dan sampai 3 gelas dia minum dan yang ke 4 aku menahan nya. "kamu sudah terbiasa minum? tanya ku"
"Hem, sambil menganggukkan kepala nya dan meminum gelas yang ke 4 dengan satu tegukan, aku makin kuat minum dari kejadian itu. itu ku lakukan agar aku amnesia tidak mengingat semua nya" ucap nya.
"ceritakan lah, aku sudah siap" ucap ku
dan lanjut ku "ceritakan awal jumpa kamu dengan pria bajingan itu tegas ku".
❤️❤️ Flashback❤️❤️
saat itu dikampus masa penerimaan mahasiswa baru, banyak lulusan Sekolah Menengah Atas mengikuti ujian tahap I dan ingin masuk kuliah di tempat ku. aku memandang seragam baju putih hitam yang sibuk membaca di luar aula tempat mereka yang akan diadakan ujian, saat itu aku baru selesai mengikuti kelas Lab Teknik Kimia Analisa dan memandang ke bawah melihat para pejuang yang akan menjadi Mahasiswa baru dikampus ku nanti.
"Biasa saja jawab ku dan mengalihkan pandangan ku melihat ke arah yang lain.
"yun yun dia lihat kemari, ucap mia" dengan kegirangan sambil menyenggol lengan ku dan aku refleks melihat ke arah yang dia maksud. sekian detik aku memandang nya dengan datar tanpa ekspresi dan langsung mengalihkan pandangan ku dengan melihat senior ku yang sedang sibuk dengan Skripsi nya.
dan setelah mata kuliah ku selesai aku bersiap mau pulang dan di tengah lorong aku melihat calon MB ( Mahasiswa Baru ) yang tadi di sukai Mia berjalan ke arah ku, aku cuek aja dan memandang ke depan. dan saat kami sudah berhadapan dia menghalangi ku sambil tersenyum, "Maaf , toilet dimana ucap nya"
Ck, dasar pria ujar ku pelan, aku membalas senyum nya dan menjawab "sebelah sana sambil menunjuk kan arah toilet pria" dan aku langsung melanjut kan perjalanan ku, "bisa antar aku ucap nya kembali" aku reflek berhenti dan memandang nya dengan tajam "your crazy? bentak ku, "im crazy after seeing you" balas nya dengan senyuman mengerikan.
"kamu sangat gila waktu itu willi ucapnya
sambil tertawa pelan dan aku langsung memeluknya "karena tatapan mu terlalu dingin sayang itu yang membuat ku penasaran" balas nya.
aku tinggal di Menteng 7 Gang Sehati dan aku bersama kakak senior ku mengontrak rumah kopel dengan 2 kamar, didalam kami ada 5 orang 3 wanita dan 2 pria. bangun pagi tepat nya saat itu pas hujan turun di kota medan membasahi jalan dan teras rumah kontrakan ku. "dek bangun, teriak kakak senior ku" aku masih menutup mata ku mengumpulkan sisa nyawa ku untuk kembali ke raga ku, dan teriakannya masih kembali terdengar "Nie bangun, sudah jam 7 lewat kau ada ujian dek teriaknya. aku terkejut dan spontan bangun dan buru buru masuk ke kamar mandi tanpa melihat kiri kanan dan langsung membuka pintu kamar mandi dan ku lihat ada pria lain yang bukan penghuni kontrakan ada di kamar mandi, pria tampan itu tersenyum "pagi sapa nya" aku masih terdiam dan langsung masuk begitu dia keluar dari kamar mandi. aku saat ini hanya mandi bebek saja haha takut telat karena hari ini mata kuliah dengan dosen killer.
__ADS_1
setelah ritual mandi aku langsung menyusun semua perlengkapan ku ke dalam tas dan mengambil jas hujan dan payung, aku terburu buru sampai tidak sarapan. kak vina langsung menjumpai ku dan menyuapi nasi goreng yang di masaknya kedalam mulut ku, aku memakan nya sambil tersenyum, dan dia menambahkan 2 sendok nasi goreng lagi kedalam mulut ku sampai mulut ku penuh dan membuat wajah ku macam ondel ondel, pria yang tadi di kamar mandi hanya tersenyum melihat tingkah ku.
"anak gadis selalu bangun telat, bersyukur kau nie dapat kakak senior macam kakak ini, menyuapi mu dengan sabar kayak gini. aku masih menguyah nasi goreng yang kepenuhan di dalam mulut ku sampai aku tidak bisa bicara sambil memakai sepatu ku.
aku langsung bergegas berangkat ke kampus dengan memakai payung dan berlari. akhirnya aku sampai saat dosennya belum tiba hanya ast dosen nya saja yang masih ada disana.
ku melewati semua ujian dengan baik dan penuh ekstra yang kuat baja di mana harus belajar dan menghapal semua rumus yang bahkan tidak masuk ke dalam otak kecil ku ini.
hari ini hari minggu disitu kami ngumpul satu kos ya hanya waktu libur saja aku bisa jumpa dengan para senior ku yang satu kos dengan ku, aku melihat pria itu lagi sudah selesai mandi. dia menyapa ku "hai sambil menunjukkan gigi nya yang putih aku hanya membalas dengan senyuman."
"dek kemari lah pergi belanja dengan teman abang ini ucap leo abang senior ku dan menyerahkan uang belanja" kami sering berganti gantian belanja tapi aku yang jarang ikut dengan mereka karena aku catring ke tetangga sebelah. aku lebih menyukai makan masakan rumah dari pada warung nasi, karena masakan rumah bisa membuat rasa rindu ku sama keluarga ku termasuk mama ku bisa terobati.
"ayo ucap dion" sambil jalan ke arah keluar kos sambil menghidupkan motor milik leo.
diperjalanan dia banyak bertanya tentang kota medan aku hanya menjawab sekedarnya saja. dan selesai berbelanja kami menuju kos dan di lampu merah kami berhenti dan ketepatan mobil merah berhenti di samping kami, dan aku berkaca di kaca mobil tersebut sambil merapikan rambut ku. dan kaca mobil terbuka menurun dan memperlihatkan pemilik mobil, aku langsung melebarkan bola mata ku, kenapa dia ada dimana mana ujar ku pelan dan dion membalas ucapan ku "kenapa sambil melirik ku ke belakang." aku langsung membuang wajah ku kedepan "gak apa apa balas ku, aku malu sekali karena ketahuan berkaca di kaca mobil calon MB ku dan aku berharap dia tidak menang ujian dan tidak lolos masuk ke kampus ku gumam ku .
kami sampai kos dan melakukan ritual memasaknya. selesai makan siang, dion mengajak ku ke teras rumah untuk menemani nya bermain gitar dan bercerita.
"abang dari mana asalnya ucap ku membuka obrolan kami berdua."
"aku dari jakarta ada sedikit masalah, jadi sporing kemari. maaf sudah merepotkan kalian ucap nya sambil tersenyum, gpp biasa aja jawab ku sambil tersenyum melirik ke arahnya sebentar dan aku langsung mengalihkan pandangan ku memandang kedepan.
"yuni uda punya pacar? tanya dion" sambil menyalakan rokoknya yang ada di bibirnya.
aku menoleh ke arah nya dan tersenyum, belum sih jawab ku tapi ga tau nanti belum ada rencana ucap ku kembali sambil ketawa pelan.
dia hanya tertawa melihat ku, dan kami hanya mengobrol dan bernyanyi pelan karna baru kali ini kami ada waktu saling komunikasi.
Malam hari nya kami makan bersama sambil memanggang ikan.
sambil memanggang dion mendekati ku dan menyuapi ikan yang sudah di panggang karena ulah nya kakak senior nya meledek ku. "cuit cuit Hem, kompak ya ucap Vina, aku langsung cemberut karena diledekin terus oleh mereka tapi dion makin gencar menyuapi ku entah apa maksud tujuan nya aku gak peduli toh aku juga ga suka kan karena bagi ku susah buka hati. karena dulu sempat aku menjalani cinta monyet semasa SMA tapi gagal ya akhirnya aku fokus kuliah dan belajar.
"yuni kalian pacaran aja ucap Leo yang membuat aku langsung tersendat dan dion langsung memberikan aku minuman".
sejak pertanyaan itu aku mulai diam dan menjauhi dion, dan dion yang ku lihat hanya menanggapi dengan biasa saja dengan perubahan ku.
selesai acara makan dan memanggang aku mulai membersihkan dan merapikan piring kotor dan dion membantu ku tanpa berbicara dengan ku. selesia itu aku langsung membersihkan diri ku dan langsung tidur karena besok aku harus rapat dengan ketua BEM untuk persiapan penyambuatn mahasiswa baru.
__ADS_1
Hallo semua jangan pernah bosan ya baca cerita ku, salam sehat. tinggalkan komen like dan vote nya yah. Thank you ❤️❤️