STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Ciuman Willi


__ADS_3

Ke esokan harinya semua panitia sibuk mengurus mahasiswa baru, karena hari ini hari terakhir masa orientasi dan perkenalan dengan alumni. dan hari ini, aku juga sudah tidak sabar menunggu kedatangan wanita yang ku cintai. wanita yang ku rindukan selama setahun ini, ini kesempatan ku tidak akan ku lepaskan lagi.


pada saat jam makan siang selesai ada seorang mahasiswa baru yang pingsan mungkin efek kelelahan jadi aku dan panita lainnya sibuk mengurus salah satu cami ke ruangan yang ada di aula untuk melakukan pertolongan pertama sampai aku lupa saat ini sudah hampir jam 3 sore artinya sebentar lagi dia datang.


"aku akan membelikan obat maag ke apotik ujar ku kepada salah satu panitia."


"oke jangan lama tegasnya"


aku berlari ke parkiran menuju apotik, bersamaan aku keluar ternyata yuni sampai di gerbang kampus ku, aku mengetahui nya dari penjelasan temanku. Setelah obat yang ku pesan sudah ada ditangan ku, aku bergegas menuju kampus lagi, sampai disana aku sekilas aku melihat alumni bang manik sedang berbicara dengan seorang wanita tapi aku tidak tau dia siapa karena dia membelakangi ku. aku berlari menuju aula menyerahkan obat dan aku langsung menuju lapangan dan aku tidak menemukan abang alumni ku itu.


Kepergian yuni dari kampus membuat ku tidak bersemangat kuliah dan aku menjadi sosok pendiam. dan sudah lama aku tidak menginjakan kaki ku ke gedung baru lantai 3 lagi. aku tidak mau mengingat kebodohan ku dan Tangisannya.


Tepat jam 3 sore kami mengumpulkan cama cami untuk mendengarkan arahan, aku berdiri paling depan karena aku ingin melihat alumni yang datang. sampai barisan terakhir tidak ada tandanya yuni datang sampai aku menutup pintu aula.


acara sudah di mulai, dan alumni 93 memberikan arahan, aku tidak fokus lagi dan tidak bersemangat. 30 menit sudah berlalu, tiba tiba pintu aula di buka oleh salah satu panitia.


aku langsung melihat kedepan ternyata orang lain dan aku langsung duduk di pojokan tidak melihat ke depan lagi sampai ku mendengar suara alumni bang manik dengan ciri khas nya selalu mengucapkan


"salam mahasiswa" dengan lantangnya


dan suara wanita yang ku rindukan selama setahun ini "Hallo Semuanya" Ucap yuni


__ADS_1


reflek aku berdiri, ya dia yuni telah datang, benar yang di bilang lae juni dia datang menjumpai bang manik. senyuman manis nya membuat ku bersemangat, tapi dia seakan tidak melihat ke arah ku. dengan style jaket kulit yang ku berikan padanya dan baju kaos nya dan rambut di gerai. aku dapat menyimpulkan dengan dia memakai apa yang ku berikan padanya berarti dia mengingat pesan ku.



"pakailah jaket ini kemana pun kamu pergi agar kamu tau bahwa jodoh mu ini selalu ada kemana pun kamu pergi"


kata kata itu aku ingat jelas dan dia membuktikannya pada ku saat ini. senyum bahagia muncul dipermukaan bibirku, aku selalu memandangnya dan memperhatikannya. dan dia melihat ke arah ku, dia diam tanpa ekspresi dan kemudian dia akhirnya tersenyum kecil melihat ku. aku sangat bahagia seperti aku baru mendapat hadiah ketika aku masih kecil karena bahagianya.


setelah pengarahan kami semua keluar dari aula menuju lapangan untuk bermain game bersama alumni, tapi yuni bang manik dan lainnya tidak keluar mereka masih asyik bercerita sampai bang manik memanggil ku.


"Hei !!! Jodohku teriak bang Manik melihat ke arah ku dan aku berhenti dan menoleh ke arah" mereka tapi yuni tidak memandang ku dia sibuk dengan hp nya.


bang manik melirik ke arah yuni dan melihat ke arah ku "kemarilah pinta bang manik"


"ada apa abang senior ucap ku" sambil melirik yuni yang sedang menunduk sambil bermain hp nya. aku sadar dia membenci ku, aku terima itu semuanya.


"dari siapa tanya ku"


"tunggu ku baca kan pesan nya ucap bang manik" dan aku mulai kuatir apa maksud tujuan bang manik begitu dan siapa yang kirim salam pada ku ucap ku dalam hati.


"Bang bro kalau jadi nanti kekampus dan ketemu sama ayang bebeb ku Willi Panggabean Bilangin ya biar diangkat telpon ku, karena aku cinta banget sama dia darii....." bang manik menghentikan ucapannya dan melirik yuni yang masih menunduk dengan memainkan hp nya. aku dapat melihat mimik wajahnya saat ini, ada kerutan karena penasaran siapa yang di maksud bang manik.


"Vina,, Salam dari Vina kau angkat telpon nya tegas Bang Manik sambil menatap tajam ke arah ku dan yuni langsung melihat ke arah ku, ku lihat sorot matanya penuh kekecewaan tapi dia diam saja dan terlihat santai. tapi aku yakin dia saat ini memendam marah dan emosinya.

__ADS_1


"Makasi bang ucap ku," aku langsung menuju lapangan karena tugas ku saat ini sebagai panitia MOS. Aku menghembuskan nafas ku dengan tidak beraturan, aku marah terhadap diriku kenapa dulu aku tidak membatasi pertemanan ku dengan senior ku yang tidak malu itu. dan sekarang aku melihat betapa hancur nya perasaan yuni sekarang, aku melangkahkan kaki ku dengan langkah yang besar. sesampai aku di pinggir lapangan aku berbalik dan berlari menuju ke arah aula dan masuk kedalam dengan nafas tersengal sengal sengal. aku menarik paksa tangan yuni dan saat ini kami berdiri berhadapan aku memeluk pinggangnya, dia hanya diam dan menatap sendu pada ku seakan ingin mengatakan semua kekecewaanya terhadap ku.


persetan sama kondisi sekarang, aku tidak peduli lagi dengan keadaan kami yang sedang di lihat oleh banyak mahasiswi dan beberapa alumni dan dosen. ku tarik tekuk leher yuni dan mencium bibirnya dengan lembut.


"Wow Oh Tuhan Malangnya Nasib ku Teriak bang Manik sambil ketawa, aku dapat mendengar ocehan mereka semuanya dan itu semua tidak ku gubris. dia ingin memberontak tapi ku tahan dan semakin ku perdalam ciumanku dan lidah ku masuk menyusuri rongga mulutnya sampai kami hampir kehabisan nafas. yuni mendorong ku dan mengusap bibirnya dia menangis tepat didepan ku.


"Segitu hina nya aku sampai kamu tega mempermalukan ku will? , aku membenci mu dan sangat membenci teriak yuni


dengan kencang sambil berlari kencang meninggal kan semuanya.


aku mengusap wajah ku dengan kasar, aku akui aku tidak dapat mengendalikan diriku karena rindu ku. dan aku baru sadar banyak mata melihat ke arah ku, dan bang manik mendekati ku dan memukul pelan pundak ku.


"Jodoh itu tidak akan kemana mana dan jangan paksakan, berdoalah supaya cinta nya tidak pernah berubah ucapnya"


aku berlari mengejar yuni tapi tidak ku temukan, ku pergi ke gedung baru tapi tidak ada tanda yuni datang kesana. di Parkiran aku berjumpa dengan Juni, "Lae lihat yuni tanya ku dengan rasa cemas ku"


juni menatap ku sambil menggelengkan kepala sambil tersenyum, "Lae lae kalau cinta dibilang dulu baru di cium bukan di cium dulu baru dibilang cinta" Tegas Juni dengan senyuman smirk.


"Sorry lae, aku terlalu cinta sama dia" jawab ku sambil berlari menuju lantai 3 gedung baru.


"Shiit ... umpat ku"


aku meninju dinding lantai 3 dan aku memutuskan untuk pulang kerumah, aku lelah dengan semuanya jadi aku ingin berenang menenangkan pikiran ku.

__ADS_1


***Hallo Readers jangan lupa Like Komen Vote Favorit 😍😘❤️


Sarangee ❣️❣️❣️***


__ADS_2