STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Perseteruan Membawa Kenyataan yang tidak terduga


__ADS_3

saat ini mereka semua tengah berkumpul di mansion ayah yuni. Willi sedang mengobati luka nya akibat serangan dari yuni yang bertubi-tubi. selama mengenal yuni baru kali ini tangan yuni kena ke tubuh willi dan jangan tanyakan lagi bagaimana saat ini perasaan willi. dia ingin menghajar wanita nya saat ini di atas ranjang.


"sayang bisakah terlebih dahulu kamu berganti pakaian, banyak mata disini menatapmu membuat ku tak nyaman" ucap willi yang tak rela tubuh yuni yang terbuka bagian belakang di pandang oleh paman yuni dan ayahnya. dan hal itu membuat ketiga pria tersebut memandang tajam kearah willi.


"hei anak muda, seharusnya saya yang mengatakannya agar mata mu tak bisa memandang tubuh putri ku" teriak ayah yuni yang kesal melihat calon mantu nya yang menurutnya sangat sengklek


"salah siapa menyuruh dia memakai pakaian kurang bahan seperti itu, selama bersama ku dia tidak ku izin kan memakai pakaian seperti itu, hanya aku saja yang bisa melihat tubuh polosnya gumam willi pelan tapi masih bisa didengar oleh ayah paman dan yuni.


"kamu ya" ucap yuni sambil membuang nafas beratnya sambil berdiri dan berjalan ke kamarnya.


"aku ikut sayang" ucap willi dengan pedenya


"mau kemana kamu anak muda, duduk disini" teriak paman yuni


"Heemm, jadi apa rencana mu? putri ku tidak mengenalmu sebaliknya kau pulang saja anak muda, bawa keponakan mu yang tidak ada malunya Jack kadar gula ku naik karena nya" ucap ayah yuni.


"baiklah ayah mertua aku akan pergi dari sini, tapi yuni ikut bersama ku" tegas willi.

__ADS_1


"apa kamu buta?? dia tidak mengenal mu? ucap ayah yuni yang masih belum jujur kepada willi bahwa putrinya hilang ingatan.


"dia tidak ingat papa mertua hanya".... willi tidak melanjutkan perkataannya dan memandang ketiga pria yang ada di hadapannya saat ini dan berjalan ke hadapan ayah yuni dan mendudukkan dirinya ke lantai sampai lututnya menopang tubuh willi menyentuh lantai,


"papa mertua aku sangat menyayangi dia begitu juga dia kepada ku hanya saja saat ini aku yakin dia lupa dengan ku dan aku akan membuatnya mengingat semua tentang kami. ku mohon izin aku papa mertua" ucap willi sambil memohon dan berlutut.


ayah yuni yang melihat tindakan kekasih putrinya menelan saliva nya dan yang lain melihat itu seakan tidak percaya terutama uncle jack yang sudah tau sifat ponakannya yang gamblang satu ini. "ternyata dia sangat mencintainya" gumam paman yuni. yuni melihat willi dari lantai dua, seakan ada yang menusuk ke dada nya membuatnya sakit dan susah bernafas saat itu sekeping peristiwa muncul di hadapannya, disaat Willi dan yuni bertengkar di kantin kampus, dan menyebut dia Jodohku. dengan bibir gemetar dan air mata yang mengalir dengan kencang, dia memberanikan diri mengucapkan kata kata yang muncul di ingatan nya.


"Jika Tuhan menempatkan kita hanya berdua di dunia ini, aku lebih baik memilih untuk mati dari pada berjodoh dengan mu" ucap yuni dengan suara yang kencang dan melihat tajam ke arah willi.


"Hahahaha.... I like that baby and ilove you" teriak Willi.


Ayah yuni dan semua yang ada disitu bingung dengan willi, yang kelihatannya bahagia. sebelum paman martin berbicara willi langsung menyela omongan paman yuni.


"aku akan mendoakan mu kepada Tuhan agar kau menjadi Jodoh ku agar kau tersiksa seumur hidup mu" ucap willi dengan keras sambil tersenyum, Baby kau sudah mengingat ku??? itu adalah perdebatan kita di waktu kita baru mengenal" lanjut Willi sambil memandang yuni dari bawah. yuni melihat tatapan willi dan ada dorongan menyuruhnya untuk turun tapi tidak dilakukannya, dia bingung dengan pikiran dan tubuhnya seakan tidak sejalan. disaat mereka semua menunggu jawaban yuni, nani yang mengurus Gavrael keluar dengan tergesa-gesa.


"Nyonya Gavrael demam tinggi" ucap nani pengurus anaknya, yuni yang mendengar itu terkejut reflek menjerit "Gavrael ku .. yuni pun langsung berlari kearah kamar anaknya.

__ADS_1


"Gavrael" gumam willi pelan sambil melihat ke arah uncle jack tapi didengar pamannya.


"yuni sangat menyayangi gavrael" ucap paman yuni secara ambigu membuat willi bingung. dengan berbagai macam praduga dibenak willi dan akhirnya dia memutuskan melihat langsung.


"jangan kesana anak muda, jika tidak aku akan menembak mj." teriak paman yuni. sambil mengarahkan pistolnya ke arah Willi, tapi uncle jack yang melihat keponakannya dalam bahaya, uncle jack langsung mengarahkan pistolnya di kepala Narendra "Jangan sakiti ponakan ku Martin, aku tidak bercanda dalam masalah ini" ucap jack penuh penekanan.


martin melihat kakaknya, dalam posisi bahaya dia langsung menurunkan pistolnya, "biarkan mereka bertemu" tegas ayah yuni..


"aku bahkan rela mati untuk dia uncle, itu bukti cinta ku pada yuni" tegas willi.


Willi langsung berlari ke arah kamar yang yuni masuki dan sesampai di pintu kamar dia mendapatkan yuni menggendong seorang bayi laki laki dan willi mendekati mereka berdua dan willi sangat yakin jika ini adalah anaknya. entah kenapa setiap dia mempunyai insting yang kuat dia sangat yakin itu akan terjadi.


Willi yang bingung dibalik perseteruan dan perdebatan dia dengan yuni membawa kenyataan yang lebih dalam lagi dan dia yakin dan sangat yakin didepan nya ini ada darah daging nya yang selama ini di doakannya.


"baby, dia bayi kita kan"?? tanya willi sambil memandang anaknya yang berada di pelukkannya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2