Suami Tampan Rahasiaku ,, !!

Suami Tampan Rahasiaku ,, !!
Takut suntik


__ADS_3

...Lanjut untuk hari ini bestie...


Bara kebingungan melihat senyum Balgis yang menurut nya sangat aneh


" Gila kali ini gadis pembuat onar kok senyum senyum gak jelas gini, tadi aja aku mau panggil kan dokter gak mau giliran sekarang ia nampak sangat girang dasar gadis pembuat onar tingkah nya gak bisa di tebak " batin Bara tak habis pikir dengan Balgis


" Jangan bilang jika gadis pembuat onar nanti takut jarum suntik jika memang ia itu akan sangat menyenang kan " batin Bara dengan senyum senyum gak jelas membayang kan Balgis akan teriak teriak seperti anak kecil karena takut jarum suntik


" Bara " panggil Muzakki


Tidak sautan dari Bara karena Bara sedang asyik dengan bayangan nya tentang Balgis


" Bara "


Tetap sama tidak ada respon sama sekali


" Ini anak kenapa sih kesurupan kagak tapi aneh " kesel mama Maura


" Biar mama aja pa " ucap Maura


" Di jamin akan ampuh jika mama yang manggil tapi sebelum itu tolong papa tutup telinga dulu " pinta Maura


Muzakki hanya mengagguk sebagai jawaban setuju


" Sayang tutup telinga kamu " pinta Maura pada Balgis


Balgis yang memang sudah ngerti seketika langsung menutup telinga nya dengan ke dua tangan nya


" Bara " teriak Maura


Dan teriakan itu mampu membuat Bara kalang kabut sebab suara mama nya nyaring nya bukan main


" Apa sih ma teriak teriak terus ini bukan hutan " kesal Bara


" Apa sih ma, apa sih ma kamu yang kenapa sedari tadi di panggil gak ads respon " kesel Maura


Muzakki hanya geleng geleng kepala melihat itu karena kejadian itu sudah biasa di keluarga besar nya


Muzakki memilih untuk menyambut dokter sekaligus sahabat nya itu


" DOKTER Doni, apa kau cuma sendiri, mana dokter bedah nya " tanya Muzakki saat melihat dokter doni datang hanya dengan asisten nya.

__ADS_1


" Aku mendapat kan telpon dari asisten setia mu itu dan mendengar penjelasan dari asisten mu itu kata nya yang terluka hanya kaki nya yang terkena pecahan kaca kan ? "jawab dokter Doni santai tanpa takut sedikit pun pada Muzakki


" Iya, mengapa tidak kau bawa dokter bedah nya sekalian langsung kemari " ujar Muzakki sedikit meninggi kan suara nya


Bukan nya takut dokter doni hanya ter tawa melihat tingkah laku berlebihan sahabatnya itu.


Dan mulut nya tidak bisa jika tidak mengolok-olok sahabat karib nya tersebut


" Kau ini kata nya sangat pintar, mengapa begitu bodoh untuk hal seperti ini " ujar doni


" Kau pembisnis yang sangat sukses menang tander dan di perusahaan mu ada di mana mana tapi kenapa di dalam otok mu yang wow itu masih tersimpan ke bodohan yang sangat alami " ejek dokter doni


Dan seketika itu mata dokter doni langsung tertuju dengan Balgis yang lagi duduk santai di meja makan.


Tanpa di pandu dokter Doni langsung melangkah kan kaki nya menuju ke Balgis


" Apa kau calon menantu nya yang membuat dia begitu kalang kabut seperti ini cantik " tanya dokter Doni yang memandang Balgis dan Muzakki ber gantian dengan senyum yang di tahan


" Jangan macam-macam Doni " ucap Muzakki memperingati


" Posesif amat " canda dokter Doni


" Salam om " sapa Balgis dengan senyum hangat nya dan tak lupa Balgis menyalami tangan dokter Doni


" Panggil saja om Doni " ucap dokter Doni sambil melirik Muzakki dan ter senyum


" Apa yang ter lihat lucu Doni, segera kau obati menantu ku jangan sampai dia kenapa kenapa atau aku akan kirim kamu ke kutub selatan " ucap Muzakki


" Kutub Utara kali " jawab dokter Doni yang masih ingin menggoda Muzakki


" Sudah lah Doni jangan bercanda terus, ini obati dulu gadis menantu ku " pinta Maura pada dokter Doni


" Ayo bangun nak " kata Maura yang ingin membantu Balgis bangun dari tempat duduk nya.


" Aku bisa sendiri ma " jawab Balgis sambil ter senyum


" Bara angkat tubuh calon istri mu ke dalam kamar mu " kata Muzakki pada Bara dengan nada tinggi karena tidak ada pergerakan sama sekali dari anak semata wayang nya tersebut bahkan Bara masih Ter lihat asyik dengan ayam goreng kress yang ada di piring nya


" Dia masih bisa ber jalan sendiri pa, tidak perlu aku gendong lagian tadi dia menolak untuk aku bantu " bantah Bara karena masih merasa kesel dengan semua orang yang ada di sana


" Iya pa aku masih bisa ber jalan sendiri kok tidak perlu di gendong " timpal Balgis karena tidak ingin membuat kegaduhan lagi

__ADS_1


" Bara cepat " kata Muzakki lagi yang tidak ingin di bantah sekali pun dengan calon menantu nya tersebut


Bara hanya bisa mengumpat dalam hati karena kesal dengan papa nya yang berlebihan.


Bara mendekat kearah Balgis dan langsung menggendong nya dengan perasaan yang sangat kesal


" Kau ini mengapa terus merepot kan ku tidak bisa apa kalau kau beri aku waktu tenang sedikit saja " ujar Bara kesal sambil mengangkat tubuh Balgis ke kamar nya.


" Lagian kenapa kamu mau di suruh papa mu " jawab Balgis


" Lagian ini bukan kemauan ku, aku masih bisa ber jalan sendiri tanpa harus di gendong " lanjut Balgis


" Oh begitu kalau gitu aku turun kamu di sini silahkan naik ke ke lantai tiga sendiri " ucap Bara


" Eh baik lah baik lah aku memang selalu merepotkan mu gendong aku sampai ke kamar mu " pinta Balgis mencoba untuk mengalah


" Bagus kalau kamu ngaku " ucap Bara bangga


Setelah sampai di kamar, dokter doni langsung memeriksa kaki Balgis yang sudah membengkak.


" Mengapa tidak langsung menelpon ku dari tadi " ujar dokter Doni yang melihat sedikit keterlambatan pemeriksaan pada kaki Balgis.


Balgis hanya diam tidak menjawab pertanyaan dokter Doni, dan beruntung nya Maura dan Muzakki masih di lantai bawah belum menyusul ke kamar Bara jadi tidak mendengar pertanyaan dokter Doni yang akan membuat dua manusia itu kembali gempar.


Namun tidak lama Maura dan Muzakki sudah berada di kamar itu


" Apa kakinya akan baik baik saja Dok " tanya Maura penuh khawatir


" Tentu nyonya, kaki menantu mu akan baik baik saja " jawab dokter Doni dengan sedikit tertawa


Setelah membersihkan luka di kaki Balgis, asisten dokter Doni menghampiri dengan membawa nampan berisikan jarum suntik.


" Ini untuk apa dok " tanya Balgis dengan muka pucat, karena dia sangat benar benar takut dengan suntikan.


" Kita harus menyuntik tetanus ke tubuh kamu, untuk menghindari kemunkinan infeksi karena sedikit keterlambatan penanganan tadi " jelas dokter Doni


" Tidak dokter, aku tidak mau di suntik " jawab Balgis takut sedikit menghindar karena takut akan jarum itu


" Sedikit saja nak, ini tidak akan sakit, percaya lah " kata Maura mencoba menenang kan Balgis


" Ternyata gadis pembuat onar ini memang takut di suntik dan tebakan ku selalu benar " batin Bara

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, MOMENT DAM VOTE YA BESTI


TERIMAKASIH


__ADS_2