Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Memberitahu


__ADS_3

...Selamat malam bestie bestiee...


...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Baiklah lanjut ya bestie


Tapi sebelum lanjut author minta maaf ya karena jarang up biasa lomba 17 Agustus belum selesai bestie


Kan gak seru kalau gak ikut kurang gimana gitu 🙂🙂🙂


Lanjut ke cerita versi author


Sampai di depan kamar Balgis Iin semakin bingung


Dan sadar ia melangkah kaki nya turun


Hingga akhir nya sampai di pertengahan tanggal ini. duduk ia tidak tau apakah keputusan nya ia benar atau tidak


Menurut nya ini memang yang terbaik untuk Balgis


Tapi apakah Balgis juga merasa ini yang terbaik ini alah adalah bebab tersendiri untuk Iin


Tapi ia memgumpul kak semua keberanian nya


Iin kembali ke kamar Balgis


Dan tanpa ragu langsung mengetok pintu nya


Tok tok tok


" Iya " jawab Balgis dari dalam


" Ini bunda " jawab iin


" Ada apa bunda " tanya Balgis


" Balgis bunda boleh masuk ? " pinta Iin di balik pintu


" Masuk aja bun, nggak di kunci kok " teriak Balgis dari dalam kamar


Iin pun menekan knop pintu kamar Balgis dan langsung masuk.


Dan di lihat nya Balgis sedang memain kan laptop nya


" Kamu lagi ngapain ? tanya nya basi basi


" Lagi menyibuk kan diri aja " jaqb Balgis

__ADS_1


Balgis tidak ingin memberitahu bunda nya jika ia sedang sibuk menulis novel


" Ada apa bunda ke kamar Balgis ada hal yang penting ? tanya Balgis untuk mengalih kan pembicara an


Tapi di lubuk hati nya ia sudah menebak jika akan ada yang bunda nya ingin sampai kan dan itu pasti menyangkut diri nya


" Bunda ingin bicara sama kamu, tolong dengar kan bunda dulu baru kamu boleh ber tanya " jawabnya sambil duduk di sofa kamar Balgis.


" Sini kamu duduk di samping bunda," pinta Iin pada Balgis sambil menepuk nepuk sofa di samping nya


Balgis pun menghampiri iin dan duduk di sebelah bunda nya


" Ada apa bund ?" tanya Balgis yang sedikit cemas


Iin sedikit kebingungan untuk memulai pembicaraan karena sampai saat ini ia masih merasa bingung


" Em "


" " Begini Balgis " ucap Iin terbata bata


" Apa bunda jangan bikin Balgis takut " ujar Balgis


Iin mengambil nafas nya dan membuang nya dengan kasar guna untuk mengurai rasa yang berkecamuk


" Bunda tahu kamu pasti terkejut mendengar kabar ini, tapi bunda harap kamu akan mengerti " kata iin sedikit gugup


" Apa " jawab Balgis


" Aku anak bunda kan "


" Jangan bilang kalau bunda menemukan Balgis fi teras atau mengambil Balgis dari panti asuhan " ujar Balgis dengan segala pemikiran nya yang nyeleneh


" Hussssss, sembarangan " jawab Iin langsung karena tidak ingin Balgis berpikiran macam-macam


" Terus apa, bunda bikin aku takut " ujar Balgis semankin cemas kemana arah pembicaraan bunda ini entah mengarah Kemana


" Makanya dengerin bunda dulu Balgis baru kamu jawab. " jawab Iin


" Sebenarnya kamu sudah di jodoh kan dengan anak sahabat bunda " kata Iin langsung


Balgis hanya terdiam mendengar perkataan bunda nya, otak nya mendadak blank, selama ini dia benar benar tidak tahu tentang perjodohan ini.


" Kok bisa bun, kenapa harus Balgis kenapa bukan Oana " tanya nya


" Bunda tahu pasti kamu akan menanyakan ini dengar bunda akan jelaskan " jawab Iin


Iin pun menjelas kan semua nya, awal penyebab perjodohan dan mengapa jadi Balgis yang di jodoh kan.


Balgis hanya terdiam, dia tidak bisa mencerna dengan baik kata kata bunda nya.


" Nak mereka begitu sangat menginginkan mu untuk jadi menantu mereka, awal nya bunda juga tidak ingin kamu yang di jodohkan karena kamu masih sekolah, tapi mereka tetap meminta kamu bukan kakak kamu " jelas Iin

__ADS_1


" Aku gak punya kakak bunda, bunda harus tau itu " ucap Balgis dengan tegas


" Aku tidak memiliki saudara " ucap nya lagi


Mendengar itu Iin hanya bisa pasrah karena bagaimana pun di sini memang Balgis yang sangat sangat tersakiti


Ingin Iin menasehati Balgis tapi ia sadar ini bukan waktu yang pas Iin memilih untuk melanjut kan perkataan nya


" Mereka juga berjanji akan menjaga kamu dengan baik bahkan bunda yakin mereka juga mampu akan membuat mu tersenyum dan lebih bahagia lagi "


" Dan tentu juga akan menyayangi kamu dengan baik bahkan lebih baik dari pada kita sebagai orang tua kandung kamu nak "


"Tidak akan ada yang berubah dari kamu, kamu juga masih bisa melakukan apa aja, melanjut kan sekolah di mana pun yang kamu mau, hanya status kamu yang akan berubah " jelas Iin lagi


" Kamu masih bisa kuliah tapi ingat harus di sini tidak ke luar kota atau pun ke luar negeri bukan karena mereka melarang tapi kamu harus tau di mana posisi ku dan batasan batasan "


" Kamu paham kan " ucap Iin panjang lebar


Masih tidak ada jawaban dari Balgis, dia masih begitu sulit untuk memikirkan perjodohan ini di tambah tentang pernikahan,


" Hal gila macam apa lagi ini di umur yang masih 17 tahun aku sudah harus menikah" batin Balgis,


" Di tambah lagi aku tidak tahu siapa yang akan menjadi suami ku oh my good "


Dengan pikiran yang kacau dia melihat ke arah bunda nya di lihat nya wajah bunda nya yang senduh, dia tahu bunda nya juga sedang di lema tapi juga ada aura kebahagiaan di sana


" Apa bunda bahagia " tanya Balgis tiba tiba


Bunda mengangguk


" Bunda bahagia tapi kebahagian bunda bukan karena kamu menerima perjodohan ini, tapi karena bunda yakin mereka akan menjaga dan memperlakukanmu dengan sangat baik, dan bunda sangat bahagia karena itu, karena mereka pasti akan membuat kamu bahagia " jelas Iin dengan mata yang sudah berkaca kaca


" Baiklah Balgis mau " jawab Balgis tegas


Karena bagi Balgis keluar dari rumah itu adalah suatu anugerah


" Kamu serius " tanya Iin sedikit berteriak


Dan Balgis menganggukan kepalanya, sebenarnya Balgis belum siap dengan pernikahan dini ini, tapi demi bunda nya dan juga untuk kebebasan nya apapun akan dia lakukan


"Kamu memang anak baik, bunda sangat menyayangimu " ujar Iin sambil memeluk erat tubuh anaknya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


Iin tidak menyangka kalau Balgis akan menerima perjodohan ini dengan mudah tanpa bantahan seperti yang biasa seorang Balgis lakukan.


" Nanti keluarga kita akan bertemu, dan kamu akan bertemu dengan calon suamimu. " ujar Iin lagi sambil terus memeluk Balgis


Entah lah ini kabar bahagia atau sedih bagi Balgis, tapi semua sudah terjadi dia sudah menerima perjodohan ini, demi kebebasan nya dari sang ayah .


Jangan lupa VOTE dan LIKE


TERIMAKASIHA

__ADS_1


__ADS_2