
kepergian Martin paman yuni membuat willi berdiri mematung dan berfikir setiap ucapan yang di lontarkan oleh paman nya.
"uncle dengar dia menyuruh ku menunggu, itu artinya yuni disini uncle bersama nya" ucap Willi dengan wajah kebingungannya.
"kita belum tau will, kita tunggu minggu depan. kau harus sabar menunggu untuk memperoleh sesuatu yang besar anak muda." ucap uncle jack sambil menepuk bahu willi dan berjalan keluar cafe.
"hei kau masih betah disitu???" teriak uncle jack.
willi bergegas lari keluar cafe mengejar pamannya dan mereka pulang ke New York.
di perjalanan willi dan uncle jack hanya diam tanpa suara, mereka tenggelam di pikiran mereka masing-masing.
Sesampai di mansion uncle jack Willi langsung disambut oleh sepupunya Yola yang akan menikah minggu ini tepatnya dua hari lagi.
"kakak kau dari mana saja, aku mencari mu" tanya yola sambil menggandeng tangan willi dengan manja.
"jangan manja Yola, kamu akan menikah. bersifat lebih dewasa lagi." ucap Willi tegas . dan yola pun langsung terdiam sesaat dan melepaskan tangan willi.
"kakak menyebalkaaaann....!!" teriak yola dengan cemberut.
__ADS_1
"kakak temanin aku ke butik yah," teriak yola
"aku capek yola, aku mau istirahat" jawab willi dengan nada yang tinggi.
Willi langsung rebahan di kasur dan memejamkan matanya, karena dia kelelahan akhirnya dia tertidur pulas.
❣️❣️❣️❣️
"s***ayang, aku sedih mungkin karena kita mau LDR kali yah" ucap willi
"sayang, aku rindu kamu" ucap yuni
"aku lebih menderita karna merindukanmu, sehari gak jumpa kamu rasa nya mau kiamat" ucap willi***
"Ilove you too" yuni
Braaaakkk Ciiitt...
"Aaaaaakkkk ha huuff " teriak yuni sambil memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit dan terbangun dari mimpinya.
__ADS_1
"Mimpi itu lagi, siapa dia" gumam yuni sambil memijit pelipis keningnya. yuni berusaha mengingat masa kelam nya karena itu pesan dokter agar ingatannya cepat kembali. dan dia harus berani melawan rasa takutnya, apa yang dia lihat dibawah alam sadarnya.
Yuni pagi ini harus ke butik untuk mencoba gaun yang akan di pakai nya untuk besok di acara peresmian hotelnya.
"papa, semalam yuni mimpi seorang pria tapi wajahnya sulit untuk ku ingat dan namanya juga yuni tak tau" ucap yuni sambil sarapan
ayah yuni dan pamannya mendengar langsung menelan slavina nya, dan berusaha untuk tenang. agar yuni tidak tertekan untuk mengingat pria yang membuatnya hamil yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.
"darling jangan dipaksakan, pelan-pelan saja, mungkin yang kamu mimpikan itu kekasih mu" ucap ayah yuni berusaha menjelaskan kepada putrinya.
"iya pa, cuma dada ini sakit pa seperti ada yang hilang tapi yuni ga tau kenapa pa" ucap yuni sambil melihat ayah nya dengan sendu.
"yuni sayang, ga usah di paksa, biar waktu yang menjawab" ucap pamannya sambil menatap yuni dengan tulus. dan mata ayah yuni dan pamannya bertemu, ayah yuni seakan minta penjelasan dari ucapan adik iparnya itu.
"kakak nanti kita bicarakan" ucap Martin paman yuni. ayah yuni hanya mengangguk anggukan kepalanya pelan.
"darling nanti kamu diantar sama supir ke butik mama kamu, biar Gavrael dirumah bersama papa dan nani nya." ucap ayah yuni.
"baiklah papa ku sayang," ucap yuni tersenyum lebar.
__ADS_1
***Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit ya ❣️
~Erni Niels Couple B***~.