
...Lanjut bestie...
Bara merasa sangat kesal tapi ia tak bisa apa-apa
ternyata saat Bara membuka pintu itu adalah pembantu
Pagi tuan " kata seorang pelayan di balik pintu kamar.
ya " jawab Bara singkat.
Nyonya meminta anda dan nona Balgis untuk sarapan " ucap pelayan.
Baiklah, kata kan pada bunda sebentar lagi kami akan turun " kata Bara pada pelayan
Permisi tuan" pamit pelayan dan segera memutar tubuh nya beranjak meninggalkan kamar pengantin baru itu.
Bara tersenyum melihat Balgis yang masih terbaring kaku di atas tempat tidur.
Sayang cepatlah mandi, bunda sudah menunggu kita untuk sarapan " ucap Bara memberi tahu
Kamu mandilah dulu "jawab Balgis dan ia langsung berdiri karena ingin membersih kan tempat tidur nya sendiri.
Apa kau masih ingin melanjutkan ciuman kita tadi " tanya Bara sengaja untuk menjahili Balgis.
Hentikan Bara, cepatlah mandi " jawab Balgis dengan kesal
Apa kau tidak ingin kita mandi berdua " tanya Bara semankin gila.
Nanti kita akan mandi berdua tapi bukan hari ini karena kita sudah di tunggu '' jawab Balgis
Saat ini sikap Balgis jauh berbeda dengan apa yang Bara lihat saat di sekolah
Tapi aku yakin kamu ingin mengulangi nya lagi jujur aja sayang " ucap Bara
Dan setelah itu Bara segera berlari masuk ke dalam kamar mandi, setelah puas menjahili istrinya.
Balgis terus mengumpat kesal atas kelakuan suami baru nya itu.
Beberapa hari belakangan ini Balgis sudah terbiasa melakukan itu, bangun tidur dengan langsung membereskan tempat tidurnya sendiri tanpa seorang pelayan yang membantunya.
Balgis masih terus membersihkan kamarnya tanpa sadar kalau Bara sudah keluar dari kamar mandi.
Pelan pelan Bara melangkah mendekat kearah Balgis, dan langsung memeluk pinggang istrinya itu dari belakang.
__ADS_1
Apa yang kau lakukan " ucap Balgis terkejut karena sudah ada sebuah tangan yang melingkar pada pinggang nya.
Ternyata sebahagia ini rasa nya menjadi pengantin baru " ucap Bara sambil memeluk erat tubuh istri nya itu.
Tapi aku belum sepenuh nya menjadi milik ku " jawab Balgis
Dan akan ku segera kan " jawab Bara
Pakai bajumu " ucap Balgis malu
Sebentar saja, aku ingin seperti ini " kata Bara yang terus memeluk erat tubuh istri nya itu, dan mengecup lembut tengkuk Balgis
Yang membuat si empunya merinding karena geli.
Sayang hentikan, pakai baju mu " ucap Balgis lemah yang sudah tidak bisa menahan aliran darah yang sudah mulai terasa panas di tubuh nya.
Mandilah " ucap Bara sambil melepas pelukan nya di tubuh Balgis dia juga harus menghentikan pelukannya itu, sebelum tubuh nya semankin gila karena ransangan dari tubuh istri nya itu.
Apa aku harus kembali mandi " gumam Bara sambil menatap ke sesuatu yang sudah mendesak di bagian bawah.
Balgis dan Bara sudah berada di meja makan bersama dengan bunda Iin dan juga ayah Aan
Akhirnya aku bisa merasakan punya kakak laki laki" ucap Ina di selah makannya
Kakak juga senang akhirnya bisa punya adik "balas Bara tersenyum pada ina.
Apa kalian akan pulang kerumah keluargamu hari ini " tanya bunda Iin
Aku ikut kata Balgis, karena kita belum sempat membicarakan ini " jelas Bara
Bisakah sehari lagi kalian disini, aku akan sangat kesepian jika kalian sudah pindah nanti " pinta ina dengan raut wajah sedihnya.
Balgis melihat kearah adik sepupu nya, lalu menatap ke arah Bara, untuk meminta persetujuan dari ucapan ina.
Bara yang mengerti maksud dari tatapan istrinya langsung mengangguk setuju tidak ada salah nya untuk malam ini dia masih tidur di rumah keluarga Keynat.
Dan dia sangat mengerti dengan ina yang belum siap untuk jauh dari kakak nya.
Di mana kakak ipar ku bukah kak istri ku memiliki se orang kakak " tanya Bara ingin mematikan sesuatu.
Iya itu benar, tapi ada sesuatu hal yang terjadi dengan proyek barunya hingga tidak bisa di tinggal, jadi dia membatalkan kepulangannya " jela bunda iin pada Bara.
Seperti nya kakak ipar ku wanita yang sangat sibuk " ucap Bara sambil tersenyum.
__ADS_1
Ya, dia memang anak ku yang paling membanggakan " ucap ayah Iin tersenyum
Dia tak ada pun ayah masih sangat menyayangi nya ternyata memang anak kebanggaan ingin rasa nya aku mengutuk nya dan semoga kutukan ku menjadi kenyataan aku hanya ingin kita bertukar nasib dia terkena masalah aku tapi aku yakin menjadi pahlawan untuk melindungi nya " Batin Balgis
Bara merasa aneh dengan ucapan sang ayah mertua, seolah hanya mempunyai satu anak, dia segera menatap kearah Balgis yang terlihat biasa saja dan dengan tenang melanjutkan makannya.
Apa memang seperti ini aku kira waktu itu Balgis hanya bertengkar dengan ayah nya "
Berarti aku harus segera bertemu kakak iparku ya yah, biar aku bisa melihat seperti apa kakak iparku yang begitu membanggakan ini " ucap Bara ambigu, seakan memuji padahal dia hanya menyindir.
Setelah makan Balgis langsung kembali kedalam kamarnya.
Lain halnya dengan Bara dia masih melanjutkan berbincang dengan Aan dan Iin di teras belakang.
Apa tidak apa apa kalian tidak jadi pulang hari ini" tanya Iin sambil menyodorkan satu gelas teh di hadapan sang menantu
Tidak apa apa bun, nanti aku akan mengabari mama "jawab Bara
Ya kau harus cepat mengabari mama mu, biar dia tidak berpikir kalau bunda yang mencegah kalian pulang " ucap Iin sambil tertawa dan bara juga membalas guyonan mertua nya sambil ikut tertawa.
Di kamar, Balgis berdiri depan jendela besar yang menghadap keluar.
Otaknya masih mencerna baik baik kejadian tentang pernikahannya tadi malam " sekarang aku beneran sudah jadi istri orang " gumam Balgis pada diri sendiri
Dia masih duduk dalam lamunannya hingga tidak menyadari kalau Bara sudah masuk kedalam kamar.
Kamu sedang memikirkan apa ?" tanya Bara sambil memeluk pinggang Balgis dari belakang dan menumpuhkan dagunya di bahu Balgis.
Kenapa kau mengejutkan ku " ucap Balgis kaget dengan kedatangan Bara tiba tiba
Kau yang terlalu melamun, hingga tidak menyadari kedatangan suami mu " ucap Bara sambil mengeratkan pelukannya pada Balgis dan menghirup aroma tubuh Balgis yang kini sudah mulai menjadi candu untuknya.
Balgis memutar tubuhnya menghadap bara dengan posisi yang masih berpelukan.
Aku bosan, bagaimana kalau kita jalan jalan " ucap Balgis dengan senyum semuringah
Ceh..apa kau merayuku dengan senyummu itu " tanya Bara yang tergoda melihat senyuman Balgis
Mengapa harus merayu, bukankah kau suamiku, sudah seharusnya aku meminta apapun padamu " ucap kesal Balgis
Baiklah baiklah, apa apapun yang istri cantikku ini inginkan pasti akan ku turuti " ucap Bara sambil mengecup sekilas bibir Balgis.
Benarkah, apapun " kata Balgis kegirangan dan Bara mengangguk tersenyum melihat istrinya yang begitu terlihat bahagia.
__ADS_1
Jangan kau tarik kembali kata katamu " ancam Balgis sambil tersenyum lebar