
...Lanjut yuk bestie...
...Tapi sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Bara dan Pandra baru saja sampai ke club dan langsung masuk ke dalam, mereka langsung duduk di meja yang sudah di pesan oleh Daffa sebelum mereka datang tapi Daffa tidak bisa ikut karena ia sedang sibuk dengan pekerjaan nya jadi ia hanya bisa terlibat dalam pemesan meja untuk ke dua sahabat nya
Bara langsung memesan minuman anggur putih kesukaan nya, tidak lama Jefri menghampiri Bara dan Pandra .
" Wah ada tamu terhormat ke club ku malam ini " kata nya sambil menyalami tangan bara dan Pandra dengan ala laki laki
" Untung kalian nelpon aku dulu sebelum ke sini, kalau nggak kalian nggak bakal dapat meja karena hari ini club sangat rame " ujar Jefri yang langsung duduk di sebelah Bara
Jefri menoleh untuk melihat meja Davina Balgis dan Prita yang kosong dan mata nya langsung mencari di mana keberadaan tiga gadis itu karena tidak ingin ada hal yang merugikan untuk ke tiga gadis itu
Ketiga gadis itu adalah tanggung jawab nya saat berada di club tersebut karena mereka seperti saudara
Sebenar nya club itu bukan sembarang club yang mau masuk ke sana harus menyertakan identitas asli karena kalau ada apa-apa Jefri bisa langsung memproses dan mereka yang berbuat ulah tidak akan dapat lolos dengan mudah
Tapi kenyataan nya itu hanya berlaku pada orang luar saja terbukti saat Bara dan Pandra masuk mereka tidak harus di cek karena mereka yang jaga di depan sudah tau siapa bara dan Pandra
Meskipun orang besar, pejabat dan lain nya harus mengisi formulir terlebih dahulu
Terbukti juga dengan Balgis Davina dan Prita mereka bertiga tidak memiliki KTP lebih tepat nya mereka memang tidak membuat karena masih menunggu Prita yang belum genap umur tujuh belas tahun
Tinggal setengah bulan lagi baru lah mereka akan memilih KTP, SIM dan lain nya
Tapi seperti nya itu tidak akan berguna untuk Balgis sebab saat ini mertua nya sedang mengurusi semua nya dari KTP SIM dan lain nya tidak perlu repot cukup dengan uang semua nya bisa beres.
Tapi ada pengecualian juga untuk mereka bertiga jika ingin masuk ke club
Kalau tidak ada Jefri di club mereka di larang masuk sebab tidak akan ada yang memantau nya dan Jefri tidak ingin ada kesahalah untuk ke tiga gadis tersebut
Jefri masih sibuk mencari ke tiga gadis tersebut dan dengan cepat mata Jefri menemu kan mereka yang sedang asik berjoged.
__ADS_1
Jefri langsung memanggil body guard yang berjaga tidak jauh dari nya.
" Bang tolong jagain mereka jangan sampai ada yang menggangu nya atau mendekati nya kalau ada yang maksa usir mereka " pinta Jefri sambil menunjuk kearah tiga gadis yang sedang berj oged.
Mata Pandra pun mengikuti arah tangan Jefry, dan menemukan tiga gadis yang begitu di kenal nya.
" Wah gila seksi man " ujar nya yang melihat Balgis Davina dan Prita yang sedang ber joged
Bara tidak memperdulikan perkataan Pandra, dia masih terus memejam kan mata dan menyender kan tubuh nya di sofa
" Bara liat itu murid SMA SAKURA mereka sangat seksi " kata Pandra sambil menggoyang kan tubuh sahabat nya itu
Mendengar kata murid, Bara langsung membuka lebar mata nya, di pandangnya lekat tiga gadis yang sedang berjoged di depan begitu seksi, mata nya tertuju pada satu gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
" Ini yang kata papa gadis baik baik " gumam Bara kesal
Dia terus memandang tajam ke arah Balgis dan dua sahabat nya, ntah apa yang harus di lakukan nya sekarang.
Baju Balgis sudah mulai basah dengan keringat, pikiran nya sedikit berkurang setelah dia meluapkan semua dengan tariannya yang sedikit erotic.
" Aku balik ke meja " teriak Balgis pada dua sahabatnya
" Inget jangan minum, kalau ada apa apa cari kak Jefri atau langsung kesini " balas teriak Davina pada Balgis
Dengan tubuh yang sedikit lelah dan penuh karingat Balgis bejalan menuju meja nya
Namun tiba tiba mata Balgis terbuka selebar lebar nya saat menemukan Bara di hadapannya.
" Apes banget hidup ini " gumam Balgis yang langsung memalingkan wajahnya
Tanpa menoleh ke arah Bara Balgis terus berjalan menuju meja nya.
" Gila gila gila " ucap Pandra saat melihat Balgis dengan baju seksi dan penuh keringat.
" Aku nggak abis pikir anak SMA jaman sekarang, cantik dan seksi seksi banget " katanya lagi sambil terus menatap Balgis
Bara yang melihat tingkah sahabatnya yang terus menatap Balgis hanya bisa mengeraskan rahangnya karena kesal, ntah dia kesal dengan Balgis yang berpakaian seksi atau karena sahabatnya yang memuji calon istrinya itu.
__ADS_1
Tidak sadar Bara beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju meja dimana Balgis dimana Balgis duduk.
" Wah hebat sekali, aku bertemu calon istriku disini " ujar Bara dengan senyum smirk kepada Balgis
Melihat Bara yang sudah di hadapan nya, Balgis langsung menundukan kepala dan tanpa sadar dia mengambil minuman Prita dan langsung menenggakbnya habis.
" Weeekkk " Balgis mencoba memuntah kan minuman yang di minum nya.
" Setelah ini aku benar benar bakal mati" gumam Balgis yang baru sadar kalau dia telah meminum alkohol.
Bara masih terus menatap tajam kearah Balgis.
" Bagaiman reaksi papa kalau tahu menantu kebanggaan nya duduk di club dengan pakaian seksi " sindir Bara
Balgis hanya menatap sebentar Bara di sebelahnya, otaknya sudah tidak bisa mencerna apa yang di katakan Bara karena pengaruh alkohol yang sudah naik.
Balgis mencoba mencari tas nya untuk mengambil telpon genggam nya, namun karena kepala yang sedikit pusing Balgis memutus kan ke kamar mandi untuk mencuci muka agar kesadarannya sedikit kembali.
Dia beranjak dari duduk dan melangkah menuju kamar mandi, mata Bara terus menatap kearah Balgis, di lihat nya seorang laki laki yang mencoba memegang tubuh Balgis dan Balgis terus memberontak.
Bara menghampiri Balgis dan laki laki itu
" Apa yang coba kamu lakukan pada calon istriku " bentak Bara pada laki laki dhadapannya, dia terpaksa berkata seperti itu, agar laki laki itu menyerah.
" Kau benar benar menyusahkan ku " ujar Balgis pada Balgis yang sudah mabuk
" Aku mau pipis " ujar Balgis mabuk
Bara tidak bisa melakukan apa apa selain mengantar Balgis ke dalam toilet, Balgis masih mempunyai sedikit sisa kesadaran saat melihat lelaki yang membopongnya kedalam toilet.
Ternyata kau calon suami ku yang menyebalkan " ujarnya mabuk sambil tersenyum mentatap Bara
Bara tidak memperdulikan omongan Balgis, dia terus berjalan dan mengantar Balgis ke toilet perempuan, setelah meninggalkan Balgis di dalam Bara langsung keluar menunggu di depan pintu.
Namun sudah berapa menit menunggu Balgis tidak kunjung keluar, dengan sangat terpaksa Bara menghampiri Balgis kedalam, dan dilihat nya Balgis yang tengah terlelap di atas closet.
" Gadis ini "Bara mengerang kesal
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, KOMENT AND VOTE
TERIMAKASIHA