Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Tidak izin


__ADS_3

...Lanjut ya besti ku sayang...


...Tapi sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Bara masih berada di ruang ganti nya untuk berganti pakaian sedang kan Balgis masih tetap di posisi nya dengan kedua tangan yang masih rapat menutup mata nya


Tapi meski pun begitu pikiran nya sibuk kemana karena bagaimana pun Balgis juga gadis yang normal


Ia suka dengan hal hal yang terlihat bagus dan nyata


Apalagi saat melihat Bara tidak menggunakan baju


Balgis memang tidak pernah pacaran tapi ia tidak oon oon banget tentang hal-hal yang berbau dewasa


Balgis sudah cukup umur lah untuk tau hal tersebut


Hanya saja Balgis tidak pernah mempraktek kan nya selama ini ia hanya mempelajari saja lebih tepat hanya ingin sekedar tahu saja


Dan untuk wajah Balgis saat ini jangan di tanya lagi sudah pasti seperti kepiting rebus saling merah nya sudah kayak tomat tapi untung saja bara tidak melihat nya


Jika tidak sudah pasti Bara dapat menyimpulkan apa yang sedang Balgis pikir kan


" Oh ya ampun dia bertelanjang dada di hadapan ku " batin Balgis


" Kulit nya bersih banget tidak terlalu putih dan juga tidak terlalu coklat, pas banget untuk kulit se orang laki-laki, apalagi perut nya oh my God perut nya kotak kotak dan kalau gak salah hitung ada delapan kotak dan jika di raba raba pasti itu sangat keras "


" Lelaki sempurna dan idaman banget pantes banget di sekolah banyak yang mengidolakan dia dan entah kenapa membayang kan banyak yang menggoda nya membuat ku kesel ah ya ampun sadar Balgis sadar "


Balgis mencoba untuk menyadar kan diri nya sendiri agar tidak terlalu dalam mengagumi Bara galon eh salah calon suami nya sendiri.


Sedang kan Bara juga sudah selesai dengan baju ganti nya dan ia langsung melangkah kan kaki nya di mana Balgis berada


" Ada apa kau kemari, apa kau ingin melihat kamar kita nanti " goda Bara, sambil terus berjalan dengan santai se olah tidak terjadi apa apa

__ADS_1


Balgis tidak bergeming, dia masih tetap menutup mata nya rapat rapat, dan jantung nya tidak berhenti berdetak jantung itu berdetak lebih cepat dari pada biasa nya tapi Balgis mencoba untuk terlihat biasa biasa saja


" Apa apaan ini, mengapa aku harus begitu malu melihat dia telanjang dada " gumam Balgis dalam hati


" Aku harus bisa menguasai diri lagi agar tidak terlihat memalukan "


" Hey " panggil Bara lagi karena tidak ada respon dari Balgis


" Buka lah mata mu aku sudah selesai ganti baju "kata Bara sambil berjalan mendekat ke arah Balgis


" Jangan bohong " jawab Balgis


" Buka lah mata mu biar kamu tau aku sedang berbohong atau tidak " jawab Bara


Akhir nya Balgis menuruti Bara


" Ada apa? " tanya Bara datar saat Balgis sudah membuka mata nya


" Mama mu meminta ku untuk menyuruh mu turun " jawab Balgis lalu melangkah untuk meninggal kan kamar Bara


Entah apa yang sedang bara pikir kan


" Sebentar lagi mama ku juga akan menjadi mama mu ingat itu " ucap Bara menunjuk kan rasa kesal nya pada Balgis


" Maaf aku masih tidak terbiasa aku merasa kikuk dengan keadaan seperti ini " jujur Balgis


" Biasa kan mulai sekarang " ucap Bara datar


Balgis hanya mengangguk


" Emmm dan satu lagi, seperti nya tas ku tertinggal di apartement itu tadi pagi dan juga hand phone ku disana, aku harus menghubungi bunda, sebelum foto ku sudah ada di koran karena pemberitahuan orang hilang " ucap Balgis dengan wajah yang terlihat sangat serius


Bara merasa gemas dengan ekspresi Balgis


Bara terkekeh mendengar Balgis bilang foto nya akan terpampang di koran.


" Ternyata kau bisa ter senyum juga rupa nya " kata Balgis keceplosan karena meresa ter pesona melihat senyum Bara yang sangat jarang itu.

__ADS_1


Dengan cepat Bara mengembali kan muka serius nya.


" Cepat lah turun mama sudah menunggu kita " ajak Bara karena merasa malu terhadap Balgis


Bara mendahului langkah Balgis menuju meja makan.


" Eh anak anak mama udah turun, dudukblah " ujar Maura sambil membukakan kursi untuk Balgis,


" Eh ngapain kamu " tanya Maura saat melihat Bara yang ingin duduk di kursi yang tadi di buka kan nya.


" Itu untuk menantu ku, kamu duduk di sana " jelas Maura sambil menunjuk kursi makan di depan nya.


" Wah belum apa apa sudah tidak adil " gerutu Bara kesal


" Sayang kamu duduk di sini deket mama " ucap Maura dan Balgis pun mendekat.


" Mama nanti hubungi bunda nya Balgis ya, kasih tahu kalau anak nya disini " ujar Bara tiba tiba pada Maura.


" Bunda ku juga akan menjadi bunda mu ingat itu dan mulai biasakan itu paham " jawab Balgis yang mengembalikan omongan Bara


Bara hanya diam


" Ternyata tidak se mudah yang aku pikir kan memanggil ibu pada orang tua selain ibu kita sendiri " batin Bara


" Emang kamu tidak bilang pada Iin kalau kamu bawa anak nya kemari " tanya Maura heran


BERSAMBUNG…


Jangan lupa tinggal kan jejak setelah selesai baca ya bestiee


Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee


Buat nyemangatin author lah ya


Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2