Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Gangguan di pagi hari


__ADS_3

...Lanjut bestie jangan lupa dukungan nya ya...


...Maaf author lagi gak bisa buat mereka melakukan malam pertama jadi di tunda besok ya 😄😄😄...


Balgis nampak kikuk karena saat ini Bara sudah ada di depan nya dengan nafas yang memburu


Bara kembali menelan ludah nya melihat punggung dan paha Balgis yang tidak terbalut pakaian sebenang pun.


Dan tanpa dia sadar bahwa ada sesuatu yang sudah mendesak di bagian celana nya.


Bertahan lah " gumam nya pada diri sendiri.


Ke kenapa " tanya Balgis gugup


Kamu juga kenapa " tanya Bara


Aku hanya kaget saat kamu masuk " jawab Balgis dengan terbata bata


Maaf aku hanya tidak bisa mengontrol diri ku sendiri '' jujur Bara


Aku tahu tapi bisa kah kita lakukan besok karena malam ini aku capek banget " ucap Balgis gamblang


Mendengar itu Bara jadi lesu tapi ia tak memaksa karena ia juga merasa lelah tapi tidak dengan bagian bawah nya di super star nampak tak ingin tahu tapi sekuat tenaga bara menahan nya karena ia tak ingin memaksa kan sang istri


Baik lah ganti baju mu " ucap Bara


Tapi kamu keluar dulu " pinta Balgis


No kita sudah sah semua bagian tubuh mu sudah menjadi milik ku " ucap Bara tegas


Baik lah tapi jangan tatap aku seperti itu, Hem kalau gitu kamu tutup mata mu "


Kenapa harus di tutup " heran Bara


Mau aku ganti baju atau baku akan tetap berada di kamar mandi sampai besok pagi " ucap Balgis.


Baik lah " ucap Bara mengalah


Dengan segera Bara menutup mata nya tapi ya begitu lah di mana mana laki laki semua nya sama yaitu mata keranjang


Bara selalu membuka mata nya di saat Balgis sedang sibuk memakai pakaian nya


Sayang buka mata mu aku sudah " ucap Balgis sambil mendekat ke arah Bara

__ADS_1


Baik lah ayo tidur " ucap Bara tersenyum dan istri cantik nya tersebut


Bara sudah keluar lebih dulu dari kamar mandi itu, awal nya Balgis mengagguk dan juga mengikuti langkah bara tapi mendadak Balgis menghentikan langkah nya, dia masih belum bisa mencerna kata kata Bara yang dengan enteng nya mengajak nya tidur.


Balgis bingung dengan kata tidur yang di maksud oleh suami nya tersebut


Kenapa kau termenung " kata Bara yang kini sudah duduk di sisi tempat tidur Balgis


Tidak sautan dari Balgis


Sayang kamu kenapa ayo sini " pinta Bara dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang


akhir nya Balgis melangkah pelan ke arah tempat tidur nya, dia masih terasa sangat canggung memikirkan apa yang akan terjadi antara dia dan bara suami baru itu malam ini.


Dengan takut takut Balgis naik ke atas tempat tidur, dan berbaring di sisi Bara.


Tanpa pamit Bara langsung memeluk tubuh istri nya,dan Balgis tidak bisa memberontak karena itu hal yang biasa untuk pasangan suami istri walau dia masih sangat canggung.


Setelah itu Bara melepas kan pelukan nya dan meraih selimut untuk mereka gunakan dan setelah nya ia langsung memeluk Balgis kembali.


Aku tahu kau masih sangat takut untuk melakukan itu, dan aku tidak akan memaksa nya sampai kau benar benar siap " ucap Bara lembut di telinga Balgis.


Maaf " ucap Balgis yang kini sudah menghadap kan tubuh nya ke Bara


Aku bukan nya tidak mau hanya saja aku merasa capek dan juga aku sedikit takut hehehe '' jujur Balgis


Dan Bara merasa gemas dengan tingkah istri nya tersebut.


Istirahat lah, aku tahu kau sangat lelah " jawab Bara tersenyum


Balgis mengangguk.


Tidak lama mata Balgis sudah terpejam karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa kantuk dan lelah karena kesibukan seharian.


Bara terus memeluk tubuh istri nya itu sambil mengelus puncak kepala Balgis dengan sayang.


Hari ini aku masih bisa menahan nya, tapi aku tidak yakin untuk besok " ucap Bara sambil terus memandang wajah Balgis yang kini sudah tidur menghadap kearahnya.


Ke esokan hari nya mata Balgis mengercap saat sinar matahari sudah mulai mengintip masuk ke kamarnya.


Dan dia menahan nafas nya saat melihat satu lengan melingkar di pinggang nya, pelan pelan Balgis memutar tubuh nya untuk melihat si pemilik lengan besar itu.


Balgis tersenyum legah, saat menyadari kalau lengan besar itu milik Bara, lelaki yang kini telah resmi menjadi suami nya.

__ADS_1


Aku hampir lupa, kalau sekarang aku sudah punya suami " gumam nya sambil tersenyum memandang wajah tampan Bara yang masih tertidur lelap.


Morning sayang " ucap Bara mengejutkan Balgis.


Kau sudah bangun " tanya Balgis sedikit malu karena ke pergok sedang menatap wajah bara.


Cup "Bara mencium bibir Balgis tanpa pamit.


Apa yang kau lakukan " kaget Balgis yang mendapat ciuman tiba tiba dari Bara.


Morning kiss sayang, dan mulai sekarang kau harus terbiasa " ucap Bara sambil tersenyum


Kenapa harus bangun tidur sih " malu Balgis


Emang kenapa ? " tanya Bara


Aku belum sikat gigi "


Tapi aku suka dan kau tidak perlu malu karena mulai hari ini setiap bangun tidur aku akan melakukan nya dan lagi pula ini bukan ciuman pertama kita " ucap Bara


Dan setelah itu Bara menarik tengkuk kepala Balgis dan kembali mencium bibir Balgis dengan lembut.


Sayang " ucap Balgis


Aku tidak peduli " jawab Bara yang tidak sabar ingin kembali mengecup ranum bibir istri nya tersebut.


Bara kembali ******* bibir seksi Balgis pelan pelan dia mulai memasukan lid*ah ke dalam mulut istri nya tersebut, melihat Balgis yang nampak benar benar kaku dengan ciuman ini, membuat Bara tersenyum karena merasa yakin kalau istrivnya ini benar benar tidak pernah berciuman.


Bara semankin terbuai dengan ciuman pagi ini, tidak henti hentinya ia meyesap lembut bib*ir Balgis


Sedang kan Balgis mulai membuka pelan bi*bir nya tanpa sadar dia sudah membalas ******* sang suami


Mereka berdua semankin terbawa dengan ciuman pertama ini, Bara terus mengabsen setiap isi dalam mulut Balgis dan sesekali Bara menggigit bibir istri nya tersebut karena gemas.


Tok tok tok" suara pintu, dan itu membuat mereka menghentikan ciuman yang sudah mulai panas.


Bara terpaksa melepaskan kenikmatan di pagi hari nya tersebut.


Siapa sih yang ganggu " kesal Bara


Udah sana lihat dulu " ucap Balgis


Sedangkan Balgis segera mengambil nafas karena merasa paru parunya sudah kehabisan oksigen, dan dia merasakan panas di bagian kedua pipinya.

__ADS_1


Dan untuk bara ia membuka pintu


Pagi tuan " ucap sang pembantu keluarga Keynat


__ADS_2