Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Apartemen


__ADS_3

...Selamat sore bestie...


Seperti biasa nya Bara akan menggunakan mobil nya sendiri tanpa harus di antar oleh supir


Tapi sebelum itu Bara pergi mengisi bensin terlebih dahulu karena biar besok tidak perlu mengantri


Bara menjalan mobil nya dengan santai karena memang siang jadi agak macet tidak seperti malam hari yang biasa nya sepi


Seperti biasa saat sampai di apartemen nya Pandra Bara akan langsung masuk tanpa menunggu sang pemilik membuka kan pintu terlebih dahulu


Bara sudah memutus kanjika apartemen itu akan di berikan ke Pandra.


Jadi sekarang bara akan menganggap itu sebagai apartemen nya Pandra bukan milik nya lagi.


Sedang kan Pandra masih berada di dalam


Sadar akan ada orang lain di apartemen nya Pandra langsung turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang


Ku kira kau masih lama " ucap Pandra


Bara tidak merespon ia masih tetap menutup mata nya rapat rapat


Dasar ini anak " gerutu Pandra


Bisa kah mulut mu itu diam sebentar saja " jawab Bara kesal


Tidak bisa karena aku sedang kepo " jawab Pandra dengan nada yang menjengkelkan


Sekarang cepat jelas kan apa yang terjadi sebelum ke gilaan ku muncul " kata Pandra mendekati Bara


Jelas kan apa ?" tanya Bara berkilah


Bara mencoba untuk mengalih kan pertanyaan Pandra


Ini " kata Pandra sambil menunju kan tas Balgis yang berada di kamar tamu


Melihat itu Bara tahu jika diri nya sudah tidak dapat mengelak lagi


Kau membawa nya kemari " tanya Pandra lagi


Atau jangan-jangan kalian melakukan hal-hal yang menyenangkan " ucap Pandra lagi


Tetep saja Bara tidak menjawab dia hanya duduk di sofa Pandra dengan menyandarkan punggung nya dan dengan mata yang masih terpejam


" Kenapa dia tidak terpengaruh atau jangan-jangan Bara memang meniduri murid nya sendiri " batin Pandra

__ADS_1


" Tapi jika iya tidak mungkin juga Bara setenang ini "


Jelas kan cepat Bara " ucap Pandra yang sudah begitu penasaran bahkan ia merasa sangat gregetan


Sebentar lagi dia akan menjadi istri ku " jawab Bara langsung tanpa ingin ada yang di tutup tutupi lagi


Itu tidak lucu Bara, aku sedang ber tanya dengan serius Bara jangan bercanda akan sedang tidak ingin bercanda " kata Pandra tak percaya


Apa kau pernah melihatku bercanda " ucap Bara dengan muka yang ter lihat serius


Dan itu membuat Pandra jadi berpikir


Kau serius?" tanya Pandra dengan mata yang melebar, namun Bara sudah tidak mengidahkan ke terkejutan dari sahabat nya itu.


Sejak kapan, kenapa aku tidak mengetahui " ujar Pandra bingung, namun otak Pandra segera menangkap semua nya.


Oh sekarang aku tau jadi ini alasan papa menyuruh mu untuk mengajar di yayasan " kata Pandra tertawa, seperti orang sedang memenang kan lotre.l milyaran rupiah


Tapi tunggu dulu apakah Dhafa tau semua ini " tanya Pandra


Tidak karena masih belum ada yang tau " jujur Bara


Tapi entah kenapa aku ngerasa Dhafa tahu semua nya " ucap Pandra


Dari mana kau yakin " heran Bara


Jangan ngaco " jawab Bara


Tapi aku juga sempat curiga ke Dhafa karena ia sangat senang akhir akhir ini dan juga sering bilang akan ada yang menuju ke pelaminan "


Benar juga dan juga saat bertemu dengan Balgis Dhafa nampak mendadak misterius dan ujung ujung nya ia akan memberi tahu ku tentang Balgis ini dan itu " lanjut Bara


Dan juga aku pernah dengar sendiri jika Dhafa melarang mu untuk berdekatan dengan guru yang ada di sekolah tersebut tapi tidak untuk murid nya sekaligus murid itu pembuat onar dan terbukti kan kau menjuluki Balgis dengan sebutan pembuat onar " entah kenapa otak Pandra mendadak oleng sekarang


Kalian di jodoh kan, atau apa " tanya Pandra lagi


Di jodoh kan "jawab Bara singkat


Gila, beruntung banget sih jadi kamu " ujar Pandra sambil terus ter senyum


Apa nya yang beruntung " jawab Bara sambil menautkan kedua alis nya


Ya beruntunglah, calon istri mu kan sangat cantik, seksi banget dan yang paling penting dia masih daun muda, masih seger seger nya " ucap Pandra dengan menghayal hal yang tidak tidak


Otak mu emang nggak pernah bener " kata Bara kesal

__ADS_1


Aku nggak bakal nolak, kalau di jodoh kan dengan perempuan yang sama cantik nya kaya calon istri mu itu " lanjut Pandra tidak menghiraukan perkataan Bara


Tolong rahasia kan pernikahan ini dari siapa pun " kata Bara lagi sambil beranjak dari sofa


Emang aku mau cerita kesiapa oncom " kesal Pandra


Entah " jawab Bara santai


Mana tas nya " tanya Bara ingin mengambil tas Balgis


karena memang tujuan nya itu ke apartemen ini


Kenapa buru buru si, sini ajalah kan weekend " kata Pandra mencegah Bara untuk pergi


Aku harus pulang Balgis lagi tidur sendirian dirumah, mama juga lagi keluar " jelas Bara keceplosan


Wiihhh udah main tidur aja niiih " ujar Pandra mulai usil


Emang kapan kamu bakal nikah " tanya Pandra lagi


Minggu ini " jawab Bara santai


Jangan bercanda man " ujar Pandra kaget


Aku ulang sekali lagi aku serius dan kapan kamu lihat aku bercanda " ujar Bara dengan muka sangat serius


Kenapa secepat ini, dia nggak hamil kan " tanya Pandra curiga


Sialan, punya temen gak ada akhlak semua aku nggak pernah nyentuh dia, tahu dia calon istri ku aja baru kemaren " jelas Bara kesal


Terus kenapa bisa cepet banget kalian di kawinin, bukan nya calon istri mu itu masih sekolah " tanya Pandra penuh kebingungan


Aku nggak tahu, itu semua rencana orang tua kita terutama mama dan papa " jawab Bara acuh


Pandra langsung tertawa terpingkal-pingkal


Kenapa tertawa " ucap Bara


Apa yang lucu " kata Bara heran melihat Pandra yang tiba tiba tertawa


Nggak, aku cuman nggak nyangka aja, kemaren kamu terlihat sangat kesel banget sama tu anak, gara gara kamu di muntahin, gara gara tu anak resek, pembuat onar lah ini lah itu lah, eh sekarang kamu bakal nikah sama dia " jelas Pandra masih dengan tertawa


Bisa diem nggak atau gak mulut mu aku lakban " ujar Bara semankin kesal dan melangkah menuju pintu keluar apartement Pandra


Bye calon pengantin baru aku tunggu kabar selanjutnya " kata Pandra semankin jahil

__ADS_1


Jangan lupa VOTE dan LIKE ya bestie Ok


__ADS_2