Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Pulang


__ADS_3

...Lanjut...


...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Baiklah lanjut ya bestiee


...🔥🔥🔥🔥🔥...


Teeeeeet teeeeeet teeeeeet


Bel bunyi sekolah


Dan Balgis sengaja tidak keluar kelas karena sedang menunggu untuk memanggil nya karena ia tahu ia sudah di tunggu di ruang BK


Dan sebelum itu terjadi Balgis mengirimkan pesan ke sang bunda yang bertulisan


" Bunda siap siap Balgis masuk ke ruang BK lagi "


Sedang kan sang bunda hanya memutar mata nya jengah melihat itu tapi detik berikut nya ia bangun mempersiapkan segala keperluan Balgis


Karena iin tau jika sampai Balgis mengimkan pesan itu tanda nya peringatan dan itu pasti masalah yang cukup serius


" Nita " panggil bunda Iin


" Nita " teriak nya lagi


" Iya tan " jawab Nita


" Bantu tante kakak mu buat masalah lagi " jawab nya santai


" Yang benar " jawab nya gembira


Karena selama tinggal di sini Nita masih belum menyaksikan kenakalan sang kakak sepupu


Nita tidak menyalah kan Balgis karena sering buat ulah dan masalah karena Nita berpikir itu bentuk pemberontakan yang Balgis lakukan tapi masih ada orang yang mengerti dengan itu semua ya. siapa lagi kalau bukan Aan sang ayah kandung yang selalu menganak tiri kan sang putri bungsu


Dan benar saja ada sisiwi yang masuk ke kelas Balgis memberi tahu jika sudah di tunggu oleh pak Bara selaku guru BK di sekolah tersebut


Tok tok tok


" Kak Balgis di tunggu pak Bara di ruangan BK " ucap nya


" Hem terimakasih " jawab Balgis


" Sama sama kak "


Balgis keluar kelas seorang diri sebab Davina dan Prita masih di kantin mereka mengisi perut terlebih dulu


Mendengar Balgis sudah menuju ke ruangan BK dengan segera Davina dan Prita juga ikut kesana


Dan siapa sangka Davina dan Prita masuk lebih dulu karena Balgis masih belum sampai

__ADS_1


Dan mereka lupa mengucapkan salam ataupun mengetuk pintu karena mereka pikir Balgis sudah ada si dalam


Sedang akan Balgis sendiri masih berada di toilet untuk mencuci wajah nya


" Bisa sopan sedikit gak sih " kesel Bara


" Maaf pak saya kita Balgis sudah berada di ruangan bapak "


" Meskipun dia ada di sini kalian gak boleh sembarangan masuk ke ruangan orang mau saya ikut hukum juga " bentak Bara


" Tidak pak " jawab Prita dan Davina


Balgis tiba dengan santui tidak ada kecemasan atau pun rasa takut


Tanpa ba-bi-bu Balgis langsung duduk di depan Bara


" Mana surat nya " tanya Balgis


" Surat skorsing nya " jawab Balgis


" Dari mana kamu tau saya akan memberikan itu " tanya Bara


" Sudah biasa bagi saya pak " jawab santai Balgis


Bara sebenar nya merasa takjub dengan keberanian Balgis tapi karena saat ini ia menjadi guru BK jadi ia harus memenuhi peraturan yang berlaku


Bagi siapa yang membuat ulah dan menyebabkan kan yang lain nya juga bermasalah maka hal pertama yang harus guru BK lakukan salah memberikan skorsing pada anak tersebut


Tapi karena kali ini Balgis dan lawan nya main tangan jadi secara otomatis orang tua nya akan di panggil ke sekolah


" Bisa baca kan " jawab Bara


Balgis mengambil amplop putih itu


" Untuk panggilan orang tua silahkan langsung kirim ke rumah saya " ucap Balgis dingin


Dan setelah itu Balgis berlalu begitu saja


" Wow di bahkan santai saat mendapat kan surat skorsing dan panggilan orang tua kalau aku berada di posisi nya mungkin aku akan merasa gelisah dan sebagai nya " ucap Bara


Balgis segara menuju ke mobil nya di ikuti oleh Davina dan Prita


" Dev aku malam ini nginap di rumah kamu ya " ucap Prita tiba tiba


Mendengar itu Balgis menghentikan langkahnya


" Kayak nya aku juga kalian tau kan ayah pasti sangat marah melihat surat panggilan orang tau dan kemungkinan besar aku akan di usir dari rumah itu " ucap Balgis santai


" Jangan ngomong gitu " ucap Prita


" Di antara orang tua kalian aku yang paling melas " ucap Balgis


" Sudah lah yang penting kita selalu bersama " jawab Davina


" Ingat apapun yang terjadi jangan pernah mau kalah dengan keadaan dan untuk kamu Prita pulang lah lebih dulu ke rumah, liat reaksi ayah kamu baru setelah itu kamu bisa mengambil keputusan antara nginap di rumah Davina atau tidak begitu pun juga dengan aku " jelas Balgis

__ADS_1


Prita hanya mengangguk meskipun ia sudah tau akhir dari semua nya


" Pasti aku di caci maki lagi " batin Prita


Setelah itu mereka pulang ke rumah masing masing dengan Prita yang di antar oleh Davina


Balgis sampai di rumah lebih dulu ketimbang ke dua sahabat nya


Balgis celingak-celinguk mencari keberadaan sang ayah bersiap siap untuk di ceramahi baru setelah itu ia bisa mengambil keputusan antara pergi atau menetap di rumah tersebut


Balgis menaiki tangga menuju ke kamar nya yang ada di lantai tiga


Dengan cekatan Balgis memasukkan baju celana dan kebutuhan lain nya ke dalam tas ransel karena kemungkinan terburuk nya ayah nya akan mengusir nya karena panggilan orang tua tersebut


Saat Balgis sibuk bunda nya masuk


" Balgis " panggil nya


" Hem "


" Mau kemana " tanya sang bunda


" Siap siap bun karena aku yakin suami bunda itu akan segera mengusir anak tak tau di untung ini " ucap Balgis


" Jangan berkata seperti itu sayang ayah pasti menyayangi mu " balas sang bunda dengan air mata yang mengalir


" Sudah lah bun jangan bela aku terus aku menang seharus nya tau diri kalau aku tidak di harapkan di keluarga ini dan aku sudah siap untuk meninggalkan istana kalian ini " ucap Balgis


" Tapi bunda tidak akan membiarkan itu terjadi "


" Bunda setuju atau tidak semua keputusan ada di tangan Balgis jika Balgis udah tak ada jangan sering bertengkar dengan ayah ya Bun Kate pembuat ulah nya sudah tidak di rumah ini " jelas Balgis dengan suara bergetar tapi ia tahan supaya terlihat biasa-biasa saja


Lebih baik pergi dari pada tak di anggap itu kah yang ada di pikiran Balgis


Balgis merasa sudah cukup untuk semua nya


Sudah cukup semua cacian dan makian yang ayah nya lontar kan selama ini hanya menganggap Oana sebagai Putri kesayangan nya padahal ia juga ingin di manja seperti putri bungsu pada lain nya


Tapi sedari kecil ia tidak pernah mendapat kan iti semua


BERSAMBUNG…


Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment


Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee


Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee


Buat nyemangatin author lah ya


Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya


Terima kasih


Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee

__ADS_1


__ADS_2