
...Selamat hari Jum'at bestie...
...Semoga yang like dan yang koment dari awal mendapat kan barokah dan perlindungan dari Allah SWT Amin...
Baik lah bestie lanjut
Saat ini kaki balgis sudah membengkak, karena tadi saat balgis keluar apartemen tidak memakai alas kaki.
Dan kaki nya tanpa sengaja menginjak sesuatu yang tajam sehingga melukai kaki nya.
Dan balgis tidak ingin di periksa, dan mau tidak mau bara harus berulah dan bertanya berhasil.
Bara yang melihat itu hanya tersenyum karena rencana nya berhasil
Bukan karena sudah cinta tapi kesehatan penting itu lah yang Bara pikir kan
Tapi untuk alasan sebenar nya hanya hati nya yang tahu
" Akhir nya rencana ku berhasil jika tidak begitu maka gadis pembuat onar itu tidak akan mau di obati " batin Bara
Sedang kan Maura dan Muzakki menjadi panik karena teriakan Balgis yang terdengar sangat menyakit kan
" Kamu kenapa nak " tanya Maura dan Muzakki yang terlihat sangat khawatir melihat Balgis yang memegang kaki nya
Dengan cepat Maura ingin memeriksa kaki Balgis untuk memastikan apa yang terjadi
" Biar kan mama melihat nya " ucap Maura
Dan Maura begitu terkejut melihat kaki Balgis yang sudah mulai bengkak.
" Kaki mu kenapa nak ? tanya Maura sangat khawatir
" Kenapa ma " tanya masih Muzakki yang terlihat begitu khawatir
" Ini loh pa kaki gadis kita bengkak " jawab Maura
Sedang kan Balgis sudah mulai bingung
" Kenapa bisa bengkak " tanya Muzakki panik
__ADS_1
" Itu pa tadi pagi kaki ku menginjak sesuatu, tapi tidak apa apa, ini hanya sakit sedikit kok pa di obati nanti juga akan sembuh dengan sendiri nya luka nya gak dalem kok pa cuma kegores saja " kilah Balgis
Padahal saat ini kaki nya itu sudah mulai nyut-nyutan tapi Balgis tahan karena tidak ingin melihat calon mertua nya itu semakin panik atas luka yang ia ciptakan sendiri akibat tidak hati hati
Sedang kan Bara cuek aja sebab rencana nya sudah berhasil Bara hanya menikmati drama yang mama dan papa nya ciptakan
Karena menurut Bara itu sangat sangat keterlaluan
Tapi jika di lihat kebelakang itu sudah hal biasa karena orang tua nya akan selalu panik dengan sesuatu kecil jika itu sudah menyakut dengan orang yang mereka sayangi
" Apa sudah di obati " tanya Muzakki
" Sudah pa, tadi kak Bara sudah mengobati kaki ku. " jelas Balgis agar calon mertua nya itu tidak terlalu khawatir
" Apa kau sudah membawa nya ke dokter " tanya Muzakki untuk memastikan pada sang anak
" Belum, tadi rencana nya aku akan bawa dia ke rumah sakit tapi dia gak mau ya udah aku bawa ke sini, mau di panggil kan dokter rumah ini dia juga tidak mau " jawab Bara santai dan cuek
" Astagaaa kau gila Bara, bagaimana kalau kaki nya infeksi terus di amputasi kan gak lucu " ucap Muzakki kaget
" Ma telpon cepat dokter doni (dokter pribadi keluarga Muzakki ) emm jangan jangan telpon saja dokter bedah nya langsung suruh cepat ke sini, suruh mereka cepat bergegas jika tidak mereka akan segera aku pensiun kan " ujar Muzakki khawatir.
" Kamu diam nak, kami tidak mau terjadi apa apa sedikit pun dengan mu " kata Muzakki sambil memegang telpon genggam nya untuk menghubungi seseorang.
" Aku benar benar menyesali tindakan ku kali ini " gerutu Balgis dalam hati
" Ini semua gara gara manusia tak punya perasaan itu andai dia bisa mengerem sedikit mulut nya sudah pasti aku tidak akan membongkar luka di kaki ku ini huft Bara Bara kau begitu menyebal kan lihat lah wajah tak berdosa nya itu membuatku muak dan pusing "
" Aku harus bisa menenangkan ke dua orang ini jika tidak drama ini tidak akan selesai selesai "
" Huft tapi apa otak ku tidak mau bekerja di saat genting seperti ini " kesel Balgis dalam hati
" Papa mama, aku benar-benar tidak apa apa " jawab Balgis tapi tidak di gubris oleh dua orang paruh baya itu.
Balgis melirik Bara untuk meminta bantuan tapi Bara acuh karena ia sangat suka melihat wajah Balgis yang terlihat kesel akan diri nya apalagi ke dua orang tua nya itu sudah kalang kabut
" Hendra cepat telpon dokter doni, sekalian suruh dia bawa dokter bedah langsung kemari, aku benar benar tidak ingin terjadi apa apa dengan anak gadis menantu ku " kata Muzakki pada asisten pribadi nya yang baru datang, dan langsung di angguki oleh pak Hendra tanpa ingin tahu apa yang terjadi karena ia sudah paham melihat situasi yang ada di depan nya itu
Sedang kan balgis terus mengutuk ke bodohan nya melihat calon mertua nya itu kalang kabut.
__ADS_1
" Pa ma boleh kita lanjut kan sarapan, aku benar benar lapar " pinta nya pada Maura dan Muzakki agar mereka kembali normal seperti sedia kala, sebenar nya rasa lapar Balgis sudah hilang karena melihat tingkah kedua orang calon mertua nya, itu hanya alasan nya saja agar Maura dan Muzakki menghenti kan ke khawatiran nya yang merunut nya sangat berlebihan itu.
" Astaga mama melupakan itu kalau kamu belum makan apapun " jawab Maura yang sudah berbalik mendekat ke meja makan.
Dengan segera Maura langsung mengambil piring Balgis dan mengisi nya dengan makanan yang ada di meja tersebut
" Mama suapi ya " katanya pada Balgis
" Ma, yang sakit kaki Balgis bukan tangan " jawab Balgis dengan senyum menghangat kan
" Pa duduk, ayo kita sarapan " ajak Balgis pada Muzakki akhir nya kegaduhan itu mereda
Maura dan Muzakki kembali ke meja makan untuk menikmati sarapan yang tertunda itu
Bara hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah berlebihan kedua orang tuanya itu.
" Makan yang banyak ya nak, nanti setelah dokter datang luka di kakimu harus segera di periksa " ujar Maura lembut pada calon menantu nya itu.
" Iya ma, tolong jangan bilang bunda soal ini " pinta Balgis pada Maura, dan Maura hanya mengangguk.
" Apa ini ulah mu " tanya Muzakki pada Bara yang lagi menikmati sarapan nya.
" Tidak pa, ini kesalahan ku yang teledor tidak memakai sandal " jawab Balgis langsung saat mendengar Muzakki ingin menyalahkan Bara
" Sebenar nya kalian habis dari mana si, kenapa bisa tidak memakai sandal " tanya serius Muzakki dengan kekhawatirannya.
Ketika Bara ingin menjawab nya beruntungnya dokter datang.
" Terselamatkan " gumam Balgis merasa lega, lalu menatap ke arah Bara dengan senyum lebar memperlihatkan gigi rapi nya.
BERSAMBUNG…
Jangan lupa tinggal kan jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca main menghilang kan gitu aja kan sedih author nya
__ADS_1
TERIMA KASIH