
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Balgis tidak mengeluh sedikit pun tidak ada teriakan seperti biasa nya saat sang ayah selalu berlaku kasar pada nya
" Dasar anak tak bisa di untung " ucap Aan marah
" Seharus nya kamu bisa mencontoh kakak kamu dua selalu melakukan yang terbaik tidak seperti kamu yang kelakuan nya hanya seperti sampah " lanjut nya
" Ayah stop " teriak Iin
" Jangan ikut campur kamu tidak ads hubungan nya dengan ini " jawab nya
" Jika kamu bisa meng anak emas kan Oana tapi kenapa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama Balgis " ucap Iin
" Selama ini aku diam bukan berarti aku mendukung apa yang kamu perbuat dengan putri bungsu kita " lanjut Iin
" Bukan kita tapi anak bungsu kamu Iin " bantah Aan
Mendengar itu Balgis merasa dunia nya runtuh
Bagaimana bisa ayah nya enggan untuk mengakui nya padahal jelas jelas ia anak kandungnya
Karena Balgis sudah pernah melakukan tes DNA secara diam diam untuk itu
Alasan nya simple ia hanya ingin tau apa yang sebenar nya terjadi
Jika ia memang bukan anak dari Aan maka ia akan mencoba untuk menerima penghinaan siksaan dan cacian yang selama ini ia terima
Tapi jika ia anak darah daging nya maka sudah jelas Balgis sulit untuk memaafkan nya karena bagaimana pun ia di perlakukan secara tak adil
Dan setelah hasil nya keluar itu merubah semua nya
Merubah Balgis menjadi ke ih dingin dan tak tersentuh ia berubah menjadi anak yang nakal dan berbuat semau nya
Sekuat tenaga Balgis bangun saat ayah dan bunda nya bertengkar karena bagaimana pun ia di tarik dari tangga dan di lempar bagaikan sampah tentu ia merasa sakit
" Ayah bunda stop " teriak Balgis
" Berani kamu berteriak ke orang tua kamu hah " ucap Aan emosi dan langsung menampar Balgis dengan sekuat tenaga
" Aan stop kamu udah keterlaluan kali ini aku tidak akan pernah memaaf kan kamu "
__ADS_1
" Pergi kamu dari rumah ini aku tidak sudi memiliki anak tak punya otak seperti kamu " ucap Aan
" Tidak tolong jangan dengerin ayah kami sayang ayah kamu sedang emosi " pinta Iin
Tapi berbeda dengan Balgis ia malah merasa lega dan senyuman yang tidak pernah terlihat kini terpampang nyata
Aan Iin dan pembantu yang ada di rumah itu langsung terdiam
Sudah bertahun-tahun senyuman itu hilang kan kini senyuman indah nyata di depan mata mereka
" Sayang " lekuk Iin
" No bunda jangan ngelarang apapun yang ingin aku lakukan sekarang aku janji suatu saat nanti aku akan kembali lagi tapi dengan keadaan dan suasana yang berbeda jangan larang aku untuk keluar dari neraka ini biar kan Balgis bebas tanpa beban, aku akan menghubungi bunda setiap kali Balgis senggang percaya lah pada anak mu ini akan menjaga diri baik baik " ucap Balgis dengan suara yang pelan
" Bunda percaya dan bunda udah siapin taxi di luar sana " jawab Iin
" Terimakasih bunda, bunda yang terbaik "
Dan setelah itu Balgis menaiki tangga untuk mengambil apa yang sudah ia siap kan
" Sial hand phone ku lobet " kesel Balgis
Sebelum keluar Balgis memandangi kamar nya tersebut
" Selamat tinggal kamar ku " ucap Balgis dengan tersebut tapi lagi lagi air mata nya keluar
" Ternyata aku tidak sekuat yang aku pikir kan " gumam nya
Karena bagaimana pun keadaan mereka sama saja
Dan setelah itu Balgis langsung turun dari tangga dengan tas ransel besar di punggung nya
Iin hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar karena bagaimanapun tidak ada yang bisa mencegah keputusan Balgis
Gadis itu terkesan sangat keras kepala tapi Iin suka itu arti nya Balgis tidak mudah goyah dan tidak mudah untuk di tindas
" Jangan pernah kau bawa apa apa dari rumah ini " ucap Aan
" Tenang aja aku hanya membawa baju dan keperluan ku yang lain nya semua kartu kredit mobil dan lain nya sudah ada di meja kamar " ucap Balgis dingin
Dan Aan tidak percaya dengan itu
" Bi " teriak nya
" Iya tuan "
" Cek di kamar nya apa semua yang dia katakan benar karena saya gak rela dia berfoya-foya dengan uang yang saya kasik " ucap Aan
" Terima yah karena dengan sikap mu yang begini aku jadi tidak ragu lagi untuk membenci mu, bukan karena aku ingin menjadi anak durhaka tapi kamu lah yang memaksa ku untuk demikian sedari kecil aku ingin di peluk dan manja seperti Oana tapi sampai detik ini keinginan sederhana itu tidak pernah terjadi maaf jika suatu hari kamu meminta ku untuk kembali semua nya udah terlambat karena di dalam hati ini aku sudah menutup rapat-rapat untuk itu aku harap ayah bahagia dan semoga Oana bisa membahagiakan ayah dan memenuhi semua keinginan ayah " batin Balgis menangis
Sang pembantu datang
__ADS_1
" Nina Balgis tidak bohong tuan ini " ucap sang pembantu
" Sudah kan kalau begitu aku pergi "
Sebelum pergi Balgis berpamitan dengan semua penghuni di rumah tersebut
" Aku pergi bunda jagalah diri bunda baik baik dan Balgis juga akan melakukan hal yang sama jangan terjebak dalam keadaan ini makan dan istirahat lah dengan cukup bersenang-senang lah seperti biasa nya " pamit Balgis
Dan setelah itu ia pergi tanpa ingin mendengar jawaban sang bunda
" Maafin bunda sayang, bunda gagal menjadi ibu yang baik untuk kamu, bunda gagal membahagiakan kamu, maafin bunda sayang " batin Iin
Dan setelah itu ia pergi ke kamar Balgis
Iin sudah putus kan ia akan tidur di kamar sang anak bungsu
" Mau kemana kamu "
" Mau tidur di kamar Balgis "
Sedangkan Balgis sudah berada di dalam taxi yang Ibunda nya siap kan
Tujuan utama nya saat ini adalah ke rumah Davina
Sedang kan Prita sendiri sudah berada di rumah itu
Sama hal nya seperti Balgis Prita juga melakukan hal yang sama
Tapi beda nya ia masih memegang kartu dan sebagai nya
Balgis tiba di rumah Davina dengan keadaan mata yang sembab
Balgis langsung menunju ke kamar tamu yang ada di rumah tersebut dan ternyata di sana sudah ada Prita juga dengan keadaan mata yang sembab
" Kenapa dia juga ada kamar tamu kenapa gak ke kamar Davina aja " gumam Balgis
Dan setelah itu ia naik ke ranjang dimana Prita terlelap dan tidur
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
__ADS_1
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee