
tok tok tok tok
Ceklek
"paman ada apa?" tanya yuni
"persiapkan semua barang-barangmu kita pulang sekarang ke mansion mu" tegas martin
"Tapi paman, ...."omongan yuni terpotong karena pamannya langsung masuk ke dalam kamar mereka membangunkan willi.
"Hi Boy Wake up" tegas Martin
Willi yang mendengar suara uncle nya langsung membuka matanya, "ada apa uncle, aku mengantuk" ucap willi kembali memejamkan matanya.
"kita pulang sekarang, mertua mu meminta pulang" ucap martin.
"What... bukankah tadi papa senang disini" ucap yuni yang bingung karena papa nya minta pulang.
"paman rasa ada yang menghubungi papa mu, karena itu dia meminta paman untuk mengurus secepatnya pernikahan kalian selagi dia hidup" ucap martin jujur.
yuni yang mendengar penjelasan dari pamannya langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "ayo sayang kita bergegas" ujar yuni sambil membuka lemari dan mengeluarkan semua pakaiannya mereka semua dan menyusun kekoper.
"paman mau selidiki siapa yang menghubungi ayahmu, kamu willi jaga mereka jangan pernah jauh dari mertua, yuni dan anakmu mengerti..!! Ucap martin dengan menatap willi
"oke" balas willi yang langsung menarik koper miliknya dan membantu yuni menyusun pakaian mereka.
"koper uncle" tanya willi disaat martin sudah di pintu kamar mereka.
__ADS_1
"bodyguard yang akan membawanya" ucap martin.
"baiklah uncle, Hati - hati" jawab willi
"sayang kenapa aku gugup, kepala ku pusing. banyak muncul wajah dan suara - suara aneh sayang" ucap yuni sambil memijit kepalanya.
"sayang kamu duduk saja ya, biar aku yang bereskan semuanya." ucap willi sambil mencium kening yuni.
selesai menyusun barang-barang mereka willi menuju kamar mertuanya.
"sayang jangan keluar kamar, aku mau kekamar dady. siapa pun yang mengetuk pintu jangan buka selain paman dan aku oke sayang" ucap willi.
"hem" lirih yuni sambil memeluk willi.
"kamu tenang saja, aku baik - baik saja" ucap yuni. willi memandang wajah yuni sambil tersenyum dan me******* bibir yuni mereka hanya berciuman sebentar saja.
"hati-hati, kami menunggu mu" balas yuni sambil melepaskan pelukannya
sementara Martin menuju yang baru keluar dari lift hotel menuju tempat mobil mereka, dan disaat melewati lobi hotel tiba - tiba seseorang menahan tangan martin. martin langsung berhenti berjalan bersama bodyguard nya dan melihat siapa yang sudah berani menahannya.
"ini uang mu, aku tak butuh..!! tegas Dea sambil melemparkan uang yang diberikan martin tepat ke wajah nya. martin hanya diam dan tak menanggapinya karena ada masalah lebih penting dari pada melayani wanita gila yang ada didepannya saat ini itu lah yang ada dipikiran martin saat ini.
"Terseraah..."balas martin dan melanjutkan langkahnya tapi Dea tak puas karena dia merasa di cueki dan harga dirinya jatuh.
"Heeeiii...." teriak Dea dan martin menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang emosi martin sudah meninggi ditambah tingkah konyol dari wanita yang ditolong nya tadi.
"Mampus Loe..." teriak Dea kencang
__ADS_1
tanpa persiapan martin tidak dapat mengelak tendangan dari dea dan membuatnya langsung tersungkur karena tendangan dari wanita tersebut.
"Oh ****.."maki martin yang sudah emosi.
"are you Crazy," teriak martin
"Yes im Crazy cause you" teriak Dea sambil menunjuk ke arah mata martin. dea langsung tersenyum devil dan meninggalkan martin yang masih bingung. bodyguard nya tidak bisa berbuat apa-apa karena martin melarang nya.
"Dasar wanita Gilaaa, semoga aku tidak bertemu dengan mu lagi" ucap martin sambil berdiri dan langsung memakai kaca mata hitamnya karena malu menjadi perhatian orang-orang yang kebetulan ada di lobi hotel tersebut.
Martin langsung masuk kedalam mobil dan mereka pergi meninggalkan hotel untuk mempersiapkan dan meng check penerbangan mereka dengan helikopter yang sudah di pesan willi. "Huuff" martin menghembuskan nafas beratnya.
"uncle apa perlu saya menyelidiki wanita itu" ucap Hiro
"tidak perlu hiro, hari ini nasib ku sungguh sial bertemu wanita gila jika kita ladeni dia kita bakal ikut menjadi Gila" ucap martin sambil memandang hp nya.
"uncle yang akan tergila - gila" balas hiro pelan sambil melirik uncle nya yang tak pernah bersikap seperti ini. biasanya siapa saja yang menyentuhnya dia akan menghajarnya meski pun bukan dengan menghajar fisik. tapi ini dia hanya diam saja tanpa perlawanan dan membiarkan wanita itu pergi begitu saja.
"hemm maybe" ucap martin tanpa sadar karena dia hanya fokus pada hp nya, dia sedang menunggu kabar dari kepercayaannya.
"aku sangat yakin dia pasti jodohmu uncle" gumam hiro dalam hati.
Jangan Lupa Like Komen Vote dan favorit ❣️
__ADS_1