
...Selamat pagi bestie bestie ku yang budiman...
...Lanjut yuk bestie...
...Tapi sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
" Sekarang kalian saling bertukar cincin " ujar Maura pada dua pasang di hadapan mereka
Dengan sangat terpaksa Bara memasang kan cincin di jari manis sebelah kiri tangan Balgis, dan sebalikbnya Balgis memasang kan cincin di jari manis Bara.
" Kalian memang pasangan yang sangat cocok, cantik dan tampan " puji Iin pada anak dan calon menantu nya
" Aku sangat tidak sabar untuk melihat bagaimana wajah cucu ku nanti " sambung Muzakki jahil
" Papa hentikan " kata Bara yang sangat kesal
Dengan perjodohan gila ini saja kepala Bara masih pusing, di tambah papa nya yang sudah membahas cucu.
" Rsa nya kepala ku mau pecah " gumam Bara
" Mari kita foto keluarga " pinta Aan
" Iya kau benar, kita harus punya foto keluarga malam ini " ujar Muzakki menimpali
Mereka telah berdiri dengan Bara dan Balgis di tengah tengah, yang sengaja di pasangkan oleh orang tua mereka.
" Bisakah foto nya kita ulang, calon pengantin nya tidak tersenyum, ini sangat tidak bagus di lihat " kata si fotographer
" Emm bisakah tangan mas nya memeluk pinggang calon istri nya " ujar si mas lagi
" Hal gila macam apa lagi ini " batin Bara
Dengan sangat terpaksa Bara meletakkan tangan kirinya di pinggang Balgis,
" Tersenyumlah, kalau kau tidak mau foto ini di ulang sampai besok " ucap Bara pelan di telinga Balgis
Balgis hanya mendelik kesal memandang Bara.
Dengan segera Bara dan Balgis tersenyum lebar, seperti orang yang sangat bahagia.
Jika orang yang melihat foto itu tidak akan pernah menyangka kalau senyum itu di buat dengan sangat terpaksa oleh mereka
__ADS_1
Bara yang melihat senyum manis Balgis hanya menatap tajam.
" Memang gadis yang pintar bersandiwara " batin Bara
Acara telah selesai, tinggal menunggu waktu pernikahan mereka minggu depan.
Tidak pernah ada percakapan apapun yang keluar dari mulut Bara dan Balgis, mereka hanya mengikuti arahan dari kedua orang tua mereka.
Itu saja telah membuat dua manusia itu begitu jengah.
Keluarga Muzakki sudah berpamitan untuk meninggalkan rumah keluarga Keynat
Saat berhadapan dengan Balgis, Maura segera memeluk tubuh calon menantu nya itu.
" Kau begitu cantik nak, tolong sayangi kami nanti seperti kamu menyayangi orang tua mu "vpinta Maura lirih sambil memeluk tubuh Balgis dengan sangat erat
Balgis hanya terdiam mendengar perkataan calon mertuanya itu
Di sisi lain di hati nya begitu tenang melihat keluarga calon suami nya itu begitu menyayanginya.
" Balgis harap mama dan papa juga akan menyayangi ku " jawab Balgis yang sekarang juga telah memeluk tubuh Maura
" Itu pasti nak " jawab Maura sambil tertawa lalu melepas lembut pelukan nya dengan Balgis.
Balgis pun tersenyum manis membalas perkataan calon mama mertua nya tersebut.
Dan Bara terus menatap mama dan calon istri nya itu, dengan tatapan yang tidak bisa terbaca
Di depan teras telah terpampang satu mobil sport mewah Ferarri berwarna ungu muda seperti keinginan Balgis di padukan dengan warna putih.
Mata Aan memandang lekat ke arah mobil itu, perasaan tadi tidak ada mobil ini masuk kedalam perkarangan rumah nya.
" Mobil siapa ini? " tanya Aan bingung
" Itu hadiah untuk calon menantu ku " jawab Muzakki tersenyum senang
Balgis yang mendengar itu, langsung membulat kan mata nya lebar lebar.
" Papa ini sungguh berlebihan, aku akan tetap menerima perjodohan ini walau kalian tidak memberikan aku apapun " ujar Balgis yang sedikit keberatan
" Apa kau begitu bahagia di jodohkan dengan aku, hingga tidak mau menerima apapun lagi " kata Bara menimpali dengan seyum menyeringainya
" Sialan " umpat Balgis dalam hati dan memandang kesal ke arah Bara dan semua orang yang mendengar perkataan Bara tidak bisa menahan tawanya.
" Sudah lah nak, jangan menolak apapun dari keluarga kami, ini tidak ada apa apa nya di bandingkan kami yang nanti akan membawamu pulang kerumah " ujar Maura pada Balgis
__ADS_1
" Apa kau tidak menyukainya, apa ingin papa ganti dengan model yang lain" tanya Muzakki pada Balgis
" Emm tidak pa, ini cukup dan aku juga sangat menyukainya " jawab Balgis
" Tolong mulai sekarang kemana pun kamu pergi pakailah mobil ini, itu membuat mama dan papa sangat berterimaksih karena berarti kamu menerima pemberian kami" kata Maura pada Balgis
" Baiklah " jawab Balgis pelan, dia tidak ingin membantah perkataan apapun dari Muzakki dan juga Maura karena dia sendiri tidak akan menang melawan keinginan calon mertuanya itu.
" Baiklah kami pamit pulang hubungi aku untuk hal apapun menyangkut pernikahan anak kita " kata Maura pada Iin
" Baik kalian hati hati " jawab Iin
Bara pun berpamitan dengan kedua orang tua Balgis, di cium nya punggung tangan kedua calon mertua nya itu, walau dia belum bisa menerima perjodohan ini tapi dia harus tetap sopan dengan calon mertua nya.
" Balgis, cium tangan calon suami mu" ucap Iin pada anaknya
Balgis hanya mendelik mendengar keinginan bunda nya.
Iin pun memelototi Balgis, agar Balgis segera menuruti keinganan nya, dan Balgis pun mengerti.
Dengan terpaksa Balgis mengambil tangan Bara dan mencium punggung nya.
" Ini benar benar takdir yang luar biasa" gumam Balgis dalam hati
Bara hanya terdiam saat Balgis mencium punggung tangan nya, belum ada desiran di hati Bara, tapi melihat ini hati nya sedikit melemah.
Setelah keluarga Muzakki pergi, keluarga Keynat masuk kedalam rumah.
" Kak calon suami mu benar benar tampan " ujar Ina yang masih kagum dengan ketampanan Bara
" Ambil saja untuk mu " jawab Balgis kesal
" Benarkah " ujar Ina dengan wajah yang berbinar binar
" Hussss " kata Iin mendengar obrolan anaknya, Ina hanya menyengir mendengar peringatan tante nya
" Balgis untuk akhir akhir ini kamu harus banyak beristirahat, karena masih banyak yang harus kamu siapkan menuju hari pernikahan mu " ujar Iin pada Balgis
" Tadi ayah mu bilang kau di izinbkan untuk seminggu tidak sekolah " lanjut Iin lagi
" Tidak aku harus sekolah, karena itu kan membuat orang benar benar curiga nanti " jawab Balgis yang hendak berjalan menuju kamar nya dan Iin hanya mengangguk mengerti.
" Kenapa harus dia sih, aaarrrrgggghhh " ucap Balgis kesal yang saat sudah ini sudah berada di kamar nya
Jangan lupa like koment and vote ya bestie buatan nyenengin author aja satu satu cukup kok mohon dukungan nya ya bestie bye bye lanjut di bab selanjut nya nanti siang ya bestie
__ADS_1