
...Selamat siang bestiee...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
Baiklah lanjut ya bestiee
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Sedangkan Prita dan Davina sedang mengejar waktu
Jika biasa nya mereka santai walau telat tapi kali beda karena di sekolah nya sekarang ada Bara di tukang hukum apalagi Balgis tidak ads bersama mereka
" Davina aku curiga deh sama Balgis masak masa skors nya bisa bertambah gitu aja " ucap Prita dengan menyisir rambut nya menggunakan gantungan kunci yang berbentuk sisir
" Aku juga sebenar nya bingung tapi mau gimana lagi kita kan gak baca isi surat nya " jawab Davina
" Iya juga ya udah deh bahas nanti aja sekarang kita harus cepat cepat sampai sekolah sebelum di hukum "
Davina mengangguk
Tepat saat Davina selesai memarkirkan mobil nya bel berbunyi
" Sial kita telat " umpat Prita
Dan detik berikut nya mereka berlari
Dan sial nya mereka bertemu Bara yang sedang mengecek keadaan murid nya
"Ada si tukang hukum lagi " gumam Davina
" Udah terobos aja lagian kita gak telat telat amat " ucap Prita santai
Saat mereka berdua akan kabur Bara memanggil nya
" Kalian mau kemana " tanya nya
" Sekolah pak " jawab Prita
"Masuk kelas pak " jawab Davina
" Kalian tekat lagi " tanya nya
" Gak pak tadi kita hanya keenakan duduk di lapangan setelah bel baru masuk " elak Davina
" Ya sudah masuk ke kelas " ucap Bara
Mereka hanya mengangguk
Sedang kan Bara hanya menggeleng kan kepala nya
" Untuk hari ini mood ku bagus jadi kalian tidak aku hukum di kira aku gak tahu apa jika kalian telat " ucap Bara
" Bara kemana satu nya " gumam nya lagi
" Sial mikirin dua lagi " kesel Bara
Sedang kan saat ini Iin sedang bersiap-siap untuk pergi nemuin Balgis
Setidak nya meski pun Balgis akan menolak saat di ajak pulang setidak nya Iin sudah dapat melihat Balgis dan memeluk nya
Iin terlihat sangat happy saat Balgis mengabari nya dan tanpa pikir panjang ia langsung bergegas
Iin sengaja membawa mobil nya sendiri karena tidak ingin ada yang tau kemana ia pergi
__ADS_1
Karena jika ada satu yang tau maka kemungkinan besar akan juga akan tahu
Dan Iin tidak ingin itu terjadi lebih tepat nya tidak ingin ada keributan yang ber kepanjangan
Sedang kan Balgis kembali ter tidur setelah sarapan pagi karena memang tidak ada kerjaan
Iin sampai di rumah Davina jam delapan pagi
Seperti biasa Iin akan memencet bel terlebih dahulu sebelum masuk
Padahal ia bisa masuk tanpa harus di buka kan pintu karena Davina sudah mengizinkan
" Eh nyonya " ucap bibi
" Davina dan lain nya sekolah bi " tanya nya
" Non Prita dan non Davina sekolah nyonya tapi kalau non Balgis sedang istirahat di kamar non Davina "jelas nya
" Baiklah terimakasih bi "
" Sama sama nyonya "
" Nyonya mau minum apa " tanya nya
" Gak usah bi daya hanya ingin menemui anak saya " jawab nya.
" Non Balgis sedang berada di kamar non Davina nya " jelas nya
" Terima kasih bi "
" Sama sama nya permisi "
Bunda Iin hanya mengangguk
" Bismillah " ucap bunda Iin saat kaki nya melangkah ke kamar Davina
Tok tok tok
Tidak sautan dan Iin langsung masuk
Hal pertama yang Iin lihat adalah Balgis tidur dengan memeluk boneka
Lagi lagi air mata nya menetes
" Maafin bunda sayang, bunda tidak bisa memberi mu kebahagiaan bunda gagal menjadi se orang ibu yang baik untuk kamu " ucap nya
Dam detik berikut nya ia naik ke atas tempat tidur
" Nak " panggil nya
" Bangun ini bunda "ucap nya
Tapi tidak ada tanda-tanda kalau ia akan bangun
Iin ikut merebah kan tubuh nya di samping Balgis karena ia juga kurang tidur lama kelamaan ia juga tertidur dengan memeluk Balgis
Balgis merasa ada memeluk nya dan ia membuka mata nya
Dan betapa kaget nya ia sangat melihat bunda nya sedang tertidur dengan memeluk diri nya
" Bunda " gumam nya
Dasar Iin nya aja yang peka
Baru di panggil aja ia langsung membuka mata nya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
" Sayang kamu sudah bangun " ucap nya
__ADS_1
Balgis hanya mengangguk karena ia juga bingung harus bereaksi apa
" Bunda kok di sini " tanya nya setelah mereka sama-sama bangun
" Bunda kangen sama kamu sayang " jawab nya
" Balgis juga kangen bundar " ucap Balgis dengan memeluk sang bunda dengan sayang
" Kalau begitu pulang ya sama bunda "
Balgis langsung menggeleng
" Balgis merasa lebih enjoy di sini bunda " jawab nya
Iin tau kalau Balgis akan menolak nya tapi tetep aja ia merasa kecewa dengan jawaban sang putri bungsu
" Bunda jangan sedih Balgis akan sering sering datang ke rumah untuk nemuin bunda tapi mungkin Balgis tidak akan menginap karena Balgis udah di usir " jawab nya
" Tidak kah kamu kasihan dengan Nita, Nita menjadi lebih banyak diam nya setelah kejadian kmu pergi dia bahkan sering uring-uringan saat kamu pergi "
" Aku juga merasa kasian tapi kan ada bunda yang akan mengurus nya "
" Yakin tidak mau pulang " tanya Iin sekali lagi
" No bunda terlalu menyakit kan pergi ke rumah itu bahkan jiwa dan raga ku menolak nya jika bukan karena bunda mungkin Balgis tidak akan Sudi menginjak kan kaki Balgis ke rumah itu kembali " jawab nya
Iin terlihat sedih dan dengan sangat terpaksa Balgis mengubah topik pembicaraan
" Bun "
" Hem "
" Beli kan Balgis mobil baru dong " pinta nya
" Terus mobil yang lama "
" Berikan ke Nita aja soal nya mobil itu pemberian ayah dan ayah telan meminta nya kembali jadi apapun yang terjadi Balgis tidak akan memakai nya "
" Baik lah untuk anak bunda yang cantik ini apa sih yang enggak "
" Kamu pengen mobil yang apa sayang " tanya nya
" Lambo warna ungu muda " jawab nya
" Lebih keren warna gold " saran iin
" Baik lah warna gold " putus Balgis
Bagi nya warna apapun tidak masalah yang penting ia bisa memilih mobil dan bukan pemberian dari sang ayah
Rasa sakit dan kecewa masih Balgis rasa kan
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1