
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Sudah dua hari Balgis tidak pernah menghubungi Iin
Balgis hanya memberi kabar saat ia berada di Bali
Sejak hari itu kondisi kesehatan Iin menurun
Ia sama sekali tidak bisa makan ia hanya minum tidak ada selera untuk makan
Dan tidak ada keinginan untuk keluar atau pun pergi
Bahkan untuk geng arisan nya ia pasrah kan ke teman nya
Tidak ada gairah untuk melakukan apapun
Iin hanya terus berdiam diri di kamar Balgis
Rasa bersalah ia rasa kan
Karena ia sadar selama ini ia tidak pernah membela Balgis
Balgis melewati hari hari nya se orang diri
Iin tidak berani untuk menentang keinginan sang suami meskipun ia tau anak bungsu nya yang akan menderita
Iin juga tau Balgis sangat tertekan tapi ia sudah mencoba segala cara untuk meluluhkan hati sang suami tapi semuanya sia sia
Bukan nya ia tidak suka dengan kesusksesan Oana anak bungsu nya
Iin juga merasa sangat bangga tapi ia juga sedih dengan apa yang terjadi dengan putri bungsu nya
" Dimana kamu sayang seharus nya hari ini kamu pulang " gumam iin
" Maafin bunda yang tidak bisa berlaku adil ke kamu maafin ayah yang terlalu keras mendidik kamu " ucap nya
Malam hari nya Iin tidak kembali ke kamar utama ia lebih memilih tidur di kamar Balgis
Karena di sana ia dapat merasakan kehadiran anak bungsu nya
Dan juga ketenangan
Dan Iin baru tau jika di kamar Balgis kedap suara
" Bahkan hal kecil seperti ini aja aku baru tahu betapa tidak berguna nya aku sebagai se orang ibu " ucap Iin sedih
Dan setelah itu Aan masuk ke dalam kamar tersebut
Dan itu kali pertama nya ia masuk ke dalam tersebut
__ADS_1
" Bersih sejuk dan wangi " batin Aan
" Bunda kenapa di sini ayo ke kamar ini udah malam " ajak nya
Tapi Iin tidak menganggap Aan ada
" Aku tau aku salah tapi aku melakukan itu semua untuk kebaikan nya " bela Aan
" Kebaikan apa yang kamu pikirkan adakah orang tua yang tega mengusir anak nya tanpa membawa apapun " bentak Iin
" Jangan terlalu memanjakan nya Iin aku tau kalau Balgis membawa kartu yang kamu beri " ucap Aan
" Kartu "
" Apakah kartu ini yang kamu maksud dia bahkan tidak membawa nya apakah ini yang kamu maksud peduli apakah ini yang dengan kebaikan nya " bentak iin
" Aku tak habis pikir dengan jalan otak mu jika Oana yang sering membuat ulah kamu lindungi bagaimana dengan Balgis yang sering kali kamu salah kan Balgis hanya memiliki satu kekurangan di mata mu yaitu karena ia tidak secerdas Oana tapi bersyukur dengan itu karena putri ku bisa menjadi orang yang normal tidak gila kerja dan bisa menghargai orang di sekeliling nya "
" Dia bahkan sangat peduli dengan pembantu yang ada di rumah ini Balgis tidak pernah membeda kan status sosial mereka tidak seperti anak kamu yang selalu memandang semua nya dari uang itulah didikan mu "
"Balgis tidak pernah melanggar norma dan hukum tidak pernah mabuk dan tidak pernah main laki laki manapun kau tau apa alasan nya karena Balgis ku tau dimana batasan nya "
" Puas puas sekarang " ucap Iin dengan senyum meremehkan
" Jikka bukan karena aku menghormati orang tua mu aku sudah dari membawa Balgis pergi dari sini karena apa karena aku sudah muak dengan tingkah mu yang sok benar "
Dan setelah mengucapkan itu Iin pergi begitu saja
🔥🔥🔥🔥🔥
Sedang kan di kediaman Muzakki ia baru saja tiba
Dan setelah memikir kan matang matang ia memilih pulang karena ia tahu istri nya sedang mencemaskan nya
Muzakki iba setelah makan malam ia terlihat sangat lelah tapi ada keceriaan di muka nya
" Assalamualaikum " ucap Muzakki
" Waalaikum salam " jawab Maura
" Ya ampun pa kenapa baru pulang gak tau apa kalau mama cemas " ucap Maura
" Papa lagi memantau seseorang ma dan setelah beberapa hari papa yakin dia yang terbaik untuk anak kita dia sangat bersih dan juga sangat tulus ma " ucap Muzakki
" Maksud papa sih " kesel Maura
" Jangan manyun dong jadi pengan makan " canda Muzakki
" Gak lucu pa "
" Papa gak sengaja ketemu dengan mantu kita saat pergi ke Bali dia bersama dengan kedua sahabat nya kata nya dia kena skors sama Bara anak kita " jelas nya
Maura masih mencerna apa yang di katakan oleh sang suami tercinta nya
" Maksud nya bagaimana pa "
" Jangan bilang kamu ketemu sama Balgis "
__ADS_1
" Dan apa kata papa tadi dia di skors "
" Apakah itu Bara yang melakukan nya "
" Apa yang anak itu lakukan akan ku hukum dia setelah pulang "
" Dan kenapa dia sampai ke Bali apakah ada sesuatu "
Dan masih banyak lagi yang Maura tanyakan
" Ma bisa satu satu tanya nya " ucap Muzakki gemas pada sang istri
" Ya mana bisa pa Balgis pasti lagi kesusahan apalagi saat kecelakaan itu mama merasa sangat khawatir tentang nya " ucap Maura
" Dia baik baik saja sayang dia gadis yang sangat kuat dia di skors karena membela sahabat nya dan aneh nya satu yang di skors tapi itu berlalu untuk mereka semua " ucap Muzakki tersenyum
Keluarga Muzakki memang berbeda dengan keluarga konglomerat lain nya
Jika konglomerat lain nya berlomba-lomba untuk mendapat kan citra yang baik di masyarakat berbeda dengan keluarga Muzakki
Mereka semua tidak perduli dengan pandangan masyarakat yang penting mereka berjalan di jalan yang benar itu saja sudah cukup
" Mama gak mau tau papa harus segara menemui Aan mama gak mau Balgis tetap berada di rumah itu "
" Iya iya ma besok papa akan menemui Aan papa tidak akan biar kan dia berbuat jauh lagi terhadap mantu kita " putus Muzakki
" Janji "
" Hem tapi jika ingin urusan nya cepat selesai mama harus bayar di muka " ucap Muzakki
" Itu sih mau nya papa "
" Ya udah kalau gitu papa besok mau urus perusahaan yang ada di Surabaya dulu " ucap Muzakki
" Hem baik lah dua ronde "
" Kok mama yang ngatur terserah papa dong "
" Baik lah yang penting cepat nikah kan mereka "
" Setuju "
" Harus segera halal "
" Ya harus segera halal "
Dan setelah itu mereka melakukan apa yang harus di lakukan sebagai pasangan yang halal
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
__ADS_1
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih