Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Kulit mu pahit


__ADS_3

...Siang bestie...


...Author harap kalian semua selalu sehat ya...


...Oke lanjut ke cerita...


Muzakki dan Maura hanya saling lirik tidak tau harus membujuk Balgis dengan cara apa karena dari wajah nya Balgis saja dapat mereka lihat dengan jelas jika Balgis memang sangat takut dengan jarum suntik


" Nak sebentar saja itu tidak akan sakit sama sekali " bujuk Muzakki


" Tidak pa lihat lah jarum nya itu ter lihat sedang menertawakan ku " jawab Balgis konyol


" Hah " jawab semua orang saat mendengar ucapan nya Balgis


" Dari sudut mana jarum itu melotot " tanya Bara heran


" Itu di ujung jarum nya " jawab Balgis


" Aku sangat takut sumpah " lanjut Balgis dengan terbata bata


" Jangan sampai kamu merasa takut dan menyebabkan kamu menyesal di kemudian hari " jelas dokter ini


" Ini tidak sesakit yang kamu bayang kan sayang " bujuk Maura


" Aku tahu ma, aku tidak takut dengan rasa sakit nya tapi sama jarum nya " jujur Balgis


" Ayo lah gadis pembuat onar selesai kan ini biar kita semua bisa istirahat setelah ini " ucap Bara ketus


" Bara apa yang kamu kata kan " tegur Maura


" Aku benar ma jika dia gadis pembuat onar ini tidak kunjung mau di suntik mau sampai kapan dokter Doni di sini " jelas Bara


" Dokter Doni kan juga sibuk dokter Doni juga harus ke rumah sakit masa ia mau nungguin orang yang tidak mau di suntik kan gak lucu kayak anak kecil aja takut jarum " lanjut Bara


Mendengar itu membuat Muzakki memiliki ide mujarab agar gadis menantu nya itu mau di suntik dan tidak perlu banyak drama lagi


" Karena kamu ( Bara ) ber kata seperti itu maka kamu juga harus bertanggung jawab karena sebagai calon suami yang baik kamu harus berkorban demi calon istri mu ya hitung hitung buat pembelajaran untuk kamu nanti nya " ucap Muzakki


" Kenapa aku " tolak Bara


" Karena kamu adalah calon suami nya " jawab Muzakki


" Lagi ini pula papa yakin luka di kaki Balgis juga akibat dari kamu kan sebagai ganti nya kamu harus ber tanggung jawab " lanjut Muzakki


" Dengan cara apa " pasrah Bara


" Peluk tubuh calon istri mu biar dia tidak ter lalu takut dengan suntik kan " kata Muzakki pada Bara

__ADS_1


Hanya hanya mampu melebar kan mata nya mendengar kata papa nya yang harus memeluk tubuh Balgis


" Gak ada kata lain apa " jawab Bara kesel


" Maksud nya "


" Gak ada cara lain apa " ucap Bara membenar kan ucapan nya


" Cepat Bara " ucap Muzakki dengan nada tegas tidak ingin di bantah untuk sekarang dan mau tidak mau sebagai anak yang baik Bara harus menuruti nya karena tidak ingin di bilang anak durhaka


Dengan sangat terpaksa Bara mendekat dan merengkuh tubuh calon istri nya itu, karena rasa takut yang Balgis rasa kan jadi ia tidak memberontak sama sekali saat Bara mulai memeluk tubuh nya dari belakang.


" Nanti gigit saja lengan calon suami mu yang tampan ini, agar mengurangi rasa takut mu " ujar dokter Doni yang sudah siapa untuk menyuntik obat ke lengan kiri Balgis


Sedang kan Bara hanya bisa melongo karena ia yakin nasib buruk sedang mengincar nya


Bara ingin protes tapi langsung di jawab oleh Muzakki padahal Bara masih belum mengungkapkan apa yang ia sampai kan


" Sudah lah nak biar kan saja di gigit calon istri sendiri apa salah nya sih lagian untuk apa otot otot mu itu jika tidak gunakan kan sayang " ucap Muzakki tersenyum geli melihat ekspresi Bara


" Anggap saja itu sebagai percobaan sayang jika kamu tidak kuat maka jangan nge-gym lagi percuma gak bisa di gunakan " kompor Maura


Bara menatap ke dua orang tua nya itu kesel


Saat jarum suntik menancap di lengan Balgis, secara spontan Balgis menggigit tangan Bara dengan kencang nya.


Maura dan Muzakki dan juga dokter Doni hanya menahan tawa nya saat melihat wajah Bara yang sudah merah padam menahan rasa sakit gigitan Balgis.


" Sudah " kata dokter Doni sambil mengelap bekas suntikan dengan alkohol swab


Bara segera beranjak dari duduk nya.


" Awwwwww " teriak Bara yang sudah tidak bisa menahan sakit nya, di lihat tangan nya yang berlobang bekas gigitan Balgis.


" Apa kau serigala huh " tanya Bara kesal pada Balgis, dan Balgis hanya mendelik kesal memandang Bara.


Dokter bersih kan bekas gigitan dia, aku takut terkena rabies " kata Bara pada dokter Doni


" Bara aku bukan anjing " teriak Balgis kesal


" Terserah, cepat bersihkan bekas gigitan ini " kata Bara lagi


" Aku akan benar benar menggigitmu " ujar Balgis beranjak dari duduk nya melangkah ke arah Bara


untuk benar benar menggigit nya, Bara segera menjauhi Balgis saat melihat wajah gadis itu benar benar seperti ingin memangsa nya.


Melihat kelakuan dua anak mudah itu, Maura, Muzakki dan dokter Doni memilih untuk keluar dari kamar Bara.

__ADS_1


" Biarkan mereka berdua " kata Muzakki tersenyum usil


Bara dan Balgis masih terus berlarian di kamar tidak sadar bahwa tinggal mereka berdua,


" Aku akan mendapatkan mu, dan benar benar akan aku gigit sampai kulit mu robek " kata Balgis geram


" Coba saja weeeekk " jawab Bara yang terus berlari dan memeletkan lidah nya mereka ber dua tidak ubah nya seperti anak kecil.


" Aawww " Balgis berhenti untuk mengejar Bara, karena kaki nya terasa ngilu dan Bara pun menyadari hingga ikut menghenti kan langkah nya.


" Kau tidak apa apa ?" tanya Bara mendekat ke Balgis


" Dapat " ujar Balgis tiba tiba sambil memeluk tubuh Bara dengan sangat erat.


Dan Bara menyadari kalau dia sudah di kerjai oleh Balgis.


" Kau curang " kata Bara memberontak


" Aku akan benar benar menggigitmu," kata Balgis dengan mulut yang menganga siap menggigit tubuh Bara


Jika ada yang melihat mereka, mungkin orang berpikir mereka sedang berpelukan dan bercanda, karena itu terlihat sangat mesra untuk orang lain yang melihat.


Tidak lama pintu di buka oleh salah satu pelayan di rumah itu


" Eh maaf tuan " kata pelayan merasa tidak nyaman


Balgis segera melepas pelukan nya pada Bara, dia merasa sangat malu karena menyadari kelakuan nya yang sedari tadi memeluk tubuh Bara, wajah Balgis seketika memerah.


Bara yang melihat ekspresi malu Balgis, hanya bisa menahan senyum nya.


" Ada apa ? " tanya Bara pada pelayan


" Itu tuan muda nyonya, memanggil tuan muda dan nona untuk ke bawa, kata nya bunda non Balgis ingin bicara " jelas pelayan


" Baik, kami akan segera turun " kata Bara, lalu pelayan menutup kembali pintu kamar majikannya itu.


" Apa kau tidak ingin menggigitku lagi " tanya Bara dengan senyum jahil


" Tidak, kulit mu pahit " ucap Balgis menghindar, lalu berjalan menuju pintu keluar.


" Mau kemana? " tanya Bara


Mau ke bawah lah, pakek nanya " sewot Balgis sambil membuka pintu kamar, lalu berjalan keluar di susul oleh Bara di belakang nya


Jangan lupa LIKE, KOMENT DAN VOTE ya bestie


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2