STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Penyesalan


__ADS_3

Keesokkan hari nya aku sudah berdiri didepan kos yuni, tanpa mengetuk pintunya aku menunggunya tapi tidak ada tanda bahwa yuni ada didalam, satu hari aku melewatkan jam kuliah ku hanya untuk menjumpainya. nomor ku juga sudah di blokirnya, pupus sudah harapan ku. sudah terlalu lama aku membiarkannya salah paham dan membuatnya kecewa. Mungkin benar apa kata kakak ku, Wanita hanya butuh ketegasan dan Penjelasan yang jujur.


❣️❣️ ❣️❣️


1 tahun kemudian tepatnya tahun 2009 penerimaan Mahasiswa baru dan kami menjadi Panitia Penerimaan Mahasiswa baru. tanpa sengaja aku bertemu senior ku Juni, aku memanggilnya.


"Lae boleh kita bicara ucap ku"


dia hanya memandang ku dengan santai sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong jaket nya. "Ya mungkin ini sudah waktunya kita bicara balas juni.


"di Gedung baru lantai 3 jawab ku"


"Ck, Nostalgia ucapnya meledek ku"


aku tak menggubris omongannya, aku hanya berjalan didepan dengan agak kencang. sesampai di atas aku bingung mau dari mana aku tanyakan.


"to the point saja lae ucap juni" sambil menyalakan rokoknya.


"Hemm" aku menetralkan jantung ku dan rasa gugup ku karena yang ku hadapi adalah sahabatnya salah bicara aku pasti mampus di buatnya.

__ADS_1


"Ada apa lae, jangan buang waktu ku tegas juni"


"dimana yuni ucap ku"


hanya 2 kata itu yang mampu ku ucapkan saat ini, jujur aku bukan takut sama senior ku ini yang ku takutkan akan jawabannya yang bisa membuatku kecewa.


"kenapa baru sekarang lae nyari dia? kemaren lae kemana? ucap juni"


"aku sudah mencarinya tapi tidak ada, aku sudah kekos dia tapi katanya dia sudah pindah dan di kampus aku sudah tanya teman satu kelasnya jawaban nya sama dia tidak pernah masuk kuliah lagi dan...


omongan ku terputus karena juni menyela omongan ku.


menatap mataku dengan tajam, aku kesal emosi melihat pria yang sedang di hadapan ku saat ini. oke kali aku mengalah demi yuni, agar aku tau keberadaanya.


"Maaf lae aku lupa ucap ku lemas"


"dia pergi, dia tidak bekerja sama dengan ku lagi ucap juni aku spontan melihat ke arah nya mencari kebohongan tapi tak ku dapatkan, dia tidak kuliah orangtua nya sakit parah, semua orang memusuhinya, menghinanya dan memakinya termasuk kamu mempermainkannya Teriak juni"


dengan keras. saat ini yang ku lihat pria yang ada di hadapan ku sangat marah emosi dan kecewa terhadap ku,

__ADS_1


"Maaf itu semua salah paham ucap Willi"


"satu hal yang perlu lae tau, dia selalu bilang bahwa kamu pria yang baik ngeselin tapi .... "


juni terdiam dengan lama, ada sesak sedikit di dada ku menunggu kelanjutannya apa yang di ucapkan wanita ku pada pria ini itu dalam benak ku..


"Tapi.... huupf juni menghembuskan nafas beratnya dan membuat ku semakin kuatir, Tapi dia sekarang sangat membenci mu Lae Willi" Tegas Juni .


"sudah seharusnya dia seperti itu, balas ku dengan lemas".


"besok dia datang, karena ada janjian dengan bang manik di kampus ini sekitar jam 3 sore" ucap juni, "Serius lae tanya willi.


"jangan sia sia kan waktu mu karena setelah itu, kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi Tukas Juni" sambil memukul pundak ku.


aku langsung terdiam dan tanpa ku sadari bahwa tinggal aku sendiri di gedung baru ini, aku terduduk di mana dulunya yuni menangis, aku mengingat semuanya, dimana aku menjadi seorang pengecut untuk bertanya tentang kebenaran langsung dari nya, dimana aku lebih memilih bertanya pada orang lain semua ku sesali. Besok ya hanya besok waktu ku untuk mengklarifikasi semuanya.


**Hallo readers jangan lupa Like Komen Vote nya


Sarangee ❣️❣️🤩😍**

__ADS_1


__ADS_2