
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Aan masuk dengan perasaan yang tak menentu
Nita dan Iin masih sibuk dengan membungkus makanan untuk di kirim ke Balgis
Dan dengan penasaran Aan melangkah mendekati orang yang sedang asyik
" Kalian ngapain dan kenapa banyak makanan di sini " ucap Aan
Dan dengan sengaja Nita mengompor ngomporin Aan
" Buat kak Balgis om dia belum makan malam dan tadi siang juga melewat kan makan siang nya " ucap Nita
" Kenapa "
" Ya karena kak Balgis merasa bahagia om maka nya sampai lupa makan dan kebetulan tante masak banyak hari ini jadi mau di kirim kan ke kak Balgis "
" Di mana "
" Tadi siang tante ketemu di taman sama kak Balgis dan saat itu kak Balgis sedang menuju ke rumah teman nya jadi tante ingin membawakan makanan ini untuk kak Balgis " bohong nya lagi
Aan tidak menggublisnya ia lebih memilih masuk ke dalam kamar nya
" Yah makan malam dulu " ucap Iin
Ya meksipun ia sedang marah terhadap suami nya tapi ia tidak bisa mengabaikan nya begitu saja
" Ayah sudah makan kalau bunda sudah selesai segera ke kamar ya ada yang ingin ayah rundingkan "
" Hem "
" Ada apa tante " tanya Nita
" Tante juga gak tau udah biar kan saja kita selesai kan ini terus kita makan malam "
" Siap tante "
Dan setelah semua nya selesai Iin langsung menyuruh supir untuk mengantar kan makanan tersebut ke rumah Davina
Dan setelah itu mereka makan malam
" Sayang sudah selesai setelah kamu selesai jangan lupa belajar dan langsung tidur "
Nita hanya mengangguk karena sejujur nya ia merasa tak enak badan dan Iin sudah memberikan obat ke Nita
__ADS_1
" Dan jangan lupa obat nya di minum nanti setelah urusan tante selesai tante akan ke kamar kamu "
" Tante gak perlu khawatir aku akan baik baik saja "
Setelah itu Iin menuju ke kamar nya
Dan di lihat nya Aan sedang memejam kan mata nya di ranjang dengan posisi duduk
" Ada apa yah " tanya Iin
" Duduk lah bun "
" Masih ingat dengan perjodohan anak kita dengan keluarga Muzakki " tanya Aan
" Hem ingat emang nya kenapa "
" Muzakki meminta pernikahan itu segera di laksanakan dan segera bertemu dengan keluarga kita untuk masalah selanjut nya "
" Kok mendadak yah " heran Iin
" Ayah juga gak tau tapi yang pasti ingin semuanya berjalan dengan cepat " jelas Aan
" Bagaimana mungkin sedang kan Oana masih berada di luar negeri dan lagi pula kita belum membahas nya " bingung Iin
" Muzakki tidak ingin Oana yang menjadi menantu nya tapi Balgis " jelas Aan
" Balgis " ucap Iin terkejut
" Kenapa harus Balgis "
" Bukankah Balgis masih belia dan untuk usia Oana lebih matang dan lebih siap untuk menikah " bingung Iin
" Ayah paksa aja mereka " ucap Iin kesel dengan suaminya
" Ayah udah melakukan segala nya agar mereka bisa mengubah pemikiran nya tapi sayang nya ayah gagal " lesi Aan
" Sebenar nya aku juga bingung kenapa Muzakki dan Maura menginginkan Balgis bahkan mereka tidak pernah saling kenal tapi aku percaya mereka tidak ada niatan buruk ke Balgis semoga saja Balgis bisa menerima perjodohan ini " jawab Iin
" Kalau gitu besok bunda akan menghubungi Maura untuk menanyakan kenapa harus Balgis dan langkah selanjut nya "
" Hem kalau bisa bujuk mereka supaya pilih Oana karena jika Oana menjadi menantu di keluarga Muzakki dia akan lebih bersinar " ucap Aan
" Aku hanya ingin menanyakan dan untuk Balgis mau atau tidak itu urusanku yang penting sekarang aku harus memastikan jika perjodohan ini harus segera diresmikan karena aku gak rela anak ku hanya di pandang sebelah mata oleh ayah nya sendiri dan aku pastikan jika Balgis akan bahagia berada di keluarga Muzakki suatu saat nanti aku berharap kau bisa menerima nya seperti kau menerima Oana menjadi anak mu " batin Iin
Setelah itu mereka semua tertidur
ke esokan hari nya sesuai dengan apa yang di kata kan oleh Iin ia akan pergi menemui Maura untuk menanyakan kenapa harus Balgis
Iin harus memastikan dan menanyakan langsung ala yang membuat mereka memilih putri bungsunya sedangkan Balgis sendiri masih sekolah
Setelah semua nya berangkat Iin juga siap siap
Aan telah pergi ke kantor dan Nita sudah pergi ke sekolah
Dan sekarang waktu nya ia pergi untuk menemui calon besan nya tanpa mengabari dan ini itu Iin langsung melajukan mobil nya ke rumah Maura
__ADS_1
Karena ia tau Maura akan berada di rumah
Setelah sampai ia langsung di sambut oleh pelayan Muzakki
" Siang buk ada yang bisa saya bantu " tanya nya sopan
" Maura nya ada " tanya Iin
" Siapa bi " tanya Maura
" Mari buk ikut saya nyonya ada di dalam "
Iin hanya mengangguk
" Iin " kaget Maura
" Kenapa gak bilang kalau mau ke sini kan aku bisa siapin ini dan itu : ucap Maura
" Gak perlu repot-repot aku hanya ingin membahas anak kita " jawab Iin
" Ke dalam aja yuk biar enak ngobrol nya "
Dan di sini kah mereka sekarang di ruang keluarga
" Maura kata nya kamu dan Muzakki memilih anak bungsu ku untuk menjadi menantu kalian "
" Ya betul "
" Kenapa "
" Kenapa harus kenapa bukan kah di juga perempuan " jawab Maura bercanda
" Bukan kah masih ada Oana yang bisa kalian pilih "
" Iin kita hanya ingin mencari menantu bukan perempuan ambisius seperti putri sulung mu kita hanya ingin membawa pulang se orang anak bukan seorang perempuan karir atau pun partner kerja " jelas Maura
" Kenapa kau tidak suka " tanya nya
" Apakah kau juga membeda beda kan anak anak mu " tuding Maura
" Tidak hanya saja Oana lebih matang untuk menikah sedang kan Balgis masih sekolah " ucap Iin
" Kedewasaan seseorang tidak tergantung dengan umur begitulah pun juga kesiapan untuk berumah tangga Oana pun belum tentu mau menikah untuk saat ini " jenls Maura
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
__ADS_1
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee