Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Malu


__ADS_3

...Lanjut ya bestie...


Balgis turun dari lantai tiga menuju lantai dasar dengan perasaan yang campur aduk antara kesal dan malu


Balgis merasa sangat malu dengan tindakan nya sendiri apalagi tindakan itu sampai di lihat oleh asisten rumah tangga keluarga Muzakki


Ya meski pun kejadian nya tidak seperti itu tapi pemikiran orang kan beda-beda


" Apakah pembantu itu berpikir aku dan Bara sedang ber pelukan atau yang lain nya ya karena jika di lihat dari sudut pandang pembantu itu kayak nya posisi kita ber pelukan deh " gumam Balgis


Bara pun merasa kan hal yang sama tapi semua rasa malu dan sebagai nya itu tertutupi dengan wajah datar nya


" Kejadian apa lagi ini " batin Bara yang sedang mengikuti Balgis dari belakang


" Kok pakai tangga sih " keluh Bara hanya untuk menghilang kan rasa canggung itu


Padahal tidak terjadi apa-apa tapi entah kenapa dua manusia itu merasa canggung satu sama lain


" Biar sehat " jawab Balgis sekena nya


" Jalan aja masih pincang sok sok an ngomong sehat " jawab Bara tak habis pikir dengan Balgis


" Itu kan ada lift, dan lift nya juga sudah bisa di pakek " jawab Bara


" Oh iya kenapa aku lupa ya " ucap Balgis pura pura lupa padahal ia ingat, hanya saja ia memilih melewati tangga dengan tujuan untuk menghindari Bara


Tapi ternyata usaha nya itu sia sia


Balgis pikir Bara akan memilih untuk naik lift tapi di luar dugaan Bara malah mengikuti Balgis


Meskipun lantai tiga itu masih dalam proses renovasi tapi untuk lift nya sudah bisa di gunakan hanya satu yaitu tidak di ubah di lantai tiga itu yaitu kamar Bara karena Bara suka dengan pemandangan nya yang mana kamar itu langsung menghadap ke taman belakang rumah nya dan itu terlihat sangat seger apalagi jika duduk duduk di balkon kamar nya


Setelah sampai di lantai bawah Balgis dan Bara langsung menuju k mama Maura yang sedang berbicara dengan calon besan nya yaitu iin bunda nya Balgis.


" Eh ini dia " kata Maura saat melihat Balgis sudah berada di depan nya


Balgis hanya tersenyum merespon calon mertua nya tersebut


" Bunda mu mau bicara " kata nya lagi kepada Balgis, sambil memberi kan hand phone nya.


" Iya bun " jawab Balgis saat hand phone mama Maura sudah berada di telinga nya.

__ADS_1


" Kau benar benar membuat jantung bunda mau lepas Balgis, kenapa tidak bilang kalau kamu di rumah Bara calon suami mu huh " kata Iin emosi


Bunda mana yang tidak khawatir saat mengetahui Balgis tidak ada di kamar nya saat ia akan mengajak nya sarapan pagi dan ternyata kamar anak nya itu kosong bahkan tempat tidur nya masih rapi dan terasa dingin sebab AC di kamar itu dalam keadaan yang masih menyala.


" Kamu juga tidak bisa di telpon bundar sangat khawatir tau gak " lanjut Iin


" Mana kasur kamue terasa dingin bunda pikir kamu tadi malam gak pulang " jelas Iin lagi


" Bund sudah ber pikir yang macam macam tentang kamu nak " adu nya lagi


" Tenang bunda Balgis akan jawab semua pertanyaan bunda, pertama hand phone Balgis tertingal di dalam tas jadi tidak tahu kalau bunda menelpon,, ke dua Balgis tadi malam tidur di kamar kok bunda tidak di luar ( kamar apartemen bersama dengan Bara ) baru tadi pagi Balgis keluar dari kamar dan langsung di bawa ke rumah nya sama kak Bara dan yang terakhir Balgis baik baik aja kok " jawab Balgis menenang kan bunda nya


Dalam ucapan Balgis tidak ada yang salah dia memang di tidur di kamar tapi juga tidak bisa di bener kan karena Balgis tidak menjelaskan secara rinci


" Kau tahu sedikit lagi ayah mu akan mengerahkan orang untuk mencari keberadaan mu, untung mama mu menelpon bunda " kata Iin lagi


" Maaf bunda " kata Balgis sambil terkekeh karena setelah perjodohan itu sikap ayah nya sudah mulai berubah perhatian tapi Balgis masih enggan untuk merespon


" Sebentar lagi Balgis akan pulang " jawab nya lagi


" Tidak usah buru buru, bunda tidak khawatir kalau kamu berada disana, nanti bunda akan bilang pada ayah mu juga " jawab Iin


" Berikan telponnya ke mama mu "pinta Iin, dan Balgis memberikan hand phone itu pada Maura


Setelah itu Maura melanjutkan obrolannya dengan Iin yang ntah apa itu, Balgis hanya mendengar kalau Maura membicarakan tentang pernikahan mereka.


" Aku ngantuk " kata Balgis lemas pada Bara


Mungkin efek obat itu sudah mulai bekerja.


" Tidurlah di kamar ku, aku akan keluar sebentar "ucap Bara


" Mau kemana?" tanya Balgis keceplosan


" Apa kau sudah se posesif ini " tanya Bara sambil tersenyum jahil


Muka Balgis kembali malu.


" Kau ini " kata Balgis kesal


" Aku tidak berani tidur sendiri di kamar orang, temani aku dulu, setelah aku tertidur kau boleh pergi " pinta ucap Balgis menundukan kepalanya karena masih malu

__ADS_1


" Baiklah, kita ke kamarku "ajak Bara


" Ma aku istirahat di kamar kak Bara ya " pamit nya pada Maura, dan Maura mengangguk karena dia masih berbicara di telpon dengan Iin.


Balgis mengikuti langkah Bara dari belakang untuk menuju kamar calon suaminya itu.


" Tidurlah " kata Bara saat mereka sudah masuk ke dalam kamar


" Kamu mau kemana " tanya Balgis


" Aku tidak kemana mana, aku di situ" jawab Bara sambil menunjuk kearah sofa


" Jangan kemana mana sampai aku tertidur " kata Balgis serius


" Iya cerewet " jawab Bara kesal


Balgis langsung memejamkan mata nya karena sudah tidak bisa menahan kantuk, padahal jarum jam baru menunjukan angka setengah 11 siang tidak lama dia terlelap di tempat tidur Bara.


Bara yang menyadari kalau balgis telah tertidur mendekat dan duduk di tepi ranjangnya.


" Cantik, sayangnya kau selalu merepotkan ku " katanya sambil menjentikan jarinya ke dahi Balgis, Bara masih menatap muka polos Balgis yang tengah tertidur, dan tiba tiba handp hone nya berdering dengan nama panggilan Pandra di layar depan.


" Emmm .. " jawab Bara yang tidak ingin mengeluar kan suara takut Balgis terbangun.


" Kamu dimana, kenapa apartement ku seperti kapal pecah huh " kata Pandra di seberang, Bara segera beranjak dari tempat tidur, agar suara Pandra tidak membangunkan Balgis.


" itu apartemen ku ogeb" jawab Bara sambil menutup pintu kamar nya dan mematikan sambungan telpon nya.


" Ma aku ketempat Pandra sebentar " pamit Bara setengah berteriak, karena Maura masih asik menelpon.


" Loh, Balgis gimana " tanya Maura yang menjedah pembicaraan di telponnya


" Dia lagi tidur di kamar " jawab Bara lagi


" Kamu jangan lama lama nak, kasian Balgis sendiri, sebentar lagi mama ingin keluar bertemu bunda mu " kata Maura pada Bara


" Iya ma " jawab Bara sambil berjalan menuju pintu depan


Jangan lupa LIKE KOMENT DAN VOTE YA BESTI


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2