
...Lanjut...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Teeeeeet teeeeeet teeeeeet
Bel bunyi sekolah
Dan Balgis sengaja tidak keluar kelas karena sedang menunggu untuk memanggil nya karena ia tahu ia sudah di tunggu di ruang BK
Dan sebelum itu terjadi Balgis mengirimkan pesan ke sang bunda yang bertulisan
" Bunda siap siap Balgis masuk ke ruang BK lagi "
Sedang kan sang bunda hanya memutar mata nya jengah melihat itu tapi detik berikut nya ia bangun mempersiapkan segala keperluan Balgis
Karena iin tau jika sampai Balgis mengimkan pesan itu tanda nya peringatan dan itu pasti masalah yang cukup serius
" Nita " panggil bunda Iin
" Nita " teriak nya lagi
" Iya tan " jawab Nita
" Bantu tante kakak mu buat masalah lagi " jawab nya santai
" Yang benar " jawab nya gembira
Karena selama tinggal di sini Nita masih belum menyaksikan kenakalan sang kakak sepupu
Nita tidak menyalah kan Balgis karena sering buat ulah dan masalah karena Nita berpikir itu bentuk pemberontakan yang Balgis lakukan tapi masih ada orang yang mengerti dengan itu semua ya. siapa lagi kalau bukan Aan sang ayah kandung yang selalu menganak tiri kan sang putri bungsu
Dan benar saja ada sisiwi yang masuk ke kelas Balgis memberi tahu jika sudah di tunggu oleh pak Bara selaku guru BK di sekolah tersebut
Tok tok tok
" Kak Balgis di tunggu pak Bara di ruangan BK " ucap nya
" Hem terimakasih " jawab Balgis
" Sama sama kak "
Balgis keluar kelas seorang diri sebab Davina dan Prita masih di kantin mereka mengisi perut terlebih dulu
Mendengar Balgis sudah menuju ke ruangan BK dengan segera Davina dan Prita juga ikut kesana
Dan siapa sangka Davina dan Prita masuk lebih dulu karena Balgis masih belum sampai
__ADS_1
Dan mereka lupa mengucapkan salam ataupun mengetuk pintu karena mereka pikir Balgis sudah ada si dalam
Sedang akan Balgis sendiri masih berada di toilet untuk mencuci wajah nya
" Bisa sopan sedikit gak sih " kesel Bara
" Maaf pak saya kita Balgis sudah berada di ruangan bapak "
" Meskipun dia ada di sini kalian gak boleh sembarangan masuk ke ruangan orang mau saya ikut hukum juga " bentak Bara
" Tidak pak " jawab Prita dan Davina
Balgis tiba dengan santui tidak ada kecemasan atau pun rasa takut
Tanpa ba-bi-bu Balgis langsung duduk di depan Bara
" Mana surat nya " tanya Balgis
" Surat skorsing nya " jawab Balgis
" Dari mana kamu tau saya akan memberikan itu " tanya Bara
" Sudah biasa bagi saya pak " jawab santai Balgis
Bara sebenar nya merasa takjub dengan keberanian Balgis tapi karena saat ini ia menjadi guru BK jadi ia harus memenuhi peraturan yang berlaku
Bagi siapa yang membuat ulah dan menyebabkan kan yang lain nya juga bermasalah maka hal pertama yang harus guru BK lakukan salah memberikan skorsing pada anak tersebut
Tapi karena kali ini Balgis dan lawan nya main tangan jadi secara otomatis orang tua nya akan di panggil ke sekolah
" Bisa baca kan " jawab Bara
Balgis mengambil amplop putih itu
" Untuk panggilan orang tua silahkan langsung kirim ke rumah saya " ucap Balgis dingin
Dan setelah itu Balgis berlalu begitu saja
" Wow di bahkan santai saat mendapat kan surat skorsing dan panggilan orang tua kalau aku berada di posisi nya mungkin aku akan merasa gelisah dan sebagai nya " ucap Bara
Balgis segara menuju ke mobil nya di ikuti oleh Davina dan Prita
" Dev aku malam ini nginap di rumah kamu ya " ucap Prita tiba tiba
Mendengar itu Balgis menghentikan langkahnya
" Kayak nya aku juga kalian tau kan ayah pasti sangat marah melihat surat panggilan orang tau dan kemungkinan besar aku akan di usir dari rumah itu " ucap Balgis santai
" Jangan ngomong gitu " ucap Prita
" Di antara orang tua kalian aku yang paling melas " ucap Balgis
" Sudah lah yang penting kita selalu bersama " jawab Davina
" Ingat apapun yang terjadi jangan pernah mau kalah dengan keadaan dan untuk kamu Prita pulang lah lebih dulu ke rumah, liat reaksi ayah kamu baru setelah itu kamu bisa mengambil keputusan antara nginap di rumah Davina atau tidak begitu pun juga dengan aku " jelas Balgis
__ADS_1
Prita hanya mengangguk meskipun ia sudah tau akhir dari semua nya
" Pasti aku di caci maki lagi " batin Prita
Setelah itu mereka pulang ke rumah masing masing dengan Prita yang di antar oleh Davina
Balgis sampai di rumah lebih dulu ketimbang ke dua sahabat nya
Balgis celingak-celinguk mencari keberadaan sang ayah bersiap siap untuk di ceramahi baru setelah itu ia bisa mengambil keputusan antara pergi atau menetap di rumah tersebut
Balgis menaiki tangga menuju ke kamar nya yang ada di lantai tiga
Dengan cekatan Balgis memasukkan baju celana dan kebutuhan lain nya ke dalam tas ransel karena kemungkinan terburuk nya ayah nya akan mengusir nya karena panggilan orang tua tersebut
Saat Balgis sibuk bunda nya masuk
" Balgis " panggil nya
" Hem "
" Mau kemana " tanya sang bunda
" Siap siap bun karena aku yakin suami bunda itu akan segera mengusir anak tak tau di untung ini " ucap Balgis
" Jangan berkata seperti itu sayang ayah pasti menyayangi mu " balas sang bunda dengan air mata yang mengalir
" Sudah lah bun jangan bela aku terus aku menang seharus nya tau diri kalau aku tidak di harapkan di keluarga ini dan aku sudah siap untuk meninggalkan istana kalian ini " ucap Balgis
" Tapi bunda tidak akan membiarkan itu terjadi "
" Bunda setuju atau tidak semua keputusan ada di tangan Balgis jika Balgis udah tak ada jangan sering bertengkar dengan ayah ya Bun Kate pembuat ulah nya sudah tidak di rumah ini " jelas Balgis dengan suara bergetar tapi ia tahan supaya terlihat biasa-biasa saja
Lebih baik pergi dari pada tak di anggap itu kah yang ada di pikiran Balgis
Balgis merasa sudah cukup untuk semua nya
Sudah cukup semua cacian dan makian yang ayah nya lontar kan selama ini hanya menganggap Oana sebagai Putri kesayangan nya padahal ia juga ingin di manja seperti putri bungsu pada lain nya
Tapi sedari kecil ia tidak pernah mendapat kan iti semua
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1