
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Davina masih merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan ke-dua orang tua nya tapi ia juga tidak ingin egois mama nya berhak bahagia
Meskipun orang tua nya masih terikat dalam sebuah pernikahan tapi mereka sudah tidak tinggal serumah
Rumah itu sudah berpindah tangan menjadi milik nya
Dan apapun yang terjadi ia harus kuat
Karena memang perpisahan yang terbaik
Papa nya tidak bisa meninggal kan selingkuh nya sedang kan mama nya yang selalu di jadikan korban
Jadi jika boleh memohon Davina masih ingin mempertahankan keluarga nya
Davina masih mendambakan keluarga yang utuh seperti keluarga pada lain nya
" Aku gak boleh begini terus hidup terus berjalan Balgis dan Prita juga sama aku harus bisa bangkit dan harus bisa menghibur mereka karena akulah yang paling tua di antara mereka "
Setelah itu Davina turun ke bawah
" Bi " panggil nya
" iya non "
" Ada teman teman ku gak "
" Ada non tapi non Prita dan non Balgis sama sama membawa tas besar "
" Ya ampun apa mereka pergi dari rumah masing masing " panik Davina
" Bi jangan masak untuk makan malam nya aku akan pergi makan di luar masak buat bibi dan lain nya aja " ucap Davina
" Siap non "
Dan setelah itu Davina pergi ke kamar tamu
Dan ternyata mereka berdua masih terlelap dan dapat Davina lihat mata ke-dua teman nya tersebut masih terlihat sembab
" Aku merasa dunia ini tak adil kenapa harus kita bertiga yang merasakan sakit untuk sebuah keluarga kita bertiga tumbuh tidak dengan kasih sayang tapi dengan kesakitan tapi meskipun begitu aku bersyukur masih memiliki kalian " ucap Davina tersenyum tapi dengan lelehan air mata
Dan Prita terganggunya dengan itu
" Davina " panggil Prita
" Sudah bangun " tanya Davina
" Kok Balgis ada di sini " tanya Prita
__ADS_1
" Entah aku juga baru ke sini " jawab Davina
" Dan itu tas siapa "
" Balgis kayak nya deh itu punya ku ad di pojok sana " jawab Prita
" Kalian benar-benar pergi dari rumah " kaget Davina
" Kalau aku emang pergi sendiri karena aku ngerasa bukan bagian dari keluarga itu lagi " ucap Prita sedih
" Maksud nya jangan bilang kamu di perlakukan tidak adil " tebak Prita
Dan Prita pun menceritakan apa yang terjadi
" Dasar anak tak tau diri udah untung dia am ibu nya di tampung " kesel Davina
" Udah biarin aja yang penting aku masih memiliki kartu kredit " ucap Prita
" Terus gimana dengan Balgis "
" Aku di usir " jawab Balgis tiba tiba
" Bikin orang kaget aja " ucap Davina
" Kamu di usir pasti gara gara masalah di sekolah tadi ya " ucap Prita sedih
" Udah jangan sedih sedih yang seharus nya sedih itu aku " ucap Balgis
" Aku sudah tidak memiliki kartu kredit dan kunci mobil ku juga di ambil " lesu Balgis
" Kalau itu kalian tenang aja mama akan kasih kalian kartu kredit unlimited " jawab mama Davina tiba tiba
" Tante " ucap Prita dan Balgis barengan
" Balgis Prita udah berapa kali mama bilang jangan panggil tante panggil mama "
" Iya ma " ucap Balgis dan Prita
" Mama boleh kan anggap kalian anak mama " tanya mama Davina
" Kalau aku iya aja ma tapi masak ia Prita harus saudraan dengan Davina kan enggak banget " ucap Prita
" Oh gitu ya " jawab Davina
" Bercanda kali aku aku senang kok " jawab Prita
" Mama tirip Davina ya sayang karena setelah ini mama akan sangat sibuk mama ingin memberikan yang terbaik untuk Davina tapi mama harus mengorbankan ke seharian kita "
" Mama minta Davina " ucap sang mama
" Davina paham kok ma yang penting mama sehat dan tidak tertekan lagi dan yang penting saldo ATM mama terus bertambah " ucap Davina
Mereka semua tau Davina bersikap seperti itu hanya untuk menyembunyikan rasa sedih nya
" Ini untuk Balgis dan ini untuk Prita kalian boleh menggunakan kartu itu sepuas nya " ucap sang mam Davina
Tapi Balgis dan Prita menolak itu semua karena sudah ada kartu Davina yang bisa mereka gunakan
" Bukan nya Balgis tidak mau ma tapi sudah ada kartu nya Davina yang bisa kita pakai jadi untuk kartu ini mama simpan saja " tolak Davina secara halus
__ADS_1
" Baik lah kalau begitu kalian bebas menggunakan kartu milik Davina dan untuk itu kartu yang ini biar Davina aja yang pegang mama gak mau kalian semua kekurangan "
Dan sudah sepantasnya Davina yang megang kartu tersebut
" Jagalah diri baik baik sayang mama akan sangat jaranga untuk pulang karena mama akan pergi ke luar negeri untuk mengurus perusahaan Balgis Prita mama titip Davina ya jangan biarkan dia sedih jangan biar kan ada yang deketin dia, kalau pun ada cowok itu harus baik tidak perlu kaya yang penting di Anisa kebahagiaan putri mama ini "
" Sesuai permintaan nya mama kita yang akan menyeleksi nya " jawab Balgis
" Kalau begitu mama pamit ya sayang, mama harus pergi malam ini juga karena mama sedang kejar target '' pamit sang mama
" Mam harus janji akan baik baik saja " ucap Davina
" Mam janji dan mama juga akan sering sering pulang " ucap sang mam dengan tangis yang tertahan
Setelah itu mama Davina pergi
Dan Davina kembali ke kamar dengan keadaan sedih
Sedang kan Balgis dan Prita sibuk dengan urusan nya masing masing
Prita sibuk dengan menata baju nya sedang kan Balgis sibuk dengan menulis novel nya
" Prita " panggil Balgis
" Hem "
" Apa kamu serius ingin pergi dari rumah "
" Ya kenapa tidak "
" Tidak akan menyesal di kemudian hari "
" Jujur saja aku juga belum tau tapi aku sadar hidup terus berjalan dan apapun yang terjadi aku harus bisa menanggung konsekuensi nya dan aku yakin kalian tidak akan membiarkan ku masuk ke jurang iya kan "
" Yang perlu kita lakukan saat ini hanya lah memberi dukungan satu sama lain karena sekarang kita sedang dalam masa yang sulit " jelas Prita
Dan sat mereka sibuk berbincang Davina masuk dengan menangis
" Jangan nangis kita harus kuat tunjukkan pada dunia jika kita bisa berdiri di kaki kita sendiri " ucap Balgis tersebut
Dan Davina mengangguk setelah itu mereka berpelukan
" Kita akan selalu bersama " ucap ketiga gadis itu bersama
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1