
"papa,.." gumam yuni pelan
ayah yuni yang mendengar suara menyebut papa, dia bingung suara itu berasal dari mana karena jarak sofa ke tempat tidur yuni agak jauh sekitar dua meter.
"paa" gumam yuni kembali.
ayah yuni langsung menoleh ke arah yuni, dan melihat putrinya sudah membuka mata nya.
"Oh my god, thank you God Engkau menjawab Doa-Doa ku" teriak ayah yuni.
ayah yuni berjalan dengan tongkatnya pelan dan sangat pelan karena beliau sudah tidak tahan jalan lama tapi saat ini dia seperti mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari Tuhan karena dia sanggup berjalan dengan tongkat nya meski pun sangat lama beliau berjalan.
"darling,, darling look at me, ini papa mu" teriak ayah yuni dengan air mata yang mengalir dan senyuman yang lebar.
sudah 8 bulan yuni koma dan baru saat ini dia sadar begitu juga kehamilannya sudah 7 bulan. dan bayi yang dikandung sedikit lebih kecil dari anak normal biasanya, ini efek selama dia koma dan sakit. yuni tersadar yang dia ingat adalah papa dan mama nya atau masa kecilnya dan dia lupa memori selama 22 tahun.
"darling kamu sadar, kamu ingat papa nak?" ucap ayah yuni yang bertubi-tubi dengan pertanyaan karena beliau sangat senang melihat putrinya saat ini. yuni hanya menganggukkan kepalanya bahwa dia ingat dengan papa nya. hal itu semakin membuat ayah yuni gembira dan senang.
ayah yuni langsung menekan tombol yang ada didekat tempat tidur yuni untuk memanggil dokter. sebelum dokter datang, paman yuni sudah sampai di ruangan yuni dirawat. paman yuni terkejut melihat kakak nya berdiri dengan tongkat disamping tempat tidur yuni.
"kakak, apa yang kau lakukan" teriak paman yuni, dan berjalan kencang ke arah ayah yuni.
"kakak kau bisa saja jatuhh .....paman yuni langsung menghentikan ucapannya, karena melihat yuni tersenyum kepadanya.
"hei putri ku sudah sadar, lihatlah.." ucap ayah yuni.
"sayang, kamu kenal sama paman?" ucap martin paman yuni.
"uncle, uncle cute" gumam yuni pelan.
"Terima kasih Tuhan," teriak Martin.
Akhirnya dokter memeriksa keadaan yuni dan kandungannya. "keadaannya jauh lebih baik, dan dalam waktu dekat ini bisa pulang dan istirahat yang banyak dan makan yang bergizi dan vitamin" ucap dokter yang merawat yuni.
"pa, aku kenapa bisa hamil?" tanya yuni
Deg..
__ADS_1
ayah yuni melihat martin seakan meminta penjelasan dari nya tentang pacar yuni. yuni heran melihat gelagat ayah dan pamannya, "kenapa papa? apa aku sudah nikah?" tanya yuni kembali sambil menatap mereka bergantian.
"sayang uncle, kamu tidak ingat pria yang kamu cintai?" tanya martin
"tidak uncle, yang aku ingat pria yang bertopeng menembak mama" ucap yuni.
"Apa !!! kamu melihat siapa yang bunuh mama mu nak??" tanya ayah yuni dengan panik.
"iya pa tapi wajah nya di tutupi, hanya ku ingat dia tinggi pakai hodie hitam bergambar Burung yang besar dan telapak tangan nya ada tato hanya itu saja yang ku ingat" ucap yuni sambil mengingat kejadian insiden itu.
"sudah kamu lupakan saja, sekarang kamu harus istirahat agar cepat pulang." ucap martin paman yuni.
"siapa ayah bayi ku uncle" tanya yuni.
"uncle tidak tau yang uncle tau kamu dekat dengan pria yang bernama Willi Maxiwilliam Panggabean, apa kamu ingat sayang?" tanya paman yuni sambil melihat ekspresi yuni.
yuni memejamkan matanya, sepotong ingatannya melintas tapi buram, yuni meringis sakit dikepalanya dan paman yuni langsung memanggil dokter.
setelah diperiksa kepala yuni, dan yang lainnya dan dokter pun menjelaskan kepada ayah dan paman yuni.
"papa, kapan kita pulang?" tanya yuni dengan wajah lesunya.
"secepatnya darling, istirahatlah agar kita cepat pulang kerumah kita dan papa doakan secepatnya ingatan mu pulih semuanya dan cepat bertemu dengan ayah bayi mu ini nak" ucap ayah yuni.
sementara Willi tidak mau ke New York karena dia masih larut dalam kesedihannya. Juni datang ke rumah willi untuk melihat keadaan Willi karena dari informasi teman - teman nya Willi drop dan Depresi.
"masuk nak," ucap mama willi kepada juni yang sudah tiba didepan rumah willi.
"willi ada diatas, pergilah bujuk dia dan kasih semangat. tante kuatir keadaanya nak" ujar mama willi.
"baik tante saya ke atas dulu" jawab juni dengan sopan.
Ceklek..
"Hai bro, apa kabar mu sehat?" tanya juni.
"aku rindu dia lae" jawab Willi sambil menangis,
__ADS_1
"Heii... Willi yang ku kenal tidak pernah nangis, Willi Egois itu dimana ?? " ledek Juni untuk mencairkan suasana.
"Lae aku datang kemari minta bantuanmu, pergilah ke batam tolong urus usaha yuni" ucap juni. Willi langsung melihat juni dengan lekat.
"Usaha?? dia punya Usaha??" tanya Willi heran.
"dia buka usaha, sebanyak 2 usaha dan masing masing memiliki 3 cabang dari usaha tersebut. Usaha Yuni dibidang kuliner dan Aksesoris, aku baru pulang dari batam mengurusnya. dan baru ini aku memberitahukan kepada lae. satu lagi, aku memakai uang yuni dari hasil penjualannya untuk membayar orang yang sudah siap merenovasi rumah yuni. ucap Juni dengan tulus
"Rumah, tapi dia ngekos" jawab Willi yang kebingungan.
"dia ngekos karena rumahnya belum selesai direnovasi. itu semua hasil kerja kerasnya lae karena itu aku peduli dan rela mengurus itu semuanya" ucap Juni.
"Minggu depan kita kesana, tunjukkan pada ku semua milik yuni agar aku kelola dengan baik sampai dia kembali meskipun harapan itu sangat tipis" ucap Willi sambil memejamkan matanya. Willi berfikir kenapa yuni tidak pernah cerita akan ini semuanya, ada rasa kecewa dan bangga. "aku akan mengurus semuanya, kamu tenang saja" gumam willi dalam hati.
"apa sudah ada kabar dari Yuni" tanya Juni.
"kamu tau lae, yuni yang kamu lihat dia seorang pejuang keras karna miskin sebenarnya dia anak orang terkaya di New York. Dia bukan boru batak tapi dia Orang Luar Negeri yang di asuh oleh Ibu asuhnya yang kita kenal sebagai orangtua kandungnya." ucap Willi.
"kasihan yuni," ucap juni, dia dihina dan di lecehkan padahal dia seharusnya hidup yang royal dan tidak mengenal kita" ujar Juni.
"kamu benar lae," balas Willi.
"okelah, aku akan hubungi mu minggu depan.
aku akan mengurus perusahaan ku yang disini dulu baru kita berangkat" lanjut Willi.
"kabari aku secepatnya lae, aku balik dulu soalnya panjang perjalanan" ucap Juni sambil menepuk bahu Willi.
sepulangnya juni dari rumah nya willi langsung turun ke bawah, mencari mamanya.
"ma minggu depan willi ke batam" ucap willi yang sudah berada di ruang Tv keluarga.
"ngapain nak?" tanya mama willi.
"aku mengurus usaha yuni ma, ternyata selain cantik dan pintar dia sangat hebat ma." ucap Willi sambil tersenyum mengingat wajah yuni yang manis dan sangat cantik.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN FAVORIT
__ADS_1