
...Selamat siang bestie...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Sebelum lanjut minta maaf ya karena kata katanya masih tidak beraturan dan typo ada di mana mana berterbangan bagaikan kapas yang berserakan
Bantu like koment ya bestie sepi amat
Baik lah lanjut
Ke esokan hari nya seperti biasa meksipun Balgis sudah bangun tapi ia enggan untuk beranjak dari tempat tidur nya
Dan untuk Oana ia sudah pergi ke cabang kantor yang ada di luar negeri sebab ia merasae ih bebas di sana
Tidak akan ada yang melarang nya melakukan ini dan itu
Seperti biasa di pagi hari di jam meja makan keluarga Keynat Aan selalu datang yang pertama di susul oleh Nita dan yang terakhir bunda Iin
Dan seperti Aan menatap sinis kursi tempat duduk Balgis
" Dimana tu anak " tanya Aan ketus
" Biar aku panggil kan "
" Tidak usah tante kak Balgis sudah pergi ke sekolah dan dua juga telah sarapan " jawab Nita
Pernyataan dari Nita membuat Aan dan Iin bingung
" Jam berapa ini " tanya bunda Iin
" Jam 06.15 " jawab Iin santai
" Kok bisa " batin Aan
" Kak Balgis hanya berpesan supaya bunda sarapan yang banyak "
" Ada lagi " tanya Aan
Se olah ia mengharap kan sesuatu
" Tidak ada oh iya tante ini "
Nita memberikan sebuah kado ke Nita
Dan terlihat itu sangat tebal dan jika di liat dari jauh seperti buku
" Boleh di buka " tanya Iin
__ADS_1
" Silahkan " jawab Nita santai
Bunda Iin membuka nya dengan sangat hati-hati dan entah kenapa ia merasa gugup
Dan setelah di buka hal pertama yang dapat ia lihat adalah sebuah kata " Maaf "
Tapi masih ada bungkusan lagi
Dan ternyata itu sebuah surat
" Kalian sarapan lebih dulu aku permisi " ucap bunda Iin dengan suara yang bergetar
Dan Nita juga ikut ikutan merasa sedih karena ia tau hadiah itu di khususkan untuk Aan sang ayah tapi karena Balgis tau tidak akan di hargai jadi ia memilih untuk memberikan pada sang bunda saja
Karena setelah ia kecelakaan ia sadar tidak ada guna nya mengharap kan kasih sayang dari ayah nya
Balgis memilih untuk tidak lagi peduli dengan itu
Aan terlihat penasaran tapi via cuek
" Gitu emang kalau tidak pernah mendapat kan hadiah dari anak sekali dapat langsung terharu tidak seperti sering kali mendapat kan hadiah dari Oana " ucap Aan sombong
Dan Nita merasa tidak terima dengan pernyataan om nya itu
" Tapi sekali kak Balgis memberikan hadiah itu tidak ada tandingannya itu jauh lebih bermakna dari semua pemberian kak Oana dan jika pun di gabung kan hadiah kak Oana gak ada apa apa nya di banding kan punya kak Balgis " ucap Nita kesel
" Nita gak terima jika om selalu membandingkan banding kan kak Oana dengan kak Balgis mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing-masing kak Balgis gak sebodoh itu om "
Setelah mengucapkan Itu Nita pergi tanpa berniat untuk menyentuh sarapan nya
Sedangkan Aan sendiri merasa tak terima dengan pernyataan Nita ia tidak terima dengan omongan anak kecil yang menceramahi nya
Sedang kan di kediaman Muzakki Bara sudah siap untuk pergi ke tempat dimana ia harus menjadi guru pengganti
Ya meski pun mental nya tidak sesegar penampilan nya
Bara menganggap ia tidak cocok jadi seorang guru tapi demi sang papa sama sang mama bara melakukan apapun
" Papa mana ma " tanya Bara saat di meja makan
" Sebentar lagi turun tadi papa masih ganti sepatu " jawab sang papa
" Kayak ada yang nyebut nama papa tadi " ucap sang papa setelah bergabung di meja makan
" Gak ada " kompak jawab anak dan ibu
" Kompak bener " cibir sang papa
" Sarapan apa pa " tanya sang mama
" Nasi goreng ma papa lapar "
Dan secepat kilat Maura menyiapkan kan nya
" Gimana Bara udah siap pergi ke sekolah " yang sang papa
__ADS_1
" Siap gak siap pa " jawab nya
" Siap gak sipa gimana kamu harus tegas karena papa mendaftar kan kamu sebagai guru konseling di sana " jawab sang papa
" Gak masalah itu lebih baik " jawab Bara
" Tapi kamu juga harus bantu guru guru di sana jika mereka kesusahan " nasehat sang papa
" Jika mereka kesusahan kenapa jadi guru sih pa percuma kan bayar mereka mahal mahal " jawab Bara
" Terserah kamu lah tapi ingat kamu tidak boleh dekat dekat dengan guru yang ada di sana " ucap sang papa lagi
" Kalau murid gak papa pa " tanya Bara bercanda
" Gak papa asal murid yang nakal tapi memiliki nilai yang bagus memiliki rasa kasih sayang mau membela yang benar dan mau berkorban untuk orang yang ia sayang " jawab sang papa
" Serius amat jawab nya " heran Bara
" Karena papa dan mau punya mantu yang cuma bagus di depan lemah lembut di depan tapi nyata nya busuk seperti kekasih mu yang dulu pergi ninggalin kamu karena kamu tidak sekaya teman mu tapi untung juga sih kamu pura pura menjadi sopir jadi kamu tau kalau dia bukan perempuan yang baik untuk kamu " jawab sang papa
" Panjang amat jawab nya pa " ejek sang mama
" Masih kesel dengan perempuan matrek itu "
" Hem karena dia juga ada seseorang yang harus menderita dan orang itu adalah calon mantu ku " ucap sang papa " tapi di akhir kalimat ia mengecil Jan suara nya
Setelah sarapan Bara langsung pergi menggunakan mobil nya sendiri
Padahal sang papa menyarankan untuk di antar oleh sopir karena Nini adalah untuk pertama kali nya Bara ke sekolah
Tapi bara tolak dengan alasan ia bukan anak kecil lagi
Sedang kan Davina dan Prita sedang menunggu Balgis di jalan xxx
Dan Balgis juga melakukan hal sama tapi Balgis tidak di jalan melainkan di parkiran sekolah
Mereka terus melakukan hal yang sama hingga akhir nya Balgis menghubungi Prita menanyakan keberadaan mereka
Dan detik berikut nya Balgis tertawa karena Davina dan Prita masih berada di jalan dan itu lumayan jauh dari sekolah mereka akibat menunggunya sedang kan yang di tunggu sudah berada di tempat tujuan ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1