
...Selamat pagi bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Meski terus mengomel tapi mereka tetap melakukan aksi yang menjadi hukuman mereka ya meskipun tetap aja tidak ada perubahan malah tambah kacau sebab mereka hanya memetik daun nya tidak dengan batang nya
Tapi tetap tidak ada perubahan di tamanan tersebut karena memang daun nya sangat lebat
" Udahan aja yuk aku pusing " ucap Balgis.
Belum juga Davina dan Prita merespon Balgis sudah tumbang lebih dulu
Bara yang mengetahui kejadian itu lewat CCTV di ruangan nya langsung berlari secepat mungkin
" Sial kenapa pakek pingsan segala " gerutu Bara
Sedang kan Prita dan Davina mendadak linglung
" Prita aku mohon untuk kali ini aja jangan nangis pakai otak untuk berpikir please " pinta Davina dengan tatapan memohon
Karena saat Prita panik dan merasa khawatir diri nya akan menangis dan menangis tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membantu nya
Dan sifat itu yang sangat di benci oleh Davina dan Balgis
Karena di saat diri nya atau Balgis yang kenapa kenapa Prita tidak dapat membantu
Prita yang mendengar teguran dari Davina mencoba untuk fokus
" Tahan Prita tahan jangan nangis " ucap Prita dengan gaya lucu nya
" Ayo angkat Balgis ke K U S " ucap Prita
" U K S " Prita jawab Davina dengan menekan semua ucapan nya
Prita memilih untuk diam karena ia tau saat ia panik apa yang Prita ucapkan tidak akan sama dengan apa yang ia pikirkan
Saat mereka berdua kesusahan mengangkat Balgis bara datang
" Biar saja aja " ucap nya.
" Alhamdulillah ada pak Bara " syukur Davina
Sedang kan Prita hanya diam ia masih merasa sangat kesel ke Bara karena bagi Prita Bara lah yang harus bertanggung jawab..
Karena keadaan Balgis seperti ini akibat ulah nya
Tapi ia memilih untuk diam karena tidak ingin di marahin oleh Davina
Bara mengangkat Balgis dengan santai nya tidak terlihat berat sama sekali
Davina dan Prita mengikuti dari belakang..
Tidak ada yang tau tentang kejadian itu karena semua guru sibuk mengajar dan semua siswa-siswi sibuk mengikuti pelajaran
__ADS_1
Hanya ada beberapa siswi yang keluar dengan urusan masing-masing
Sampai di UKS Bara membaring kan Balgis dengan hati hati
Dan sekarang ia dapat melihat jika wajah Balgis sangat pucat tapi tidak mengurangi kecantikan nya
Saat Bara ingin menarik tangan nya dari kepala Balgis
Uweeeek
Balgis muntah di bahu Bara sedang kan Bara Davina dan Prita melongo melihat kejadian itu
" Sial " ucap Bara
Dan dengan kasar Bara menarik tangan nya dari kepala Balgis
" Kalian urus tenan kalian saya ingin ke toilet " ucap Bara dengan dingin dan dengan tatapan tajam nya
Davina dan Prita hanya mengangguk karena mereka merasa prihatin dengan Bara
Tapi jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam mereka menertawakan kesialan Bara guru baru yang ada di sekolah mereka..
Dan guru yang sudah menghukum mereka
" Anggap saja itu sebagai balasan karena udah menghukum kita " ucap Prita
Dan Davina menanggapi
" Tot tolong pergi ke koperasi beli kan Balgis seragam baru "
" Siap "
Dan Davina memilih untuk membawa Balgis dan Prita pulang bersama nya
Davina meminta izin dan surat untuk pulang cepat karena Balgis sedang sakit
Setelah semua nya beres Prita yang meminta izin ke guru kelas nya untuk mengambil tas nya dan kedua teman nya
Tak lupa juga dengan membawa surat keterangan dari guru piket karena Prita yakin guru itu tidak akan percaya kalau tidak ada bukti
Dan setelah itu Davina dan Prita membopong tidak nih Balgis meskipun kesusahan tapi mereka masih kuat tapi tidak tahu apakah bisa sampai ke mobil atau tidak
Karena tenaga mereka juga sudah terkuras
Dan Bara melihat kejadian itu
Dan tanpa di duga Bara juga memilih untuk pulang karena hari ini hanya pengenalan dan melihat isi sekolah
Melihat ada Bara Davina langsung memanggil nya
" Pak Bara " panggil Davina
Bara pura pura tidak mendengar
" Pak tolong kita " teriak Davina
Tidak ingat membuat keributan Bara memilih untuk nyamperin mereka
" Pak bantu kita " ucap Davina
" Mau kemana kalian kok bawa tas " tanya
__ADS_1
" Kita mau pulang karena dokter nya lagi tidak ada mohon bantuan nya pak bawa Balgis ke mobil karena ia belum sadar sadar juga "
Mendengar Balgis belum sadar Bara langsung mengangkat tubuh nya dengan tergesa-gesa
" Di mana mobil nya " tanya Bara
" Di pojok itu " jawab Prita
Dengan segera Bara melangkah kan kaki nya ke sana
" Bawa ke rumah sakit saja " ucap Bara
" Iya pak " jawab Davina agar cepat
Dan setelah itu tanpa permisi mereka pergi begitu saja
Dengan Davina yang menyetir sedangkan Prita sedang berusaha untuk membangun kan Balgis dengan memberikan minyak kayu putih di hidung Balgis
" Belum sadar juga " tanya Davina
" Kayak nya Balgis pingsan karena kelaparan deh "
" Jangan ngaco Prita "
" Aku serius dari tadi cacing nya bunyi terus " serius Prita
" Yang benar "
Prita menganggu mantap
" Dasar ceroboh udah tahu punya penyakit maag masih aja sok sok an gan makan " kesel Davina..
" Nanti aja ngomel nya buk sekarang beli makanan dulu dan aku udah hubungin dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Balgis " jelas Prita
" Hem "
Setelah kurang dari lima belas menit mereka sampai di pekarangan murah Davina dan ternyata di sana sudah ada dokter yang akan memeriksa Balgis..
Dan dengan terpaksa Balgis harus di infus untuk membantu memenuhi nutrisi nya dan juga ia kecapean itu sebab nya ia pingsan karena tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh nya
Dan setelah menghabiskan satu infus Balgis sadar tapi untuk infus masih di pasang karena itu infus ke dua untuk nya
" Aku di mana " tanya nya setelah sadar.
" Di rumah tadi ko pingsan dan dokter bilang kamu kecapean dan kekurangan nutrisi " jelas Prita
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1