
...Lanjut bestie...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
~Dirumah keluarga Muzakki
Maura dan Muzakki sudah siap dengan kemeja yang senada dengan gaun Maura yaitu berwarna navy.
Maura nampak begitu elegan di tambah kalung berlian yang senada dengan anting nya.
Tidak lama Bara turun dengan pakaian jas berwarna grey yang senada dengan celana nya, serta baju dalam berwarna hitam, benar benar sangat cocok dengan penampilan nya.
" Wah anak mama tampan sekali " kata Maura memuji anak nya dan Muzakki tersenyum bangga pada anak nya.
Bara hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari mama nya, hati dan pikiran nya masih kacau karena perjodohannya ini.
" Kamu siap " tanya Muzakki pada Bara, dan Bara hanya mengangguk menjawab pertanyaan papa nya
" Ayo kita berangkat " ajak Muzakki dengan wajah bahagia, mereka bertiga pergi di temani asisten pribadi keluarga Muzakki.
Kepala pelayan, dan berapa pelayan yang ikut untuk membawa barang barang yang akan di bawa kerumah keluarga Keynat.
Dirumah keluarga Keynat
Aan dan Iin sudah siap untuk menerima kedatangan keluarga besan nya.
" Bun ke kamar Balgis dulu, buat mastiin Balgis sudah siap apa belum " pinta Iin pada suaminya
" Iya bunda, bilang pada Balgis suruh dia menunggu di kamarnya, nanti dia boleh turun kalau sudah kita panggil " ujar Aan pada istri nya
Iin hanya mengangguk
Di kamar, Balgis telah begitu siap dengan gaun berwarna merah maroon, di padukan dengan anting dan kalung yang senada, rambut nya di gerai indah, hilang sudah Balgis yang tomboy berganti dengan penampilan Balgis yang sangat feminim, mungkin jika Davina dan Prita melihatnya mereka tidak akan percaya kalau itu adalah Balgis.
" Kak kamu sangat cantik " puji ina melihat Balgis yang begitu berbeda
Balgis hanya tersenyum karena dia sendiri sedikit tidak percaya dengan penampilan nya sekarang.
" Apa kamu deg degan " tanya ina lagi
" Sedikit " jawab Balgis tersenyum gugup
" Ternyata kau bisa gugup juga " ujar ina mengejek kakaknya
" Bagaimana kalau ternyata calon suamimu, om om yang sudah tua " kata ina bercanda pada kakak sepupu nya tersebut
" Ammit amit ya "jawab Balgis ketakutan
" Kalau ternyata beneran seperti itu, gimana kak" tanya ina yang usil pada Balgis
__ADS_1
" Ina, berhenti, aku sudah sangat gugup jangan kau tambah lagi dengan menakutiku " ujar Balgis kesal
Ina hanya tertawa melihat ekspresi muka Balgis yang gugup dan ketakutan
Tdak lama pintu terbuka dan masuk lah wanita paruh baya ke dalam kamar.
" Anak bunda cantik sekali " puji Iin pada Balgis
" Benar benar cantik " katanya lagi yang terus memandang ke Balgis
" Emang biasa nya Balgis jelek ya " jawab Balgis yang sedikit kesal
" Kamu tidak pernah jelek nak, kamu selalu cantik, tapi hari ini kecantikanmu menjadi sepuluh kali lipat " ujar iin pada Balgis sambil tersenyum dan Balgis hanya tersenyum legah mendengar candaan bunda nya
" Apa calon suami kak Balgis sudah datang te ''tanya ina pada tante nya
" Belum dek, kamu temani kakak mu disini, kalian boleh turun kalau sudah bunda panggil, oke " pinta Iin pada Balgis dan juga ke Ina
" Siap bunda " jawab Ina tersenyum lebar, dan Balgis hanya tersenyum kecut dengan kegugupan nya.
Iin pun beranjak dari kamar Balgis, untuk menemani suaminya, menyambut keluarga Muzakki calon besannya itu.
Tidak lama berjejer mobil mewah memasuki halaman rumah keluarga Keynat.
Dan Aan yang melihat kedatangan keluarga Muzakki, dengan cepat mengajak Iin menyambut mereka di pintu depan.
Di dalam mobil Bara begitu merasa tidak asing dengan rumah mewah di hadapannya ini, tapi dia lupa rumah itu milik siapa
" Kamu siap nak" tanya Maura yang mengengam lembut tangan anaknya
Dia tidak pernah merasakan nervous lebih dari ini.
Tidak lama mobil terbuka dengan asisten yang mempersilahkan mereka untuk turun.
Muzakki dengan gagah berjalan menuju ke arah Aan dan istrinya yang sudah menyambut di depan pintu
" Selamat datang calon besanku " ucap Aan sambil memeluk tubuh Muzakki
" Kita benar benar akan menjadi keluarga" ujar Muzakki yang menerima pelukan Aan
Maura dan Iin pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan suaminya hingga mereka melupakan pemeran utama dari perjodohan ini.
" Apa ini calon menantuku " tanya Iin saat melihat Bara
" Iyaa, ini anakku, dan dia akan menjadi anakmu juga " jawab Maura
" Nak, perkenalkan ini calon mertua mu" ujar Maura pada Bara
Bara dengan sangat hormat mencium punggung tangan Iin dan Aan
" Anakku sangat beruntung menikah dengan lelaki yang sangat tampan seperti mu " ujar Aan bangga pada Bara
" Anakmu juga sangat cantik Aan, kami juga sangat beruntung " jawab Muzakki membalas
__ADS_1
" Mari masuk " pinta Iin pada keluarga Muzakki
Sudah di siapkan ruangan yang berdekorasikan sangat mewah, yang memang sudah di tata untuk menyambut kedatangan keluarga Muzakki.
Pelayan meletakan semua bawaan mereka keatas meja.
" Apa ini Maura?" tanya Iin pada Maura, yang melihat begitu banyak barang mewah di atas meja, bahkan ada satu kotak berisi remod control mobil mewah di dalamnya.
" Ini hadiah untuk calon menantu ku " jawab Maura
" Apa ini tidak berlebihan " tanya Iin yang begitu merasa sungkan untuk menerima hadiah itu
" Ini tidak seberapa in, dengan kami yang akan membawa pulang anak gadismu " jawab santai Maura
" Mari duduk " ajak Aan pada keluarga Muzakki
Mereka sudah duduk dengan keluarga Muzakki yang membelakangi pintu masuk ruangan.
Mana calon menantuku " tanya Muzakki
" Sebentar aku panggilkan dulu " ujar Iin lalu meninggalkan kerumunan orang untuk menghampiri Balgis di kamar.
" Sayang " panggil Iin saat sudah di ambang pintu kamar Balgis
" Ayo turun, keluarga calon suamimu sudah tidak sabar ingin melihat mu " pinta Iin
Lalu mereka turun dengan posisi Balgis di tengah di apit oleh Ina dan bunda nya.
" Jika kau gugup, genggam saja tanganku kak "pinta Ina pada Balgis, dan tanpa menjawab Balgis sudah menggenggam erat tangan Ina karena gugup.
Mendengar langkah kaki yang masuk kedalam ruangan, Muzakki dan Maura dengan cepat menoleh ke arah suara.
" Cantik nya calon menantu ku," ucap Maura kagum saat melihat Balgis
Sedangkan Balgis masih menundukan kepalanya tidak berani menatap karena malu.
Bara masih menghadap kedepan tidak menoleh sedikit pun dengan kegaduan di belakang nya.
" Kita bertemu lagi " ucap Muzakki pada Balgis
Mendengar suara yang di kenalnya Balgis mendongakkan kepalanya dan terkejut menatap Muzakki di hadapannya.
" Om " katanya kaget
" Eiiitt sekarang jangan panggil om panggil papa " jawab Muzakki
" Apa kau akan terus menghambat putriku untuk bertemu calon suaminya " ucap Aan tiba tiba
" Baik lah, silahkan tuan putri " kata Muzakki pada Balgis sambil membukakan jalan dengan tersenyum lebar
Bara yang sedari tadi merasa tidak asing dengan suara gadis di belakangnya dengan cepat menatap kearah perempuan yang kini sudah duduk di hadapannya, seketika padangan mereka bertemu.
KAMU " teriak Bara dan Balgis barengan
__ADS_1
Jangan lupa VOTE dan LIKE
TERIMAKASIH