
...Lanjut yuk...
Semoga author masih bisa update tiap hari ya bestie
...Baik lah lanjut ke cerita...
...----------------...
Setelah puas menatap layar Hand phone nya dengan senyum senyum, mata Balgis melirik kearah tempat tidur untuk melihat kedua sahabat nya.
Sial, kenapa bikin kaget si " omel Balgis melihat Davina yang sudah duduk di tempat tidur dan menatap kearahnya.
Sejak kapan kau bangun " tanya Balgis lagi pada Davina
Sejak handphone kamu bunyi " jawab Davina enteng dengan senyum mengolok Balgis
Mata Balgis melebar mendengar Davina sudah bangun dari sejak tadi, berarti dia mendengar apa saja pembicaraannya dengan Bara.
Kenapa kamu senyum senyum " ucap Balgis kesal melihat wajah sahabat nya itu yang tersenyum usil
Sejak kapan kalian sudah sedekat itu " tanya nya dengan muka mendadak serius
ini pertama kalinya dia telpon " jawab Balgis yang masih tidak ingin melihat Davina karena malu
Kamu udah suka kan sama pak bara " tanya Davina sengaja
Suka apaan, biasa aja " kilah Balgis
Kalau biasa aja, coba tatap muka ku, bilang kalau kamu nggak suka sama pak bara " usil Davina semankin menjadi
Apasih dev, cuci muka sana, iler kamu udah numpuk " kata Balgis menghindar dari Davina
Ceehh.. sejak kapan kamu mulai malu sama aku, kamu harus inget ya orang yang nggak bisa kamu bohongin adalah aku " ucap Davina tegas
Siapa yang bohongi " jawab Balgis mengelak
Yakin nggak bohong, bilang biasa aja sama pak Bara, terus tadi kenapa senyum senyum waktu di telpon pak bara, emang kamu kira aku nggak lihat sama gerak gerik alay kamu waktu telponan huh " jelas Davina agar Balgis tidak lagi berkilah.
Sana cuci muka, dasar tukang ngintip " gerutu Balgis karena sudah sangat malu
Ceeh .. masih mau berkilah " jawab Davina sambil tertawa puas
Jangan ketawa "teriak Balgis pada Davina
Ya terserah, mulut mulut aku " jawab Davina semankin tertawa
Kenapa sih berisik banget " kata Prita yang baru saja terbangun karena teriakan Davina dan Balgis
Nggak kenapa kenapa, kamu lanjut tidur aja jawab Balgis
tot kamu tahu nggak, kalau Balgis lagi jatuh cinta sama pak Bara " kata Davina pada Prita sambil tertawa
__ADS_1
Davina "teriak Balgis kesal karena mulut bocor Davina
Kenapa, emang bener kok, terus kamu mau nutupin dari kita " kata Davina tak mau kalah
Bukan gitu, aku cuma malu beg*k " jawab Balgis melemah
Tumben kamu punya malu " ucap asal Davina sambil tertawa
Sialan " gerutu kesal Balgis
aku masih nggak ngerti, apaan sih yang kalian ributin " ucap Prita si telmi
Udah mending kamu tidur lagi sana " jawab davina, kesal
Eh jadi kalian beli gaun apa buat nikahan aku "tanya Balgis pada dua sahabat nya
Ada aja, mau tahu aja si " jawab Davina sewot
Asli, nyebelin " kesal Balgis
~Dirumah keluarga Muzakki
bara sudah pulang dari sekolah sejak tadi, dia hanya mondar mandi dari kamarnya ke ruang keluarga atau sesekali menghampiri mama nya.
Kenapa hati aku nggak tenang si " gumam Bara yang tidak mengerti kalau diri nya rindu pada Balgis.
Ma " panggil Bara pada mamanya
Ada apa " tanya Maura lagi karena tidak ada lanjutan pembicaraan dari Bara
Tidak apa apa ma "jawab Bara, tapi Maura cukup tahu dengan wajah gusar anaknya
Ada apa?" tanya Maura lagi
Kenapa ya ma, kok aku nggak tenang ya mikirin Balgis dari tadi " jawab Bara keceplosan.
Maura yang mendengar ungkapan polos dari anaknya hanya tertawa lepas.
Kenapa tertawa si ma " jawab Bara kesal karena di tertawakan
Kamu itu bodoh atau apa sih nak, gini nih kalau kelamaan jomblo " kata Maura
Apasih ma" kata bara semankin kesal
Kamu itu lagi kangen dengan Balgis " jawab Maura sambil tertawa.
Bara hanya menautkan kedua alisnya tak percaya dengan kata kata mama nya.
Nggak munkin aku kangen, orang tadi siang aja kita ketemu kok "bantah Bara
Kalau orang jatuh cinta ya seperti itu, satu menit nggak lihat mukanya saja langsung rindu, seperti kamu sekarang " jelas Maura sambil terus tersenyum
__ADS_1
Apasih ma, nggak logis " jawab Bara kesal
Sudah telpon dia sana atau samperin langsung kerumahnya, percayalah pasti hati kamu langsung tenang kalau sudah melihat calon menantu mama " kata Maura lagi
Aku sudah telpon dia tadi ma, juga udah kerumahnya tadi siang, yang ada aku bakal di timpuk bunda bolak balik kerumahnya " jelas polos Bara
Bunda mu akan mengerti pergilah, karena kalau cuma di telpon rasa nggak tenang kamu tidak akan hilang " kata Maura meyakinkan
Nggak apa apa ma, bunda nggak akan marah aku bolak balik kerumahnya " tanya Bara meyakinkan.
Biar mama yang telpon bunda mu, sekarang siap siaplah untuk bertemu calon istrimu " ucap Maura sambil menahan tertawa karena tingkah polos anaknya.
Bara pun dengan cepat menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Beberapa menit kemudian Bara sudah keluar dari dalam kamar dengan memakai celana berwarna grey selutut dan atasan berbahan kaos warna hitam,.serta sepatu nike berwarna abu abu, tampilan santai tapi sangat cocok untuk Bara.
Mama aku pergi dulu " pamitnya pada Maura sambil berjalan menuju pintu depan
Hati hati, mama sudah menelpon bunda mu " teriak Maura supaya bara mendengar.
Maura begitu bahagia melihat anaknya yang sudah mulai menyukai calon menantunya itu, rasa ragunya selama ini sirna karena melihat wajah anak nya yang nampak bahagia akhir akhir ini, sebelumnya Maura cukup cemas dengan perjodohan ini karena takut Bara masih tidak bisa menerima, dan kemunkinan kalau Bara masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu.
Tapi sekarang rasa khawatir itu hilang melihat tingkah Bara hari ini, yang begitu merindukan calon menantunya itu,walau Bara masih membantah kalau rasa tidak tenangnya itu bukanlah rasa rindu.
Bara sudah sampai di rumah keluarga Keynat, sebenarnya dia cukup merasa malu pada Maura, karena bolak balik dari tadi siang tanpa ada alasan yang tepat untuk kedatangannya sekarang.
bel rumah berbunyi, didalam rumah Iin sangat yakin kalau yang datang adalah Bara, karena Maura sudah mengatakan di telpon tadi,
Mba bukakan pintu " kata Iin pada salah satu pelayannya, sambil dia ikut berjalan menuju pintu depan.
Setelah pintu terbuka, tebakan Iin sangat benar kalau yang datang adalah Bara.
Masuklah nak, calon istrimu sedang berada di taman belakang, dan bunda beri kalian waktu untuk bertemu sampai puas hari ini,karena besok kalian sudah tidak boleh bertemu " jelas Iin
Kenapa besok nggak boleh ketemu Bun " tanya Bara heran, karena sedikit ada rasa tidak terima untuk tidak boleh bertemu dengan Balgis besok.
Ya nggak boleh, kalau kata orang jaman dulu, pamali' calon suami istri bertemu sebelum sah " jelas Iin menahan tawanya melihat wajah Bara yang terlihat tidak terima dengan tradisi kuno itu.
Jadi bolehnya kapan Bun " tanya Bara tidak sabar
Ya nanti kalau sudah sah " jawab santai Iin
Berarti dua hari lagi ya " kata Bara
Iya, kamu kuat kan tidak bertemu Balgis dua hari, cuma dua hari loh " kata Iin usil pada Bara
Emm, iya bun " jawab cengengesan Bara pada Iin
Kenapa harus ada tradisi seperti ini si " gumam Bara tidak terima dalam hati
Jangan lupa dukungan nya bestie
__ADS_1
TERIMAKASIH,