
...Lanjut bestie...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
" Dari pada kamu stres mikirin yang gak penting lebih baik kita ke sasana ada pertandingan final di sana "
" Bosan " tolak nya
Dan entah kenapa bayangan wajah Balgis ada di dalam pikiran nya
" Kenapa malah ada bayangan tu cewek " batin Bara
Entah di sengaja atau tidak Bara dan Balgis memang selalu bertemu di saat yang tak terduga
" Ayo lah aku bosan harus liat kamu yang uring uringan dan besok kamu udah aktif di sekolah dan aku kembali sibuk di kantor biar lah tinggal Pandra yang bebas setelah ini "
" Cerewet amat sih " kesel Bara
" Nanti dulu lah tiga puluh menit juga sampai ke sana " lanjut nya
" Aku masih bingung sampai saat ini aku masih belum tau maksud dari papa dan mama "
Dhafa hanya terdiam karena sejujurnya ia tau maksud dari papa Muzakki dan mama Maura
Maka dari itu Dhafa mencari tau apakah Bara masih memiliki perasaan ke mantan nya atau tidak
Jika masih ia maka papa Muzakki yang akan mengurus nya tapi di lihat dari respon Bara Dhafa yakin jika nama Oana sudah hilang dari hati dan pikiran Bara
" Ar " panggil Dhafa
" Hem "
" Jika suatu saat Oana balik di saat kamu udah punya kehidupan sendiri atau bahkan kamu sudah berkeluarga apakah kamu akan goyah dengan kehadiran nya " ucap Dhafa serius
" Bukan kah dia udah balik " jawab Bara
" Kamu tau "
" Hem "
" Apakah perasaan itu masih sama "
" Aku dan dia sudah berakhir sejak dia mengkhianati aku dan aku gak akan masuk ke jurang yang sama hanya saja di liat dia dari situasinya saat ini ia akan mengejar aku lagi " serius Bara
" Kenapa ? "
" Karena dia gila hormat dan gila harga sedang kan saat ini sudah di umum kan akan menjadi ahli waris dalam keluarga Muzakki " jelas nya
" Yakin kau tidak akan goyah " pastikan Bara
" Hem tapi jika sampai bertemu langsung mungkin aku akan merasa tak nyaman " jawab nya
" Yang penting kamu harus ingat jika dia bukan wanita yang baik " tegas Dhafa
Bara hanya mengangguk
Karena memang sejuah ini perasaan untuk Oana sudah hilang
Setelah cukup berbincang-bincang Bara dan Dhafa akhirnya berangkat ke sasana untuk menonton pertandingan
Dan di sana sudah ada Balgis Davina dan Prita
__ADS_1
Karena Remon memang mengundang Balgis untuk menonton pertandingan final nya
Di saat semua nya sibuk menonton berbeda dengan Balgis yang sibuk dengan hand phone nya
Karena sedari tadi bunda nya menelpon
Tapi Balgis tidak mengangkatnya
" Siapa " tanya Davina
" Bunda "
" Kenapa gak di jawab bunda nanti khawatir loh karena aku bilang kamu akan balik Minggu pagi dan sekarang sudah siang "
" Kamu aja yang angkat aku masih males "
" Sini biar aku yang angkat "
" Halo tante ini Davina "
" Balgis ada bersama kamu Dev "
Dev adalah nama panggilan bunda Iin ke Davina
" Iya tan ini lagi nonton basket " jawab nya
" Ya udah kalau selesai langsung pulang ya "
" Iya tan ingat langsung pulang "
" Siap tante ku sayang "
" Ya udah hati hati ya pulang nya
" Iya tante bye "
" Bye sayang "
" Oke "
" Tapi malam ini aku nginep di rumah kamu ya " pinta nya
" Oke dengan senang hati " jawab Davina
" Jangan sedih masih ada kita di sini " ucap Davina
" Jangan buat yang aneh-aneh yang nantinya akan membuat kamu sakit " lanjut nya
" Maka dari itu aku masih ada di sini bersama dengan kalian " jawab Balgis dengan lelehan air mata nya
" Sudah lah nanti si bontot liat kamu nangis bisa kiamat " canda Davina
Karena memang di antara mereka Prita lah yang sangat posesif
Pertandingan telah usai dan tempat duduk penonton sudah mulai berkurang tapi ketiga gadis itu tidak ikut bangun sebab mereka sangat malas jika harus berdesak-desakan sama penonton lain nya
" Balik yuk udah mulai sepi " ajak Prita
Saat mereka berjalan Remon memanggil mereka bertiga dan semua yang ada di sana ikut menoleh
" Balgis " teriak nya
Dengan malas Balgis menoleh
" Kenalin dia kak Marko kakak sepupu aku " ucap Remon
" Balgis " jawab Balgis
" Dan ini sahabat sahabat nya " lanjut Remon
__ADS_1
Mereka semua berkenalan tapi saat sampai pada Bara dan Balgis
" Kamu " kaget Balgis
Sedang kan Bara hanya terdiam karena ia memang tau jika itu adalah cewek yang pernah bertabrakan dengan nya hanya saja Bara tidak mengetahui siapa nama gadis yang pernah menarik perhatian nya tersebut
" Kalian saling kenal " bingung Remon
Tidak ada jawaban dari kedua nya
Karena saat ini ke-dua nya masih sibuk saling tatap tatapan tapi bukan karena kagum melainkan saling melolot akibat insiden yang lalu
" Dia siapa kamu dek pacar " goda Marko
Remon tidak menjawab ia hanya tersenyum
Tapi tidak dengan Balgis yang langsung menolak pernyataan itu
" Bukan kak dia kakak kelas ku di sekolah " jawab nya dengan tegas
" Ya udah kalau gitu kita pamit kak " lanjut Balgis
Remon merasa kecewa dengan pernyataan Balgis ia berharap Balgis dapat mengiyakan pernyataan dari Marko
" Kita juga ya " ucap Bara
Tanpa di ketahui oleh siapapun Dhafa dapat melihat ketertarikan dalam diri Bara terhadap ketiga gadis SMA itu
Hanya saja Dhafa masih belum mengetahui siapa gadis tersebut
Balgis dan Davina sudah berada di dekat mobil nya
'' Kita ke bengkel dulu ya aku mau ambil mobil " kata Balgis
Sedang kan Bara memperlambat langkahnya saat berada di dekat Balgis
Meskipun Balgis sudah tidak memakai perban tapi Bara dapat melihat ada jahitan kecil di dahi nya
Hak sekecil itu Kim dapat Bara lihat padahal ia terkenal dengan sifat cuek nya tapi entah kenapa untuk Balgis itu pengecualian untuk nya
Dan Dhafa terus memperhatikan tingkah sahabat nya tersebut
Dan sekarang Dhafa tahu jika Balgis lah yang menarik perhatian nya
Dhafa hanya tersenyum melihat tingkah Bara
" Dhafa " panggil Bara
" Apa "
" Kamu yang nyetir ya aku males "
" Brengsek emang kamu gak liat aku juga bawa mobil " kesel Dhafa
" Biar di jemput sopir nanti beres kan " santai Bara
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
__ADS_1
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee