STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
10 Tahun Kemudian


__ADS_3

10 tahun kemudian


"Gavraaeelll!!! Cepat mama sudah terlambat," teriak Yuni seharian dia harus berteriak untuk anaknya yang satu itu beda dengan adiknya gavrael penurut dan paling sayang sama mamanya.


"mom, jangan marah nanti makin jelek" ucap Siska


anak yuni dan willi ada dua, gavrael sudah sekolah tingkat pertama atau sekolah menengah pertama dan siska masih kelas 2 sekolah dasar. mereka bagaikan kucing dan tikus selalu bertengkar tapi gavrael sangat menjaga adiknya dari bahaya, dan kepintaran gavrael menurun dari papa yuni. sementara siska lebih cenderung pendiam meniru sifat ibunya.


"kamu anak mama paling baik" ucap yuni sambil mencium putrinya tunggalnya


gavrael datang dengan gaya coolnya dia memiliki tatapan tajam seperti papanya willi, "Come on Boy' ajak willi yang sedari tadi menunggu didalam mobil


"Yes dad" balas gavrael.


"kakak selalu terlambat" sergah siska kesal


"aku terlambat datang, tapi tak pernah terlambat berfikir sepertimu" balas gavrael yang selalu mengejek adiknya yang selalu telat untuk berfikir.


"gavrael,," bantah yuni menekan intonasi suaranya


"ya ya putri ibu paling baik, dan aku putra ibu paling ganteng dan pintar" balas gavrael

__ADS_1


willi tertawa mendengar putranya yang tidak mau kalah oleh siapa pun. akhirnya setelah perdebatan kecil itu mereka berangkat menuju sekolah gavrael karena sekolah gavrael duluan sampai baru mereka menuju sekolah siska.


setelah mengantar anak-anak mereka sekolah mereka berangkat keantor, willi meminpin perusahaan pusat ayah yuni dan yuni memimpin perusahaan cabang mereka.


martin paman yuni sudah menikah dengan seorang gadis keturunan inggris, dan mereka menetap disana karena perusahaan sang istri tidak bisa ditinggalkan untuk sementara waktu dan nanti mereka akan menetap di Los Angeles. tapi martin selalu memantau keponakannya sementara mike sudah menikah dengan wanita keturanan indonesia dan mereka sudah dikarunia satu anak, mereka hidup bahagia terkadang mereka menginap dimansion yuni untuk melepas rindu dengan keponakannya gavrael dan siska.


sesampai di perusahaan willi langsung menuju ruangannya untuk melihat dokumen yang akan dibahas dengan kliennya dan didampingi oleh Hiro yang sudah menikah dengan kinan dan mereka belum dikarunia anak padahal mereka sudah tiga tahun menikah.


setelah kepergian nahendra 8 tahun yang lalu mereka semakin akur dan saling melindungi, membantu dan mengkuatkan. mike bertanggung jawab akan selalu melindungi adiknya dan keluarganya begitu juga martin meski mereka berjauhan saat ini tapi dia selalu memantau keadaan keponakannya yang ada di los angeles.


yuni yang saat ini sedang sibuk melihat semua dokumen yang berada diatas meja kerjanya dan tiba-tiba hp nya berdering dan dia melihat nama pamannya yang muncul dilayar hpnya.


"baik sayang, apa kalian semua sehat dan baik-baik saja"


"kami sehat dan baik paman, apa kabar adik kecil ku aura apa dia sehat dengan bibi?" tanya yuni.


nama anak martin adalah aura dan airon mereka kembar, "mereka semua sehat sayang. oia kami mau berlibur kesana minggu depan" ucap martin


"Really" sergah yuni dengan bahagia


"yes darling, kami akan berlama disana menghabiskan waktu liburan anak-anak disana"

__ADS_1


"baiklah pasti siska senang dengarnya dan dia punya teman untuk melawan gavrael." ucap yuni sambil tertawa ringan.


"apa cucu ku yang ganteng itu selalu menjahilinya?" tanya martin


"mereka tidak pernah akur paman, maklumlah anak-anak" balas yuni


"kamu jangan terlalu fokus bekerja, fokus pada anak-anak karena mereka membutuhkan semangat dan dukungan serta kasih sayang orangtuanya, kamu mengerti" tegas martin


"Siap paman, musim semi aku akan meninggalkan kerjaanku dan hiro akan meminpin kembali" jawab yuni


"baiklah, paman lanjut bekerja dulu ya. salam sama pembangkang itu hahaha" ucap martin sambil tertawa.


"beres paman, dan salam balik untuk semua yang ada disana paman. See you"


martin memutuskan panggilannya, dan melanjutkan pekerjaannya. martin selalu komunikasi dengan yuni hanya bertanya tentang kabar mereka.


yuni sangat bersemangat menunggu hari itu tiba dimana mansion papanya akan ramai kembali, "papa mansionmu akan ramai mereka pulang pa merindukan mu dan kami juga" ucap yuni pelan sambil memandang photo papanya dan ibunya yang ada diatas meja kerjanya.


...dan dia juga tidak sabar pulang untuk memberi kabar bahagia ini kepada suami dan anak-anaknya terutama putrinya karena usia siska hampir sama dengan aura dan airon. ...


Jangan Lupa Like dan komen dan Favorit ya. ini menuju ending 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2