
"kamu mengingatnya baby?? tanya Willi, apa dia ada mengatakan sesuatu pada mu?" lanjut willi sambil memegang tangan yuni dengan tangan sebelah kiri dan tangan sebelah kanan memegang stir mobil. tapi yuni hanya memandang lurus ke depan, tanpa mengeluarkan sepata kata hingga mereka sampai di mansion yuni.
yuni langsung keluar mobil menuju kamar nya karena dia ingin menenangkan pikirannya yang saat ini sedang kacau. yuni belum mengerti setiap kata kata yang bermunculan di pikirannya. karena begitu banyak potongan fuzzle yang harus disusunnya, agar dia mengerti apa yang terjadi pada hidupnya sebelum dia lupa ingatan. "Aaghk"gumam yuni pelan menahan sakit kepalanya.
willi hanya melihat kepergian yuni, willi memberi waktu untuk yuni menyendiri. willi langsung menuju kekamar Gavrael dan menemani anaknya bermain, gavrael saat ini lagi aktif berjalan dan begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut mungil anaknya, dan gavrael tidak menyusahkan mama nya karena gavrael lebih memilih bersama kakek, paman dan dady nya.
"hi boy, sedang apa?" tanya willi sambil mencium kening putranya
gavrael tersenyum melihat dady nya sudah pulang, bukannya menjawab pertanyaan dady nya tapi gavrael membalikkan pertanyaan kepada dady nya "momy mana dad" tanya gavrael sambil memainkan mainan mobilnya.
"momy dikamar, ayo kita kekamar lihat momy" ajak willi sambil menggendong gavrael. mereka menuju kamar, tapi saat willi membuka ternyata pintu terkunci dari dalam.
Gavrael langsung mengetuk pintu sambil berteriak dengan suara lengking nya.
"are you there Mom...."teriak Gavrael
yuni yang mendengar suara anaknya langsung membuka pintunya dan melihat dua orang pria yang sangat mencintainya.
__ADS_1
"mom, are you oke?" tanya Gavrael sambil menghapus air mata yuni yang masih tersisa di sudut manik mata yuni. yuni langsung tersenyum terpaksa, dia tidak ingin membuat anak dan kekasihnya kuatir terlebih papa nya jangan sampai papa nya tau jika saat ini keadaannya sedang hancur dan banyak pikiran.
"momy baik baik saja, ini sudah siang ayo makan siang dan siap makan kita ajak kakek jalan-jalan keliling kota ini. putra mama mau nya kemana?" tanya yuni sambil menggendong gavrael dan melangkah menuruni tangga menuju ruang makan.
dan disana diatas meja sudah tersedia berbagai macam jenis makanan yang di hidangkan oleh koki handal, dan dari dapur ayah yuni dan pamannya datang menuju meja makan dan mereka makan bersama, sesekali mereka mengobrol dan di iringi tawa karena tingkah konyol dari Gavrael yang saat ini masuk usia gemes-gemesnya. Willi selalu memberikan perhatiannya kepada anaknya dia tidak mau melewatkan masa perkembangan anaknya kali ini.
"dad, sabtu kita ke medan berarti ada 3 hari lagi kita di kota ini. apa dady ingin berlibur ke pantai, disini ada kolam renang terluas dan banyak yang seksi" ucap willi sambil mengedipkan matanya sebelah serta tersenyum smirk.
"really" ucap Narendra tersenyum devil
"kakak ingat tongkat mu, ucap martin jangan sampai tongkat mu hilang di kolam sana nantinya" lanjut martin sambil tersenyum meledek.
"papa ... ada gavrael" sela yuni potong yuni
"baiklah darling, boy carikan aku dokter" pinta Narendra sambil melirik willi dan bangkit berdiri.
"papa kemana" tanya yuni yang heran melihat papa nya yang tiba-tiba berdiri dan ingin meninggalkan meja makan.
"papa mau keruangan kerja mu, willi cepat panggilkan dokter" teriak narendra.
__ADS_1
"untuk apa dad, dady sakit?" tanya willi heran begitu juga dengan martin yang sudah kebingungan dengan kakak iparnya yang tiba-tiba meminta mantu nya memanggil dokter.
Martin meninggalkan meja makan bersama willi, mengejar Narendra yang sudah melangkah meninggalkan meja makan duluan.
"apa ada yang sakit dady?" tanya willi yang sudah berada disamping papa mertuanya. Narendra menghentikan langkahnya menatap mantu nya dan menatap adik iparnya martin yang sudah kebingungan akibat nya, narendra berusaha sebaik mungkin untuk tidak tertawa geli melihat wajah bingung mereka semua.
"bukan dady yang sakit, tapi...." narendra menghentikan omongannya dan melihat ke arah martin, martin bingung melihat wajah kakak iparnya yang tersenyum devil. martin sudah curiga melihat gelagat kakak iparnya.
"Ck, dasar tua keladi. makin tua makin menjadi" ucap martin yang sudah tau gelagat iparnya tersebut.
"panggilkan Dokter kelamin, karena aku ingin memeriksa tongkat uncle mu ini apakah masih berfungsi atau tidak karena tongkatnya sudah karatan" tegas narendra dan tersenyum tipis hampir tidak kelihatan.
"Whaaat" teriak Martin, Willi dan Yuni yang terkejut mendengar omongan Narendra.
Narendra langsung meninggalkan mereka yang masih shock sambil tertawa renyah.
"Cepat Boy, biar kita asah tongkat sakti perjaka tua ini" tegas Narendra tanpa melihat kearah mereka yang terbodoh karena ulah jahilnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT
__ADS_1