STORY MENTENG VII MEDAN

STORY MENTENG VII MEDAN
Pengakuan Jhon Smith


__ADS_3

Paginya Willi dan keluarga kecilnya memutuskan berangkat ke sekolah putrinya Siska, dia tidak mau masalah seperti ini berlanjut dan membuat mental putrinya terganggu nantinya.


Mobil mereka sudah parkir dihalaman sekolah, banyak siswa yang baru datang kesekolah melihat kedatangan Siska bersama abangnya Gavrael. Gavrael dengan gaya coolnya berdiri disamping Dadynya tatapan tajamnya dan mimik wajah yang cool yang menyerupai Dadynya banget.


Mereka langsung menuju keruangan kepala sekolah Putri mereka. Guru-guru disana sempat heran atas kedatangan keluarga Maxiwillliam, begitu juga Kepala Sekolahnya syok kedatangan Putri yang punya sekolah tersebut. Sekolah tempat Siska belajar adalah Sekolah keluarga Dimitri, kakek Yuni yang membangun sekolah tersebut untuk anak-anak yang kurang mampu tapi berprestasi dan sekolah tersebut ada program untuk membiayai anak yang berprestasi sampai lulus kuliah di Universitas Dimitri Sains. Beliau sengaja membangun dan menerapkan program tersebut berhubung karena dulunya beliau banyak melihat anak jalanan maupun yang kurang mampu tidak dapat bersekolah karena biaya tapi mereka mempunyai skill dan IQ diatas rata-rata.


"Good Morning Mr.Maxi"


"Ya, Good Morning" ucap Willi tegas dengan wajah yang datar.


"Apa bisa saya bantu??" tanya Kepala Sekolah.


"Panggilkan Jhon beserta keluarganya" celah Yuni


"Jhon,.. Jhon Smith?" ucap Mr.Osborn memastikan


"Jhon satu kelas Putri saya Siska" jawab Yuni


sambil mengelus rambut Siska lembut.


"Emang ada apa ya Nyonya Maxi, apa ada kesalahan yang dia perbuat?!" ucap Kepala Sekolah dengan tangan yang sedikit gemetar, karena tidak pernah sejarahnya keluarga Dimitri mau pun Niels datang kesekolahan yang mereka bangun kecuali Hari Kelulusan.


"Mr.Osborn!!" ucap Willi penuh penekanan


"Ya Tuan, sebentar saya panggilkan."


Selang lima menit anak yang bernama Jhon tiba diruangan Kepala Sekolah.


"Son, did you do something wrong?" tanya Mr.Osborn


"No Sir" jawab Jhon tenang.


Pandangannya menuju kearah Siska, kedua manik mata mereka bertemu dan Siska langsung menunduk karena takut.


"Hi my Princes, don't be afraid" ucap Willi sambil mengangkat dagu putrinya agar melihat wajahnya.


"Jhon, kenapa kau membully adik ku" tanya Gavrael yang tidak tahu kapan dia berjalan karena saat ini sudah berdiri disamping Jhon. Anak itu selalu cepat sekali pergerakannya.


"Aku tidak membullynya, aku hanya mengatakan yang sejujurnya" tegas Jhon menatap tajam Gavrael. Dia tidak takut meski dia nanti akan dimarahi oleh papanya.


"Ck, kamu masih kecil sudah bisa berbohong" ucap Yuni kesal melihat gaya anak yang ada dihadapannya saat ini.

__ADS_1


"Siska apa aku membully mu" sergah Jhon


Banyak mata melihat kearah Siska menunggu jawaban. Siska melihat kearah Dady-nya dan Willi hanya menganggukan kepalanya. Dan Siska mengalihkan pandangannya kearah Momynya,


"Katakanlah sayang, jangan takut" ucap Yuni


"Ya" jawab Siska langsung mendukkan wajahnya.


"Jhon kau dengar, jawaban Siska apa!!" ucap Mr.Osbron kesal dan kecewa. Karena Jhon merupakan anak berprestasi disekolahanya.


"Aku tidak membullynya, aku membicarakan kenyataanya. Siska memang bodoh matematika, dia memang jelek itulah kenyataannya" ucap Jhon jujur dan jawaban Jhon membuat Yuni melebarkan matanya.


"Oh my God!!" lirih Yuni karena dia tahu kelemahan Putrinya adalah matematika.


"Ck, Payah" ejek Gavrael sedikit tersenyum.


Willi melihat kearah anak yang bernama Jhon tersebut, dia tidak menyangka bahwa anak seusia Putrinya ini berani dan tidak meyangkal akan perbuatannya.


"Jadi kau juga melemparkan permen karet kearah wajah Putri ku" tanya Willi masih dengan keadaan tenang.


"No, Uncle. Saya tidak pernah melakukan fisik, karena saya menyukainya walau pun Siska sedikit bodoh" jawab Jhon jujur


"Oh my God Honey, kepala ku sakit" cerca Yuni sambil memijit kepalanya


"Honey..." celah Yuni


"KEPINTARAN DAN KESETIANKU" tegas Jhon dengan menatap wajah Willi.


Gavrael tertawa kencang begitu mendengar jawaban dari Jhon, sementara Willi dan Yuni jangan tanyakan lagi bagaimana reaksi mereka mendengar jawaban anak kelas dua SD. Sementara Siska sudah kesal.


Willi bersusah payah menyembunyikan senyumannya, Willi melihat Jhon seperti melihat dirinya sendiri.


"I don't like You Jhon" teriak Siska yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Saat mereka menenangkan Siska kedua orangtua Jhon sudah tiba. Mereka masuk kedalam dan langsung memberikan tatapan tajam kearah Jhon dan Jhon langsunh menundukkan kepalanya.


Willi langsung menyambut kedatangan orangtua Jhon.


"Apa anak ini membuat masalah?" tanya Wanita yang sedikit lebih muda dari Yuni.


"Whatt!!! Anak ini?" tanya Yuni heran mendengar omongan yang disebut sebagai momy -nya Jhon, Yuni merasa jika kedua orangtua Jhon ini bukan orangtua kandungnya.

__ADS_1


"Maaf Nyonya, maksud saya anak saya" ucap Momy Jhon terbata-bata.


Willi memandang kearah Jhon, dan memandang kearah Dadynya Jhon. Seakan ada yang aneh dan tidak mirip, dia merasa bahwa kedua orang ini bukan orangtua kandungnya.


"Anak ibu membully Putri saya, tapi dia sudah jujur pada Kami dan sudah meminta maaf" ucap Willi


"Honey,.."


"Nanti aku cerita ya, masalah ini sudah selesai dan tidak harus dipermasalahkan. Kalau begitu kami akan pulang dulu." ucap Willi dengan tenang.


Siska melirik kearah Jhon, dan melewatinya tapi langkahnya tertahan karena Jhon menahan Tas milik Siska dan menatapnya.


"Sorry" lirih Jhon


Siska hanya diam, dan melanjutkan langkahnya tapi masih ditahan Jhon dengan wajah memohon.


"Im Sorry" ucap Jhon lagi wajah sendu


"Hemm..." jawab Siska.


Willi langsung menggendong Siska, dan melihat kearah Jhon.


"Boy, main kerumah Uncle dan sebagai hukuman kau harus mengajari Siska matematika." ucap Willi sambil mengacak rambut Jhon


"Yes Uncle, im promise" jawab Jhon tersenyum


Selama di mobil Willi hanya tertawa melihat Putrinya menekuk wajahnya, Gavrael hanya sibuk membaca bukunya karena hari ini mereka izin tidak masuk sekolah jadi Willi berencana membawa keluarga kecilnya liburan selama dua hari kepantai.


"Dady, kenapa Jhon menyukai Siska tapi Siska bodoh" ucap Gavrael


"im not stupid" balas Siska


"Boy, adikmu itu cantik lihat temannya yang ganteng itu kepincut sama Putri Dady yang cantik ini, Siska tidak bodoh itu hanya alasannya saja agar adikmu mau berteman dengannya." jawab Willi menggoda Putrinya.


"No Dad,. " sergah Siska


"Momy tidak mau kamu suka-suka ya sayang, sekarang kamu belajar biar tidak dibilang bodoh lagi. Gavrael ajarin adikmu, biar dia sedikit pintar" ucap Yuni yang tidak sadar akan jawabannya.


Siska langsung menangis, sementara Gavrael dan Willi tertawa kencang karena Yuni sudah salah menjawab. Willi tidak menyangka sikap polos Yuni menurun ke Putrinya, dia bahagia karena wanita yang dulunya sangat dicintainya menjadi belahan jiwanya.


Dia berharap semoga anak-anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik dan menyayangi mereka seperti dirinya kepada Yuni.

__ADS_1


Jangan Lupa Like Komen Vote dan Favorit ❣️😍


__ADS_2