
...Yuk lanjut lagi...
Bara keluar dari kamar nya dengan perasaan yang campur aduk
Untung saja senjata milik nya tidak benar benar bangun
Jika saja bangun sepenuh nya akan sulit untuk menutupi nya dan lagi pula harus segera di tuntas kan jika sudah begitu akan sangat repot
Sial banget aku hari ini untung saja aku segera pergi dari sana jika tidak tamat lah riwayat ku " batin Bara
Aku nggak bisa lama lama bersama dengan Balgis jika tidak aku tidak tahu apakah aku masih bisa mengontrol diri ku lagi atau tidak " batin Bara
Bisa bisa aku menghamili anak jika gadis nya kayak Balgis huh ya ampun "
Sedang kan Balgis merasa kebingungan dengan tingkah Bara karena tanpa sebab Bara membahas makam pertama
Kenapa dengan kak Bara apakah dua kesurupan tingkah nya aneh banget tiba tiba ngomong malam pertama dan juga kenapa wajah nya merah gitu atau jangan-jangan kak Bara sakit lagi tapi sakit apa " heran Balgis
Dan apa yang salah dengan ku kenapa tiba-tiba kak Bara memberikan ku bedcover ini " gumam Balgis dengan bingung
Dasar bocah polos 🤣🤣🤣
Dan apa kata nya tadi tutup paha mu "
Kenapa dengan paha ku " ucap Balgis sambil terus melihat tubuh nya sendiri
Sampai sekarang Balgis masih bingung dengan tingkah Bara
Ingin menyusul tapi tidak mungkin sebab saat ini ia hanya memakai kemeja tanpa daleman
Huh " ucap Balgis dengan membuang nafas nya dengan kasar
Sedang kan pelayan sedang mencari keberadaan Bara karena baju yang ia pesan sudah datang
Tuan, ini baju nona Balgis " kata salah satu pelayan saat bertemu Bara di ujung tangga
Kamu antar langsung saja ke kamar, dia sudah menunggu " jawab Bara lalu melanjut kan langkah nya menuruni tangga, Bara tidak mungkin balik ke kamar itu apalagi dengan Balgis yang masih ber pakaian seperti tadi, Bara bisa khilaf tidak mampu menahan hasrat nya melihat tubuh seksi calon istrinya itu.
Karena bagaimana pun se orang Bara tidak dingin dan juga cuek juga lelaki yang normal dan akan tergoda jika di suguhkan dengan pemandangan yang indah apalagi itu adalah calon istri nya sendiri
tok tok tok" suara ketukan pintu di kamar Bara
__ADS_1
Masuk pintu nya tidak di kunci " teriak Balgis di dalam kamar Bara
Pelayan membuka knop pintu, dan ber jalan menghampiri Balgis.
Nona ini baju nya, kami tidak tahu selera nona tapi semoga ini cocok " kata pelayan menundu kan badan sambil memberikan kotak berisi pakaian itu pada Balgis
Terima kasih bi, tidak masalah model nya asal muat aja di tubuh ku, pasti akan aku pakal " jawab Balgis sopan
Apa ada lagi yang bisa saya bantu nona " tanya pelayan itu dengan sopan
Tdak bi makasih pergilah " jawab lembut Balgis
Baik nona saya permisi " jawab pelayan lalu meninggal kan Balgis sendiri di dalam kamar.
Balgis langsung mengganti kemeja yang di pakai nya dengan dress yang baru saja di berikan dari si pelayan.
Dress bunga bunga yang di berikan si pelayan tadi sangat cocok di tubuh Balgis, dia nampak manis sesuai umur nya.
Tak lupa juga dengan daleman nya
Dan yang membuat Balgis heran adalah kenapa daleman itu sangat pas untuk nya siapa yang memilih nya
Tidak ingin ambil pusing akhir nya Balgis memilih untuk pulang karena sekarang sudah sore
Di mana tas ku " bingung Balgis
Balgis pergi ke ruang ganti Bara dan ternyata di sana sangat lah rapi dan juga wangi seperti wangi nya Bara yang ia tahu
Dan di sana juga ada tempat kosong dan juga ada meja rias yang masih kosong
Meja rias ada di sini " gw an Balgis
Tapi karena tidak ingin kepo akhir nya Balgis memilih untuk mencari tas nya dan benar saja tas itu ada di sebelah meja rias itu
Dan setelah itu Balgis langsung beranjak dari kamar Bara menuju lantai bawah untuk ber pamitan ke calon mertua nya tersebut
Setelah berada di lantai bawah Balgis kesana kemari mencari mama Maura namun tidak menemukan nya
Mama kemana ya " bingung Balgis
Pelayan yang melihat Balgis yang sedang mondar mandir pelayan pun mendekat untuk membantu nona muda nya tersebut
__ADS_1
Nona mencari siapa? " tanya pelayan
Mama mana ya bi ?" tanya Balgis dengan mata yang terus mencari
Nyonya ada di taman belakang nona, nona hanya perlu keluar dari pintu itu maka akan langsung menemukan nyonya " jelas si pelayan sambil menunjukan pintu yang di maksud.
Terima kasih bi " ucap Balgis, lalu menuju pintu yang di tunju kan oleh pelayan.
Dan benar kata si pelayan tadi Balgis langsung menemukan Maura yang duduk namun tidak seorang diri melainkan juga ada Muzakki dan Bara di sana.
Balgis cukup malu untuk menghampiri keluarga itu tapi harus
Mama " panggil Balgis pelan, namun bukan hanya Maura yang menoleh, Muzakki dan bara juga ikut menoleh, mendengar suara Balgis.
Eh anak mana sudah bangun " kata Maura saat melihat Balgis
Kemari nak, duduk lah " kata Maura lagi yang menyuruh Balgis duduk di kursi kosong sebelah Bara.
Emmm, aku ingin pamit pulang ma "jawab Balgis sambil berjalan mendekat ke arah Maura.
Pulang nya nanti saja, duduk dulu lah di sini " ucap Muzakki
Balgis pun mengiyakan dengan duduk di samping Bara, sedang kan Bara masih tidak ingin melihat Balgis karena dia masih merasa tidak enak di hati nya karena melihat Balgis seperti tadi.
Sekarang pormasi nya sudah lengkap pa, nanti kita akan duduk seperti ini, tinggal nunggu kapan ada cucu biar tambah rame "kata Maura dengan wajah sumringah
Nanti kalian jangan KB (keluarga berencana) ya, biar mama nanti yang urus anak kalian "ujar Maura tanpa dosa
Bara terbatuk batuk mendengar perkataan gila dari mama nya, sedang kan Balgis muka nya mendadak memerah karena malu mendengar ucapan calon mertuanya itu.
Ma Balgis kan masih sekolah " jawab Balgis memberanikan diri
Ya nggak masalah, kan sekolah kamu punya keluarga kita, lagian bisa homeshcooling kan " bantah Maura
Ma, kan kemaren udah janji kalau Balgis mau menyelesaikan masa SMA dulu dengan tenang " bantah Bara
Baiklah, mama hanya bercanda " ucap Maura tersenyum menyeringai
Tapi nanti tetap nggak usah KB, takut apa apa sama rahim kamu, jadi nanti sebisa kalian aja biar gimana nggak hamil " lanjut Maura dengan nada santai
Mama kenapa membicarakan hal seperti itu si " kata Bara dengan nada yang tidak suka
__ADS_1
Jangan lupa LIKE dan KOMENT ya besti
TERIMA KASIH