STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Willi VS Yuni


__ADS_3

Sore harinya di Trie Nie Dreams Hotel segala persiapan untuk acara peresmian hotel Narendra Niels sudah selesai dengan sempurna begitu juga dengan penjagaan sudah di persiapkan untuk menjaga hal yang tak terduga. di sepanjang hotel sudah berjejer papan bunga dari kerabat dan relasi begitu juga dari yang lainnya. Saat ini yuni, sedang memakai gaun hitam sangat pas ditubuhnya dan makeup yang natural dan simple itu semua membuatnya semakin seksi dan bagian belakang yang terbuka sangat menantang untuk kaum adam pastinya.


yuni hadir bersama anaknya dan nani atau pengasuh anaknya. mereka datang lebih awal menghindari banyak pertanyaan nantinya dari Wartawan atau pun tamu yang datang.



Banyak kaum adam yang hadir lebih awal dan melihatnya terkagum-kagum karena rata-rata mereka tidak mengenal siapa yuni. yuni masuk kedalam Aula hotel dimana acara akan di laksanakan dan menyapa para tamu walau pun hanya sekedar sapaan saja dan dia langsung menuju kamar kosong tempat anak dan pengasuhnya nanti nya tentunya di depan pintu ada penjaga nya.


Acara akan di mulai sekitar 20 menit lagi, sementara Willi terjebak macet dari hotelnya ke tempat acara undangan dari paman yuni. uncle jack sudah terlebih dahulu datang, dan sekarang dia sedang bersama narendra sahabat lamanya.


"kau tampak tua sekali, dan sedikit memprihatikan," ucap Jack sambil senyum mengejek narendra yang sekarang sedang berdiri menggunakan tongkat. Narendra yang mendengar ejekan dari Jack membuatnya kesal tapi dia tau saat ini bukan yang tepat untuk memukul manusia yang ada dihadapannya sekarang dengan tongkatnya.


"Ck, kau tau jack, tongkat ku ini bisa menghilangkan Pingpong mu yang dua dibawah itu dari tempatnya dan tinggal tongkatnya agar kita sama-sama mempunyai tongkat tapi tongkat ku bisa membuat ku jalan sementara tongkatmu tidak kuat dan lemah " jawab Narendra sambil menatap tajam.


Jack yang mendengar perkataan narendra langsung spontan dan tanpa sadar menggenggam asetnya dengan kedua tangannya. "Kau selalu seperti itu, ini aset ku yang berharga dan jangan kau hilangkan kenikmatan itu narendra" tegas jack sambil memandang tajam kearah narendra. sementara ayah yuni Narendra hanya tertawa sambil memeluknya, "kau tetap sama selalu takut jika aset mu ingin ku musnah kan ucap. ayah yuni sambil menekan keras bahu jack dan jack meringis pelan sambil tersenyum terpaksa. . karena tekanan tangan ayah yuni yang sangat kuat.


"Jack, dimana dia?" tanya Martin


"di jalan, terjebak macet" jawab Jack


Acara pun di mulai tapi Willi belum juga tiba, sampai ke acara intinya perkenalan pewaris satu-satunya. Narendra menyuruh yuni naik ke atas panggung dan memperkenalkan putri nya kepada seluruh pebisnis dan tamu yang tiba saat ini. tentu banyak kaum adam yang merupakan teman bisnis ayahnya ingin menjodohkan putranya dengan putri narendra yang anggun dan cantik seperti alm.ibunya. tapi yuni menanggapinya dengan senyuman. setelah acara perkenalan dan peresmian hotel, yuni dan ayah nya turun dari panggung menuju rekan bisnis ayah nya. yuni yang notabenenya mempunyai sifat yang ramah dan selalu merendah membuat orang senang berkenalan dengan generasi dan penerus DM Group.


Sementara Willi yang baru tiba didepan aula langsung jadi sorotan wartawan, menanyakan undangan dari perusahaan apa dan hubungannya apa dengan keluarga Narendra dan Willi hanya menjawab dengan senyuman tanpa mengucapkan satu kata dari bibirnya



Willi masuk kedalam hotel dan mengedarkan pandangannya mencari uncle jack dan uncle martin tapi dia tidak menemukan nya, didalam juga dia menjadi pusat perhatian para kaum wanita yang terpesona akan pesonanya dan gantengnya. Willi tidak menggubris para wanita yang mendekat ke arahnya, willi yang jalan tergesa-gesa menyusuri para tamu dan melihat dimana uncle nya. dia berpikir apa acaranya sudah selesai, apa yang ingin ditunjukannya, yuni ku mana sederet pertanyaan dibenaknya hari ini. dan akhirnya dia memilih duduk di dekat pintu samping hotel karena dia lelah keliling, sementara Uncle jack, martin dan narendra didalam kamar hotel sedang membicarakan untuk mempertemukan willi dan yuni tanpa mereka sadari bahwa kedua insan tersebut bertemu dengan sendirinya.


Yuni saat ini sedang di kamar hotel tempat anaknya dengan pengasuh yang merawat anaknya. yuni melihat keadaan anaknya baik-baik saja dan dia memutuskan untuk keluar melihat ayah dan pamannya karena dia berencana untuk pulang. Sesampai di Lift yuni bertemu dengan pria yang tak lain adalah anak dari teman bisnis ayah nya yaitu Feivel.

__ADS_1


"hai dari mana" sapa feivel dengan senyumnya


"dari kamar, " jawab yuni seadanya.


"kamu mau ke aula" ucap feivel


"ya, saya mau menjumpai papa" jawab yuni


"jangan formal kali, panggil aku Vel saja kita sepertinya seumuran bukan" ucap Feivel sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman. yuni hanya mengganggap salam perkenalan dan mereka bersalaman. tapi feivel langsung menggenggam tangan yuni menuju aula. yuni dan feivel yang masuk dari pintu samping tepat di belakang willi, karena itu willi tak bisa melihat mereka langsung. mereka berjalan berdua mencari ayah yuni baru lima langkah yuni berhenti tepat disamping Willi, dan mengambil s dompet hitam willi yang terjatuh tanpa di sadari oleh willi.


"Permisi tuan..." Ucap Yuni


Deg ..


seketika jantung mereka berdua seakan memompa lebih kencang adanya getaran yang berbeda meski pun saat ini mereka belum bertatapan wajah, dan saat itu juga ayah, dan kedua paman mereka tiba di Aula dan Ayah yuni yang ingin menyapanya tapi berhenti karena melihat pria yang sedang duduk tepat disebelah putrinya berdiri.


"tuan ini dompet anda terjatuh" ucap yuni sambil menurunkan wajah nya agar sejajar dengan tamu pemilik dompetnya. yuni penasaran dengan pria yang hanya diam saja, tanpa menoleh dan hanya tangannya saja yang gemetar. "tuan anda baik-baik saja"? tanya yuni yang melihat tangan willi gemetar dan air matanya lolos begitu saja membasahi pipinya.



saat ini yuni menghadapkan wajahnya tepat di hadapan willi sehingga willi bisa langsung melihat dengan jelas wanita yang dicintainya, dirindukannya ada di hadapannya saat ini. bibir yuni yang diwarnai dengan lipstik Pink membuat bibir dan senyumnya semakin indah dan seksi. Mata Willi tak lepas memandang wajah yuni dengan lekat dan hal itu membuat feivel kesal dan menarik tangan yuni untuk meninggalkannya.


"ayo darling, disana sudah ada ayahmu" ucap feivel sambil memeluk pinggang yuni. Willi yang melihat wanitanya disentuh spontan dia bangkit berdiri. dan berjalan ke arah mereka yang sedang berjalan membelakanginya, baru langkah ke tujuh willi sudah sampai dan menarik yuni ke pelukannya dan memandang wajahnya,


"Hei lepaskan dia"teriak feivel


feivel yang ingin melepaskan pelukan willi tapi ditahan oleh paman yuni. "jangan dekati ponakan ku karena itu adalah suaminya" bisik paman yuni dan membuat feivel terkejut dan syok bahkan mulutnya menganga.


yuni hanya terdiam menatap willi yang sudah dimana air matanya mengalir dan yuni menghapus air matanya. "tuan bisakah kau melepaskan pelukannya aku ingin mengambil tisu untuk mu" ucap yuni sambil tersenyum dan hal tersebut membuat willi bingung dan mengerut kan dahinya, willi membelai wajah yuni dengan lembut. "sayang kamu tidak mengenal ku?' ucap willi pelan sambil memeluknya erat. kamu tau sayang aku gila karna merindukanmu, jangan pergi lagi ku mohon nie.."lanjut willi. sedetik itu juga kepingan Fuzzle muncul mengudara di pikiran yuni. kata Nie membuat pikirannya dipenuhi oleh suara seorang pemuda, dan bayangan satu persatu muncul dengan sedikit jelas. Yuni memegang kepalanya dan meringis pelan.

__ADS_1


"aahkk" gumam yuni pelan


yuni yang bersikeras melawan sakitnya dan berusaha mengingat setiap bayangan itu muncul, dan setiap kata-kata yang muncul dia ingin menyusun agar semua jelas tapi sayang yuni tidak bisa meskipun dia sudah berusaha, paman yuni hang melihat kejadian itu langsung menarik yuni meninggalkan semua orang yang ada disitu termasuk Willi.


Willi yang sadar situasi bahwa yuni sudah dibawa pamannya, dia mengejar pamannya sampai di koridor hotel menuju lift. suara yang berat dan menggema "Lepaskan Wanita ku" teriak Willi yang sudah dipenuhi emosi sambil berjalan kencang. willi langsung memukul wajah paman yuni dengan emosi, yuni yang melihat pamannya di pukul oleh pria yang tidak dikenalnya, dia mengayunkan dengan kencang tas yuni ke arah kepala willi dan membuat willi sadar dan menoleh ke arah yuni.


"What are you doing Baby" tegas willi yang melihat yuni memukul willi dengan tas nya tanpa ampun.


"sayang, kenapa jadi aku sasaran mu" teriak willi yang sedang mengelak setiap pukulan yang yuni berikan.


"Menjauhlaaah, atau kau akan ku buat hancur" tegas yuni yang menatap tajam manik mata willi.


"Waitt... honey look at me, kamu mengenal ku?" tanya willi yang bingung melihat yuni seakan tidak mengenalnya.


"Who are you? and why did you hit my uncle" teriak yuni dengan emosi dan memijit kening nya yang terasa sakit karena suara yang ada di mimpinya sama dengan suara yang muncul di hadapannya saat ini.


paman yuni bangkit berdiri, dia hanya tersenyum dan tertawa pelan melihat dan mendengar omelan ponakannya kepada pria yang sudah berani memukulnya. setidaknya yuni sudah membalaskan sakit dan amarahnya dengan sepadan walau pun lebih parah willi dari padanya. martin tidak menyangka yuni akan memukul willi dengan kejam dengan menggunakan tas dan Heelsnya.


Willi yang melihat pamannya tertawa dan tersenyum membuat willi emosi dan kesal.


"hei pria tuaaa.. tolong jelaskan semua ini, kenapa bisa begini ucap willi yang sedang mengelak setiap tendangan yuni. tolong jelaskan sama ponakan mu yang bringas ini siapa aku." lanjut Willi.


Willi bisa saja melawan yuni, tapi karena spontan dan tanpa persiapan membuat willi bingung dan yang terpenting semua itu karena cinta dan rindunya dengan yuni membuatnya tidak melawan sifat dan kelakuan yuni yang bringas ini. lagi pula willi sudah lama merindukan omelan dan kejahilan yuni yang akhirnya terbalaskan walau pun tubuhnya menjadi korban pemukulan kekasihnya sendiri.


"Oh my god, Honey seharusnya kita bercinta bukan nya seperti ini sayang. badan ku remuk karena pukulanmu bukan karena goyanganmu itu tidak nikmat honey" teriak willi yang sedang menahan tangan yuni sambil memeluknya.


***JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT YAH. THANK YOU ❣️❣️❣️😘


COUPLE B***

__ADS_1


__ADS_2