Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Sepuluh tamparan


__ADS_3

...Pagi bestie...


...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...


...Terima kasih...


...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...


Baiklah lanjut ya bestiee


...🔥🔥🔥🔥🔥...


Bel istirahat berbunyi saat semua siswa-siswi akan beristirahat tapi tidak dengan Balgis yang akan masuk ke dalam kelas


Karena ia lebih dulu ber istirahat dari pada yang lain nya


Saat Balgis tiba di pintu ada seseorang yang sengaja mendorong nya dan Balgis tersungkur di lantai


Karena memang ke adaan fisik nya sedang lemah dan ia juga dalam posisi yang bekum siap


" Awwwwww " teriak Balgis


Dan itu membuat seluruh kelas memanas karena tanpa mereka lihat sudah pasti Balgis terjatuh akibat orang yang ada di depan kelas itu


Orang itu adalah Marlena musuh Balgis sedari SMP dan siapa sangka saat SMA mereka juga di sekolah yang sama


" Liat liat dong kalau jalan mata nya di pakek dan tangan nya diem " bentak ketua kelas


" Heh kamu diam ya " ucap Marlena dengan santai


Karena saat ini ia masih belum melihat kehadiran Bara di kelas itu


Balgis tidak ingin ribut untuk hari ini jadi ia memilih diam tanpa ingin melawan


" Kamu jangan teriak teriak di kelas ini " ucap Prita


" Kenapa apa salah nya kelas isi nya kok anak buangan semua " ucap nya


Dan Balgis udah mulai panas tapi ia tahan


" Kalau ngomong jangan sembarang " teriak Prita..


Sedang kan Bara merasa kesusahan untuk menghentikan keributan tersebut karena tidak ada yang ingin mendengar kan nya


Bahkan tenggorokan nya hampir sakit karena teriak teriak


" Ini yang aku males kalau jadi guru murid SMA kerjaan nya pasti berantem terus dan ingin benar sendiri " kesel Bara..


Dan suasana tambah memanas saat Prita di dorong dan kepala nya kejedot meja dan itu pasti sangat sakit


Karena Prita langsung diam akibat rasa sakit yang ia rasa


Dan Balgis tidak bisa tinggal diam lagi


" Maafkan Balgis bunda Balgis akan di hukum lagi dan mungkin bunda akan kesusahan kaki ini " batin Balgis


" Balgis melakukan ini hanya untuk membela teman Balgis bunda sekali maaf " lanjut nya


Dan setelah itu Balgis berjalan membelah kerumunan

__ADS_1


Setelah sampai


Plaaak


'' Tamparan ini karena lo udah berani berani nya mencari masalah dengan kelas ini ''


Plaaak


" Ini buat kamu karena udah sengaja mendorong dorong aku "


Plaaak


" Ini buat kamu karena udah berani berani nya berteriak di kelas ini "


Plaaak


" Ini buat karena kamu udah lancang berteriak dengan ketua kelas yang ada di sini "


Plaaak


" Hadiah untuk mulut kamu karena udah berani beraninya ngatain kita semua anak buangan "


Plaaak Plaaak Plaaak


" ini pembalasan dari aku karena lo udah nyakitin saudara bungsu kelas ini "


Plaaak Plaaak


" Ini hadiah dari mereka semua buat kamu "


Marlena tidak berdaya sebab tamparan Balgis sangat keras dan itu bukan hanya satu melain kan sepuluh tamparan


'' Sakit " ucap Marlena


" Sakit kamu bilang ini yang saudara aku rasain anj*ng " teriak Balgis


Pertengkaran itu sudah terdengar di seluruh area sekolah hingga akhir nya seorang guru berteriak dengan menggunakan corong sekolah karena kalau teriak percuma tidak akan di dengar


" Berhenti " ucap nya


" Balgis udah " ucap Davina


" Dia yang mulai dan dia yang harus mengakhiri nya akan aku buat dia merasa nyesel karena udah cari gara gara sama aku " jawab Balgis


" Balgis lepasin "


" Balgis tidak menjawab ia hanya menatap guru itu dengan tajam


" Sebelum bapak menghukum saya, saya minta bapak mengecek CCTV karena kejadian ini bermula dari dia " ucap Balgis dingin


" Jangan mentang-mentang dia anak bapak, bapak bisa melepaskan begitu saja "


" Jangan asal bicara kamu " bentak nya


" Terserah " ucap Balgis dengan santai


" Sebelum bapak bertindak saya akan bertindak lebih dulu karena bapak udah semena mena dengan murid lain " lanjut nya


" Kirim surat skorsing nya ke rumah "

__ADS_1


Dan setelah itu Balgis melempar Marlena ke arah guru tersebut


Bukan tidak ingin sopan dan bermaksud kurang ajar pada guru tersebut tapi guru itu memang harus di berikan pelajaran karena Marlena seringkali membully anak anak dan itu di biar kan saja


Sedang kan untuk diri nya semua nya salah dan salah jadi apa salah nya membalas untuk saat ini


Karena Balgis masih tidak terima perbuatan Marlena yang mendorong Prita hingga menyebabkan bontot kesakitan


Sedangkan Bara merasa kejadian itu seru saat Balgis bisa menjawab guru tersebut


Karena ia juga sudah mendengar jika guru itu sering kali membela anak yang salah dan Bara mendukung apa yang di lakukan oleh Balgis


Tapi bagaimana pun ia harus menghukum Balgis dan tentu juga dengan murid yang sudah di aniaya oleh Balgis


Dan itu keputusan nya karena saat ini ia guru BK di sekolah tersebut


Apapun permasalah dengan murid Bara yang akan menangani nya


" Bubar " perintah Bara


" Balgis dan kamu nantik pulang sekolah ke ruangan saya " ucap Bara dengan tegas


'' Saya gak mau " tolak Marlena keras


Bahkan ia sudah berteriak teriak seperti orang kesetanan


Bahkan hanya malu tapi rasa sakit yang ia rasakan


Sedangkan ayah nya sudah tidak bisa membela nya karena identitas my sudah terbongkar


Selama ini tidak ada yang tau jika ia anak dari salah satu guru tapi sekarang terbuka dengan cara yang memalukan


Bukan hanya Marlena tapi juga sang guru ikut malu sebab di tatap sinis oleh semua murid


" Jadi guru kok pilih kasih "


" Pantes aja waktu itu ada anak yang masuk ke rumah sakit gara gara Marlena tapi gak ada apa-apa malah anak itu yang kena masalah itu di sebab kan karena ulah bapak toh " ucap mereka dengan santai


Marlena bukan hanya membully tapi ia kerap kali menggunakan kekerasan bahkan ada juga yang ia kunci di dudang sekolah semalaman tapi tidak ada yang tau soal itu sebab ayah nya bertindak lebih cepat


Sedangkan Balgis merasa kebas tangan nya karena untuk menampar Marlena ia mengeluarkan seluruh tenaga nya


Sedang kan Prita sudah baik baik saja saat Balgis menghajar Marlena Davina mengobati luka nya


Tidak ada yang berani mencari masalah dengan Balgis karena ia terkenal dengan sadis saat melawan musuh nya tapi siapa sangka Marlena berurusan dengan nya dengan mengandalkan posisi ayah nya di sekolah itu


BERSAMBUNG…


Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment


Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee


Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee


Buat nyemangatin author lah ya


Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya


Terima kasih

__ADS_1


Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee


__ADS_2