
...Lanjut besti...
...Sebelum lanjut di pasti kan udah tekan favorit ya bestiee...
...Terima kasih...
...Dan juga jangan bosan bosan untuk dukung author ya...
...🔥🔥🔥🔥🔥...
Balgis memilih untuk pulang ke rumah nya karena ia takut bunda nya akan khawatir
Karena bagaimana pun bunda nya selalu ada untuk nya ya meskipun tidak bisa membantah ayah nya setidaknya bunda Iin masih memiliki kasih sayang yang tulus untuk nya
Dan pelukan hangat nya masih dapat Balgis rasa kan
Saat Balgis pulang rumah nya masih sangat rame dan dengan terpaksa ia harus lewat pintu karena hanya di sana tempat yang bisa ia jangkau tanpa harus melewati para tamu tersebut
Apalagi saat ini pakaian nya sangat terbuka bisa mati ia di tangan ayah nya ia berbuat benar aja salah apalagi yang ini jelas jelas salah
Balgis berhasil naik ke kamar nya dengan bantuan beberapa pelayan di rumah nya
Karena memang Balgis begitu dekat dengan mereka
'' Lebih baik aku mandi dan langsung tidur ''
Setelah itu Balgis terlelap karena ia memang sangat lelah
Pagi hari keluarga Keynat sudah berkumpul di meja makan
Hanya tinggal Balgis yang tak kunjung kunjung turun dan itu sudah tidak kesekian kali nya
Karena tidak ingin terjadi keributan lagi akhirnya bunda Iin berinisiatif untuk membangun kan Balgis
'' Mau kemana Bun " tanya Oana
" Bangunin adem kamu " jawab nya
" Kenapa selalu di bangunin sih aku aja yang tidur nya cuma dua jam busa bangun pagi dasar orang nya saja yang males " kompor Oana
" Sudah lah bun biarin aja sekolah juga percuma gak ada peningkatan nilai nya itu itu aja " ucap Aan
Tanpa menghiraukan dua orang itu bunda Iin menuju ke kamar Balgis
Dan ternyata Balgis sudah rapi tapi ia masih termenung di balkon kamar nya
Balgis hanya memikirkan nasibnya yang tidak sebaik orang lain Balgis rela jika ia di lahir kan di keluarga yang sederhana tidak perlu bergelimang harta asal ia bisa mendapat kan kasih sayang dari orang tua nya
Ada waktu untuk nya ada waktu bercerita ada waktu jalan jalan tapi itu hanya khayalan nya saja
Balgis tau ia tidak bisa memilih orang tua mana yang ia inginkan karena ini memang takdir nya
Bunda Iin langsung terdiam melihat Balgis ia tahu Balgis tidak setegar yang ia perlihatkan ada begitu banyak luka yang ia simpan se orang diri
Dan sebagai se orang ibu ia tidak bisa membantu sebab pertikaian itu terjadi antara ayah dan anak dan ia tidak bisa memilih salah satu dari mereka
__ADS_1
Yang bisa ia lakukan hanya memberi pengertian pada Balgis dan menegur Aan sebagai seorang suami dan ayah
" Sayang " panggil nya
" Balgis turun yuk sudah saat nya sarapan ayah dan kakak kamu sudah menunggu di bawah " ajak nya
Balgis tidak menghiraukan karena saat ini kepala nya sedang pusing dan itu di sebab kan karena ia terlalu banyak minum tadi malam bahkan perut nya terasa di kocok kocok
" Balgis " panggil nya sedikit keras
" Iya Bun "
" Makan yuk " ajak nya
" Duluan aja bun nanti Balgis nyusul "
" Baiklah cepetan ya sayang "
Balgis hanya menganggu
" Untung tadi malam aku gak sampai mabok " ucap Balgis
Setelah itu ia turun dengan santai menyiapkan hati dan mental untuk bertemu dengan sang ayah karena jujur saja Balgis sudah tidak respek dengan ayah nya
Sudah cukup tujuh belas tahun ia memelas kasih sayang dari ayah nya tapi sampai detik ini juga hanya cacian yang ia terima
" Pagi semua " sapa Balgis ketus
" Lelet amat sih lo udah jam berapa ini aku harus ke perusahaan kamu harus tau aku ini orang sibuk bukan orang kelayapan kayak situ " ucap Oana pedas
" Contoh itu kakak kamu tidur hanya satu dua jam tapi masih bisa bangun pagi " omel Aan
Balgis hanya menarik nafas ia berusaha tetap tenang meski ia sudah panas
Balgis sibuk dengan nasi goreng yang bunda nya siap kan ia menulikan pendengaran nya
" Dengar tidak " bentak sang ayah
Hilang sudah kesabaran Balgis ingin rasa nya ia mencaci-maki ayah nya itu tapi tidak ia lakukan karena ia masih menghormati nya
" Jadi lah anak yang penurut rajin belajar bukan jadi seperti preman pasar sudah memiliki otak yang lambat masih berulah " ucap Aan sang ayah
" Sudah cukup menghina nya ada lagi yang ingin di sampai kan mumpung ini masih pagi otak ku yang tak berharga ini masih bisa menampung cacian lebih banyak lagi " jawab Balgis tegas dan dingin
" Jika kalian malu memiliki anak yang memiliki otak pas pasan seperti ku kenapa kalian tidak membuang ku dulu kenapa kalian masih sudi merawat anak bodoh seperti ku lebih baik aku kalian tenggelam saja dulu biar tidak me jadi beban untuk kalian " ucap Balgis
Setelah mengucapkan itu Balgis bangun dan langsung pergi begitu saja
" Sayang tunggu " teriak bunda nya
Dengan segera bunda iin langsung mengejar Balgis
" Bunda sudah biarkan saja biar otak nya berfungsi sekali kali " kesel Oana
Ia merasa iri sebab tatapan Balgis terlihat sangat tegas dan dingin
__ADS_1
Sedang kan ia tidak memiliki pandangan seperti itu
" Ayah lihat lah bunda mengabaikan ku " adu nya pada sang ayah
" Biar kan bunda mu sekarang makan lah yang banyak di kantor pasti banyak kerjaan " ucap sang ayah penuh dengan kasih sayang
Dan Oana bahagia dengan itu
Sedang kan Balgis sudah menghidupkan mobil nya ia bisa mendengar teriakan dari sang Ibunda tapi ia abaikan rasa sakit dan kecewa kini tidak bisa ia bendung lagi
" Balgis tunggu " teriak bunda iin
" Balgis dengerin bunda "
" Balgis "
" Balgis "
Tapi sayang Balgis sudah melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh
Dan lagi-lagi bunda Iin di hantui rasa bersalah
" Maaf bunda sayang " ucap sang bunda dengan tangisan tertahan
" Semoga kamu baik baik saja entah kenapa perasaan bunda tiba tiba tidak enak saat melihat kamu pergi dengan keadaan marah "
" Bunda sayang kamu Balgis sangat sangat sayang bunda rela melakukan apapun untuk kebahagian kamu sayang " ucap nya dengan tangisan yang begitu memilukan
Sedang kan di tempat lain
Braaaak
Ada sebuah mobil yang menabrak pembatas jalan
Siapa kah itu koment di bawah ya
** Pandra Karuna **
BERSAMBUNG…
Jangan lupa dukung karya author ya bestiee jangan lupa juga like koment
Tinggal jejak setelah selesai baca ya bestiee
Satu like satu koment sudah cukup kok bestiee
Buat nyemangatin author lah ya
Jangan di tinggal kan begitu ya bestiee sudah baca menghilang kan sedih author nya
Terima kasih
Lanjut di bab selanjutnya ya bestiee
__ADS_1