STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Kota Batam


__ADS_3

"paman aku baik-baik saja, kepala ku pusing" ucap yuni dengan suaranya yang lemah.


"istirahatlah,,, jangan pikirkan yang membuat mu down dady mu cemas dan panik melihat keadaan mu" ucap paman yuni


"papa mana? Willi dan anak ku dimana mereka paman?!" tanya yuni hendak bangun dari tempat tidurnya..


"mereka pulang kerumah, karena tidak mungkin dady dan anak mu dirumah sakit lama-lama karena itu bisa mengakibatkan kesehatan mereka terganggu nantinya." jawab martin yang berusaha menjelaskan agar yuni tidak kuatir.


"tapi nanti mereka datangkan? apa kita pulang saja paman?!" tanya yuni kembali


"sebentar lagi ya, kita periksa keadaan mu lagi dan bertanya sama dokternya baru kita pulang. Willi akan datang menjemput kita setelah mengantar dady dan anak mu kerumah." ucap martin paman yuni sambil memeluk yuni.


"hemm" balas yuni sambil menganggukkan kepalanya.


"dady istirahat, jangan pikirkan yang lain-lain yuni hanya sock saja tidak ada yang perlu dikuatirkan"ucap willi sambil menuntun mertuanya dikamar.


"putri ku baik-baik saja kan?" tanya ayah yuni yang masih belum yakin


"iya dad, dady tenang ya nanti aku menjemput mereka pulang kemari. dady tidak apa-apa aku tinggal dulu, aku mau kekamar Gavrael melihat keadaannya" ucap willi.


"pergilah panggilkan hiro kemari aku ingin mengobrol dengan nya" ucap ayah yuni.


Hiro adalah anak angkat sekaligus bodyguard kepercayaan ayah yuni, keluarga nya tewas karena insiden kematian istrinya untuk menyelamatkan Yuki Istri Nahendra, Ayahnya Hiro rela menghadang penembakan tersebut begitu juga Ibunya Hiro tewas dibunuh oleh suruhan adik Nahendra. Narendra bertanggung jawab penuh atas Hidup hiro dan memberinya sebuah perusahaan tapi tidak sebesar punya Yuni putrinya, tapi hiro memilih untuk tetap setia mendampingi Narendra sampai ajal menjemputnya nanti. karena Hiro sudah menganggap mereka keluarga sampai sekarang dan ayah Hiro diangkat menjadi adik angkat nya, selama almarhum masih sendiri sampai mempunyai anak dan maut memisahkan mereka itulah bukti bahwa ayah hiro menepati janjinya akan selalu ada untuk Nahendra dan Yuki saat itu. Hiro selalu menyayangi Narendra seperti ayahnya, dia tau siapa yang salah dan harus disalahkan karena itu hiro tidak pernah menaruh dendam pada Narendra selama ini.


"dad," ucap hiro sambil memeluk nahendra.


"kamu baik-baik saja"tanya narendra sambil mengelus pundak hiro.


"Heii dad seharusnya aku yang bertanya apa dady baik-baik saja bukan aku."ucap hiro sambil terkekeh, dia paham betul jika ayah angkatnya panik pasti mencarinya dan memeluknya.

__ADS_1


"Ck, aku benci diriku sekarang. disaat seperti ini aku merindukan ayah mu yang biasanya hanya dia yang selalu menemani ku minum saat ini" ucap ayah yuni sambil memandang keluar jendela.


"dady ingin minum, biar aku ambilkan" jawab Hiro.


"emang ada dirumah ini? bukankah rumah ini tidak ada yang menempati dan hanya pelayan saja" jawab ayah yuni


"aku melihat ada mini bar, dady tunggu disini" ucap hiro sambil melangkah meninggalkan kamar ayah yuni. di ruang tengah hiro berpasan dengan willi, "hiro kenapa kau meninggalkan dady? tanya willi heran melihat hiro keluar kamar dady nya.


"aku mau mengambil minuman, dady ingin minum bersama ku dan aku lihat ada mini bar disini" ucap hiro.


"mari ku temani," ajak willi sambil melangkah menuju dapur. Hiro yang sedari tadi ingin menanyakan ini kediaman siapa kenapa banyak sekali photo kakaknya, dari semenjak kuliah sampai photo nya ditempat kerja ada terpajang dirumah ini. tapi tidak ada photo Willi di setiap sudut rumahnya, sampai hiro mengchek semua sudut tidak ada photo willi bahkan photo mereka berdua pun tidak ada disana dan membuat hal itu membuatnya penasaran.


"Will boleh aku bertanya?" tanya hiro


"ya silahkan, jawab willi sambil memilih minuman yang cocok untuk mertuanya dan menyiapkan es batu serta gelasnya.


"ini mansion mu"? tanya hiro


Hiro tidak menjawab dia memilih diam saja, mungkin nanti dia akan tau kebenarannya setelah kakaknya mengingat semuanya, dan mereka menuju kamar tempat Narendra, karena willi mau permisi untuk ke rumah sakit dan menjemput yuni dan paman martin.


"dady jangan minum terlalu banyak," ucap willi tegas


"aku mau menjemput yuni ya dad, dady ku tinggal dulu" lanjut willi


"hati-hati dijalan boy, bawa mereka dengan selamat" ucap Ayah yuni sambil memandang lekat wajah willi. willi tersenyum dan memeluk dady mertuanya yang sudah menua akibat sakitnya. tapi umurnya tidak jauh beda dari usia mamanya. Willi langsung menyuruh supir menuju rumah sakit untuk menjemput yuni dan pamannya.


❣️❣️❣️


Saat ini mereka, tengah berkumpul di taman keluarga sembari menikmati malam pertama mereka di kota batam. mereka mengadakan barbecue bersama teman dan pegawai yuni yang akan datang nanti nya setelah mereka menutup usaha Resto yuni. willi sengaja mengundang mereka mungkin yuni akan ingat sesuatu dan agar pegawainya jangan terkejut melihat bos mereka yang akan datang besok dengan sikap yang berbeda.

__ADS_1


Willi sibuk menyiapkan minuman, yuni yang masih setia disamping ayah nya bersama gavrael sambil mengobrol dan tertawa. Willi yang sesekali melihat ke arah mereka dan dia tersenyum, dan menyerahkan minuman tersebut kepada pelayan agar dipersiapkan yang lain lagi dan dia berjalan menuju meja yuni, disana ada anaknya dan dady mertuanya..


"aku cemburu melihat kalian tertawa tanpa ku" ungkap willi dengan wajah sedih yang dibuat buat.


"Ck, jangan cari perhatian boy, kamu sudah dewasa Gavrael masih baby" ucap ayah yuni kesal melihat menantunya datang mengganggu acara mereka.


"Hahaha papa, jangan gitu gimana pun dia tetap calon mantu papa" sela yuni sambil tertawa pelan dan membela willi.


Cup


willi langsung mencium pipi yuni dan memeluknya didepan mertuanya, nahendra yang melihat adegan itu langsung mengayunkan tongkat ke arah pinggang willi dengan agak keras.


"Minggir, kamu belum menikahi putriku tidak ada acara peluk cium cukup kemaren aku kecolongan kalian menghabiskan semalam berdua dikamar." ucap Nahendra kesal karena merasa diabaikan.


"Auuhk dady kejam sekali, aku akan menikahi nya besok jika yuni bersedia. tapi putri mu bilang tunggu dia ingat kepada ku baru dia menerima lamaran ku" tegas willi sambil mengelus pinggangnya yang sakit akibat tongkat sakti mertuanya.


"benar itu putri ku, kamu tidak mau menikah sebelum mengingatnya?" tanya Nahendra ayah yuni sambil menunjuk kearah Willi dengan tongkatnya, dan willi langsung mengelak dengan menjauhkan tubuhnya agar tidak terkena tongkat mertuanya.


"ya dad, sorry aku belum mengingatnya tapi aku usahakan ingat atau gak nya aku akan kasih kepastiannya nanti." jawab yuni meyakinkan ayah dan kekasihnya. tiba-tiba obrolan mereka terputus karena seorang pelayan datang menghampiri mereka..


"maaf tuan, diluar sudah ada tamu yang datang katanya pegawai nona yuni ada 3 mobil yang datang tuan" ucap pelayan dengan jujur.


"oke saya kedepan menjemput mereka" ucap willi.


"tunggu disini ya baby, ada tamu yang datang." ucap Willi sambil mencium kening yuni, yuni yang selalu dapat perhatian kecil dari willi merasa nyaman dan jatuh cinta dan dia ingin cepat mengingat pria tampan ayah dari anaknya yang selalu lembut dan perhatian kepadanya saat ini.


"kalian sudah datang? tanya willi kepada para pegawainya, "masuk langsung ketaman saja" lanjut Willi sambil melangkah menuju taman samping dengan wajah dinginnya.


mereka semua menuju taman belakang dan sekarang mereka berbaris di hadapan yuni, sementara yuni bingung dan willi menyuruh yuni untuk melihat semua karyawannya. dan yuni masih melihat para pegawai yang dikatakan willi, yuni memandangi satu persatu sambil berjalan dan berhenti di satu orang pria yang tegap berkulit putih memiliki mata yang tajam

__ADS_1


"kamu......" ucap yuni melotot sambil memijit pelipis kening yuni.


Jangan lupa Like Komen Vote dan Favorit ❣️


__ADS_2