
...Selamat malam besti...
...Tapi sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Saat ini Balgis duduk termenung di tempat ia masih berpikir keras tentang kejadian semalam tapi aneh nya ia tetap tidak mengingat apa apa
'' Mengapa aku benar benar lupa " gumam Balgis yang terus mengingat bagaimana bisa sekarang dia bersama dengan calon suami nya yaitu Bara Naufal Muzakki
" Hey cerita kan bagaimana bisa aku bersama kamu disni. " tanya Balgis saat sudah semankin dekat dengan Bara
Bara tidak menghirau kan Balgis, dia sibuk dengan telpon genggam nya, otak nya berpikir keras bagaimana cara mengantar Balgis ke rumah nya
Sedang kan dia tidak pernah pamit kepada orang tua Balgis, untuk membawa nya keluar rumah.
Dan Bara tidak mungkin membiarkan gadis itu pulang sendiri, walau Bara bisa bertingkah acuh tapi dia tidak akan melakukan nya pada Balgis, karena bagaimana pun gadis itu akan menjadi istri nya dan akan menjadi tanggung jawab nya nanti.
" Hey, kau tidak mendengar ku " teriak Balgis kesal
__ADS_1
Bara pun ter sadar dengan teriakan Balgis, dia memutar tubuh nya untuk melihat kearah gadis itu, mata nya melebar melihat Balgis dengan baju terbuka nya yang tadi malam ia gunakan
" Pakai kemeja mu " bentak Bara
Balgis merasa kebingungan dengan kata kata Bara karena sejak semalam ia tidak menggunakan kemeja yang ia ingat hanya memakai jaket Bara tadi malam dan dia baru menyadari kemana arah pandangan Bara,
" Mengapa kau melihatku seperti itu " ujar Balgis kikuk sambil mendekap tubuh nya sendiri dengan ke-dua tangan nya tak lupa ia mendekap tubuh nya dengan sangat erat
" Ceeh, aku sudah melihat mu seperti itu dari semalam, lagian aku akan menjadi suami mu nanti, aku akan melihat semua yang ada pada tubuh kamu " jawab Bara menakut nakuti Balgis dengan tatapan yang sulit di artikan dan juga dengan suara tegas nya, tapi Bara memang benar tidak ada yang salah dengan kata kata nya karena suami memang berhak atas semua yang ada pada istri nya dan itu mutlak
" Dan jangan pernah lagi kau mencoba memakai baju sialan itu " kata Bara lagi sambil menunjuk baju yang di pakai Balgis.
" Hah kenapa begitu, apa yang salah dengan baju ini, baju ini bagus dan juga mahal dan aku cukup cocok dengan baju ini " jawab Balgis polos
" Salah nya aku tidak suka dengan baju sialan itu, dan kamu pun tidak pantas menggunakan baju terbuka seperti itu karena kamu masih sekolah dan jika kamu pun udah dewasa aku haram kan kamu memakai pakaian syetan itu dan kamu harus menuruti itu " ucap Bara tegas tegas
Balgis terdiam saat mendengar Bara meninggikan suara nya.
" Yang perlu kau ingat baik baik, sekarang kau bukan hidup untuk dirimu sendiri, sebentar lagi kau akan menjadi istri penerus keluarga Muzakki, jadi tolong jaga sikap mu dan juga cara pakaian mu mengerti " bentak Bara lagi
" Apa apaan ini, belum apa apa kau sudah berani mengatur ku padahal kita baru di jodoh kan tadi malam " jawab Balgis tidak terima
__ADS_1
" Karena aku punya hak atas itu, Balgisya Zhafira Keynat " jawab Bara dengan menekan kan semua kata kata nya agar Balgis bisa mengerti
Dan benar saja Balgis terdiam dia tidak bisa membela apapun karena Bara benar, sebentar lagi dia akan mempunyai status sebagai istri penerus keluarga Muzakki walau masih rahasia.
Dan setelah itu bara mengajak balgis ke keluar.
" Mau kemana kita" tanya Balgis heran
" Ke rumah ku " jawab Bara singkat
" Kau serius, aku tidak mau " tolak Balgis
" Diam, dan duduk lah dengan tenang " ucap Bara pusing
" Bara please jangan ke rumah mu, aku tidak mau papa dan mama melihatku seperti ini " ucap Balgis lirih, dia takut calon mertua nya kecewa melihat dia memakai pakaian yang tidak pantas seperti ini.
" Itu urusanmu, biar mereka tahu siapa sebenar nya calon menantu nya ini " jawab Bara dengan senyum smirk ke arah Balgis
" Kau sangat menyebal kan " jawab Balgis
Jangan lupa VOTE dan LIKE dan juga KOMENT ya bestie
__ADS_1
TERIMAKASIH
Lanjut di bab selanjut nya