
...Selamat sore bestie...
Seperti biasa nya Bara akan menggunakan mobil nya sendiri tanpa harus di antar oleh supir
Tapi sebelum itu Bara pergi mengisi bensin terlebih dahulu karena biar besok tidak perlu mengantri
Bara menjalan mobil nya dengan santai karena memang siang jadi agak macet tidak seperti malam hari yang biasa nya sepi
Seperti biasa saat sampai di apartemen nya Pandra Bara akan langsung masuk tanpa menunggu sang pemilik membuka kan pintu terlebih dahulu
Bara sudah memutus kanjika apartemen itu akan di berikan ke Pandra.
Jadi sekarang bara akan menganggap itu sebagai apartemen nya Pandra bukan milik nya lagi.
Sedang kan Pandra masih berada di dalam
Sadar akan ada orang lain di apartemen nya Pandra langsung turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang
Ku kira kau masih lama " ucap Pandra
Bara tidak merespon ia masih tetap menutup mata nya rapat rapat
Dasar ini anak " gerutu Pandra
Bisa kah mulut mu itu diam sebentar saja " jawab Bara kesal
Tidak bisa karena aku sedang kepo " jawab Pandra dengan nada yang menjengkelkan
Sekarang cepat jelas kan apa yang terjadi sebelum ke gilaan ku muncul " kata Pandra mendekati Bara
Jelas kan apa ?" tanya Bara berkilah
Bara mencoba untuk mengalih kan pertanyaan Pandra
Ini " kata Pandra sambil menunju kan tas Balgis yang berada di kamar tamu
Melihat itu Bara tahu jika diri nya sudah tidak dapat mengelak lagi
Kau membawa nya kemari " tanya Pandra lagi
Atau jangan-jangan kalian melakukan hal-hal yang menyenangkan " ucap Pandra lagi
Tetep saja Bara tidak menjawab dia hanya duduk di sofa Pandra dengan menyandarkan punggung nya dan dengan mata yang masih terpejam
" Kenapa dia tidak terpengaruh atau jangan-jangan Bara memang meniduri murid nya sendiri " batin Pandra
__ADS_1
" Tapi jika iya tidak mungkin juga Bara setenang ini "
Jelas kan cepat Bara " ucap Pandra yang sudah begitu penasaran bahkan ia merasa sangat gregetan
Sebentar lagi dia akan menjadi istri ku " jawab Bara langsung tanpa ingin ada yang di tutup tutupi lagi
Itu tidak lucu Bara, aku sedang ber tanya dengan serius Bara jangan bercanda akan sedang tidak ingin bercanda " kata Pandra tak percaya
Apa kau pernah melihatku bercanda " ucap Bara dengan muka yang ter lihat serius
Dan itu membuat Pandra jadi berpikir
Kau serius?" tanya Pandra dengan mata yang melebar, namun Bara sudah tidak mengidahkan ke terkejutan dari sahabat nya itu.
Sejak kapan, kenapa aku tidak mengetahui " ujar Pandra bingung, namun otak Pandra segera menangkap semua nya.
Oh sekarang aku tau jadi ini alasan papa menyuruh mu untuk mengajar di yayasan " kata Pandra tertawa, seperti orang sedang memenang kan lotre.l milyaran rupiah
Tapi tunggu dulu apakah Dhafa tau semua ini " tanya Pandra
Tidak karena masih belum ada yang tau " jujur Bara
Tapi entah kenapa aku ngerasa Dhafa tahu semua nya " ucap Pandra
Dari mana kau yakin " heran Bara
Jangan ngaco " jawab Bara
Tapi aku juga sempat curiga ke Dhafa karena ia sangat senang akhir akhir ini dan juga sering bilang akan ada yang menuju ke pelaminan "
Benar juga dan juga saat bertemu dengan Balgis Dhafa nampak mendadak misterius dan ujung ujung nya ia akan memberi tahu ku tentang Balgis ini dan itu " lanjut Bara
Dan juga aku pernah dengar sendiri jika Dhafa melarang mu untuk berdekatan dengan guru yang ada di sekolah tersebut tapi tidak untuk murid nya sekaligus murid itu pembuat onar dan terbukti kan kau menjuluki Balgis dengan sebutan pembuat onar " entah kenapa otak Pandra mendadak oleng sekarang
Kalian di jodoh kan, atau apa " tanya Pandra lagi
Di jodoh kan "jawab Bara singkat
Gila, beruntung banget sih jadi kamu " ujar Pandra sambil terus ter senyum
Apa nya yang beruntung " jawab Bara sambil menautkan kedua alis nya
Ya beruntunglah, calon istri mu kan sangat cantik, seksi banget dan yang paling penting dia masih daun muda, masih seger seger nya " ucap Pandra dengan menghayal hal yang tidak tidak
Otak mu emang nggak pernah bener " kata Bara kesal
__ADS_1
Aku nggak bakal nolak, kalau di jodoh kan dengan perempuan yang sama cantik nya kaya calon istri mu itu " lanjut Pandra tidak menghiraukan perkataan Bara
Tolong rahasia kan pernikahan ini dari siapa pun " kata Bara lagi sambil beranjak dari sofa
Emang aku mau cerita kesiapa oncom " kesal Pandra
Entah " jawab Bara santai
Mana tas nya " tanya Bara ingin mengambil tas Balgis
karena memang tujuan nya itu ke apartemen ini
Kenapa buru buru si, sini ajalah kan weekend " kata Pandra mencegah Bara untuk pergi
Aku harus pulang Balgis lagi tidur sendirian dirumah, mama juga lagi keluar " jelas Bara keceplosan
Wiihhh udah main tidur aja niiih " ujar Pandra mulai usil
Emang kapan kamu bakal nikah " tanya Pandra lagi
Minggu ini " jawab Bara santai
Jangan bercanda man " ujar Pandra kaget
Aku ulang sekali lagi aku serius dan kapan kamu lihat aku bercanda " ujar Bara dengan muka sangat serius
Kenapa secepat ini, dia nggak hamil kan " tanya Pandra curiga
Sialan, punya temen gak ada akhlak semua aku nggak pernah nyentuh dia, tahu dia calon istri ku aja baru kemaren " jelas Bara kesal
Terus kenapa bisa cepet banget kalian di kawinin, bukan nya calon istri mu itu masih sekolah " tanya Pandra penuh kebingungan
Aku nggak tahu, itu semua rencana orang tua kita terutama mama dan papa " jawab Bara acuh
Pandra langsung tertawa terpingkal-pingkal
Kenapa tertawa " ucap Bara
Apa yang lucu " kata Bara heran melihat Pandra yang tiba tiba tertawa
Nggak, aku cuman nggak nyangka aja, kemaren kamu terlihat sangat kesel banget sama tu anak, gara gara kamu di muntahin, gara gara tu anak resek, pembuat onar lah ini lah itu lah, eh sekarang kamu bakal nikah sama dia " jelas Pandra masih dengan tertawa
Bisa diem nggak atau gak mulut mu aku lakban " ujar Bara semankin kesal dan melangkah menuju pintu keluar apartement Pandra
Bye calon pengantin baru aku tunggu kabar selanjutnya " kata Pandra semankin jahil
__ADS_1
Jangan lupa VOTE dan LIKE ya bestie Ok