
...Selamat malam bestie...
...Maaf jarang up tapi untuk malam ini author kasih double ya...
...Baik lah lanjut...
...💞💞💞💞💞...
Balgis menjadi gelisah saat bunda nya meminta nya untuk pergi ke butik karena Balgis tau bunda dan mama mertua nya itu pasti sedang ingin fitting baju
Balgis bingung dengan perasaan nya sendiri
Dalam hati nya ia yakin dengan keputusan nya tapi otak nya terus berpikir tentang masa lalu calon suami nya itu
Balgis takut jika Bara tidak bisa menjaga pernikahan mereka
Balgis tidak masalah jika Bara tidak mencintai nya karena ia juga tidak merasa kan itu terhadap Bara
Balgis hanya merasa nyaman saat ini jika berada di dekat Bara tapi bukan cinta hanya rasa nyaman saja
Balgis takut Bara akan kembali dengan perempuan masa lalu nya ia takut dengan kenyataan yang belum tentu terjadi
Balgis takut menjadi janda di usia muda
Balgis takut jika Bara akan meninggal kan nya
Balgis takut cinta pertama Bara akan datang dan mengecoh kehidupan rumah tangga nya
Balgis takut jika Bara memilih untuk pergi bersama dengan masa lalu nya
Memikir nya saja sudah membuat nya pusing tujuh keliling
Balgis ingin teriak tapi tidak bisa
Yang bisa Balgis lakukan saat ini adalah berpikir positif meyakin hati dan juga pikiran nya untuk percaya pada Bara percaya jika Bara adalah laki laki yang bertanggung jawab dan memegang teguh dengan pernikahan hanya itu yang Balgis ingin kan
Balgis tidak ingin serakah tidak ingin di cintai untuk saat ini karena Balgis yakin jika seseorang sudah merasa nyaman dengan kehadiran pasangan cinta itu akan tumbuh dengan sendiri nya
Itu lah yang Balgis yakini karena Balgis sering membaca novel tentang cinta yang datang nya tiba tiba-tiba
Setelah pulang sekolah Balgis terkesan buru buru lagi lagi itu membuat Davina curiga terhadap sang sahabat karena biasa nya Balgis lah yang sangat malas jika harus pulang
Bahkan saking males nya Balgis mengikuti segala ekstra kurikuler di sekolah nya hanya untuk menghindari kata pulang
__ADS_1
Ya meksipun ia sering kali bolos
Aku duluan ya " pamit Balgis pada dua sahabat nya saat mereka sudah berada di parkiran sekolah
Kamu nggak mau kita nongkrong dulu Balgis kayak biasa " ucap Prita
Aku lagi buru buru, nanti aja ya, bye. semua kalian hati hati " saut Balgis sambil te rburu buru masuk ke mobil Kate Balgis tidak ingin ada pertanyaan lain dari Prita yang tidak bisa ia jawab
Sibuk amat kamu hari ini " kesal Prita dengan mamanyun kan bibir nya
Dengan cepat Balgis mengendali kan mobil nya keluar sekolah
Dan tidak lama berselang Balgis pergi Bara juga keluar dengan ber jalan sedikit tergesa gesa menuju parkiran dan itu membuat Davina semakin curiga terhadap guru dan sahabat nya itu apalagi Davina meyakini jika bara dan Balgis memiliki hubungan lain antara guru dan murid
Jika tidak mana mungkin Balgis akan bersikap cupu di depan Bara dan Bara pun terlihat sangat menjaga bicara nya saat bertemu dengan Balgis
Seakan akan takut rahasia itu keluar begitu saja dari mulut nya
Aku harus pastikan apakah ada sesuatu dia antara mereka " batin Davina penasaran
Prita aku juga balik duluan ya " pamit Davina pada Prita
Kenapa kalian berdua jadi nyebelin si " gerutu Prita merasa sangat sangat kesal terhadap Davina yang juga tiba tiba mendadak aneh
Dan Davina tidak bodoh bodoh amat dengan hal begituan
Aku balik duluan ya tot " pamit Davina saat sudah erada di dalam
Iya " jawab Prita cemberut
Kamu hati hati pulang nya " ucap Davina
Kamu bodoh apa gimana sih kan aku pulang ke rumah mu sekalian aja kita bareng " jawab Prita
Bodoh " umpat Davina dalam hati
Aku akan pergi ke kantor papa dulu " alasan Davina
Hem " jawab Prita
Davina terus mengikuti gerak mobil Bara, sampai mobil itu berhenti, dan masuk ke dalam butik kebaya yang Davina juga tahu siapa pemilik nya.
Dan mata Davina benar benar membesar saat melihat mobil yang baru di bawah Balgis tadi ke sekolah juga terparkir di sana, serta adanya sopir keluarga Keynat yang lagi berdiri di luar butik yang sangat terkenal itu.
__ADS_1
Ada apa ini " tanya Davina heran
Kenapa Balgis tidak menceritakan semua ini " gumam nya lagi, setelah melihat semua nya Davina pulang, dan memilih untuk bertanya langsung dengan Balgis besok.
Di dalam butik
Balgis datang lebih dulu.
Eh anak mama udah datang " kata Maura saat melihat Balgis yang baru sampai, dan Iin yang mendengar langsung menghampiri Balgis
Nak sini, cobain baju ini " kata bunda Iin menunjuk baju kebaya berwarna putih dengan model leher sabrina serta payet mutiara yang membuat nya nampak elegan.
Balgis hanya mengangguk, dia malas berdebat dengan bunda apalagi sekarang sedang ada Maura di hadapan mereka, Balgis melangkah keruang ganti di ikuti salah satu pelayan butik yang akan membantunya.
Tidak lama Bara juga datang,
Mantuku juga sudah datang " kata bunda Iin tersenyum saat melihat Bara berjalan mendekati mereka.
Kamu tunggu disini " kata bunda Iin menyuruh Bara duduk
Tunggu apa lagi sih bun, mana jas yang harus aku coba " kata Bara dia malas untuk menunggu karena sudah lelah dengan pekerjaannya di sekolah tadi.
Diam dan duduk lah sampai calon istrimu keluar dari kamar ganti " ucap mama Maura dengan tegas, Bara mengambil hand phone nya di saku untuk menghilangkan rasa kesal pada orang orang yang ada di sana.
Tidak lama langkah kaki keluar dari dalam kamar ganti.
Gimana bu " tanya seorang pelayan kepada dua wanita paruh baya di hadapannya.
Luar biasa " jawab mama Maura takjub
Kamu sangat cantik sekali nak " kata Maura lagi yang terus menatap Balgis yang begitu cocok dengan kebaya yang baru saja dipakainya.
Kebaya itu benar benar menjadi sangat elegan ketika sudah berada di tubuh Balgis.
Bara masih terus memainkan handphonenya tidak menggubris orang orang di hadapannya.
Bara,coba lihat calon istrimu " panggil mama Maura pada anak nya.
Bara pun dengan malas mengangkat kepalanya, namun matanya terkunci saat melihat Balgis memakai kebaya di hadapannya.
Mata bara tidak berkedip dan terus menatap Balgis.
Iin dan Maura yang melihat muka Bara yang terpesona dengan kecantikan Balgis, hanya saling tersenyum usil.
__ADS_1
Lanjut di bab selanjut nya ya bestie tapi sebelum lanjut tolong tinggal kan jejak ya bestie like koment and vote ya bestie